Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti

Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti
Dapur


__ADS_3

"Ayolah Boy kau begitu menggemaskan ketika cemberut seperti itu"


"Lihatlah wajah mu sangat kaku"


"Aiyooo anak kecil tidak boleh cemberut seperti itu"


"UNCLE STOP! Arka berkata dengan dingin kepada pria muda yang terus mengganggu nya hanya untuk sekedar tersenyum.


"Boy kau ingin dengar sesuatu? Pria yang di panggil uncle oleh Arka tidak lagi sedang bercanda.


"Tidak tertarik" Arka benar-benar kesal kenapa manusia satu abnormal ini muncul di hadapannya.


Entahlah kedua orang ini sangat tidak cocok bersama.


"Ayolah Boy pasti kau akan sangat penasaran akan hal ini" Pria muda itu terus mengoceh melihat Arka yang diam saja akhirnya dia melanjutkan ide.


"Boy apakah kau menyukai suster baru itu? tanya pria muda yang kerap kali di panggil Kelvin.


"Dia memiliki nama. Namanya Tante Ayra"


"Yayaya itu maksud aku apakah kau menyukainya? Kelvin terus mendesak bocah cilik itu.


Arka menghentikan pekerjaannya dan terdiam sejenak menolehkan kepalanya sedikit miring memperlihatkan hidungnya yang mancung.


"Tante Ayra yang terbaik" Ujar Arka mantap.


"Boy apakah kau ingin dengar sesuatu dari Uncle?


"Katakan" Arka masih dengan posisi menyamping.


"Gini Boy apakah kau tidak..." Kedua orang itu terus berbisik entah apa yang mereka bicarakan.


Sore hari Ayra kembali keluar ke supermarket membeli beberapa keperluan masak. Karena sekarang penghuni rumah mewah Arland William hanya berisi tiga orang sehingga sekarang Ayra yang bertanggung jawab.


"Tante aku ingin yang ini"


"ini"


"Dan ini..."


"No Chiki Boy" Suara maskulin terdengar dari arah belakang kedua orang yang tengah berbelanja itu.


"Dad.." Arka tampak menggemaskan ketika cemberut.


"Son. Ini gak bagus untuk kamu oke. Pokoknya Daddy tidak mengijinkan" Final Arland yang kebetulan datang ke supermarket untuk belanja sesuatu setelah pulang kerja eh malah jumpa Putra bersama suster nya itu.


"Ayo pulang" Arland menarik troli belanja yang di naiki oleh Arka.


"Dad bukan menarik kau harus mendorong nya Daddy" Arka memprotes.


"Yayaya little boy" Arland tampak tidak berdaya putranya ini begitu cerewet dan mengomentari segala sesuatu yang salah.

__ADS_1


"Dad kau berhenti dulu." Arka turun dari troli dan berlari ke arah robot kecil yang menarik perhatiannya.


Ayra hanya diam mengikuti ayah dan anak itu dengan tenang tidak bersuara sama sekali.


"Dad aku menginginkan ini" Arka mengambil robot yang bahkan menurut Arland itu tidak menarik sama sekali.


Arland mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa yang itu Son? Arland menanyakan pendapat Arka padahal ada banyak robot yang lebih bagus bahkan keluaran terbaru kenapa putranya ini malah memilih robot yang ketinggalan jaman.


"Dad kau tidak mengerti" Ujar Arka tidak mempedulikan wajah kedua orang dewasa yang tampak kebingungan.


"Dad minta credit card Daddy" Arka mengulurkan tangannya.


"Ini Boy" Ayra menyerahkan kartu pembayaran yang di khususkan untuk berbelanja kebutuhan rumah.


"Bukan Tante. Biar Daddy yang membayar" Ujar Arka tetap mengulurkan tangannya.


"Kau lama sekali Dad! Arka bercerocos lagi melihat Arland yang tampak gerakan pelan mengeluarkan credit card nya.


Arland hanya menggeleng kan kepalanya melihat Arka yang begitu tidak sabaran.


Ketiga orang itu meninggalkan super market setelah barang belanjaan di titip ke para pekerja untuk di bawa pulang.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam sejam kemudian Ayra telah menyelesaikan acara memasak nya di dapur dan menata dengan rapi makanan di atas meja makan.


Sebelum Ayra beralih memanggil kedua orang itu sudah turun dengan beriringan.


"Boy cuci tangan terlebih dahulu" Ayra menegur dengan pelan.


Dengan patuh Arka turun dari kursi berlalu ke arah dapur dan mencuci tangannya dengan bersih.


"Boy ini cocok untuk pertumbuhan mu" Ayra memberikan beberapa sayuran hijau karena Arka tidak suka hijau.


Walaupun ada sedikit jejak tidak rela di mata Arka tapi tetap dia makan makanan hijau itu dan tidak luput dari pemantauan Arland karena yakin putranya itu tidak akan menyentuh sedikit pun sayuran hijau tetapi saat ini putra nya itu begitu lahap memakan sayuran hijau bahkan sempat menambah bahwa ini membuktikan Ayra memiliki pengaruh besar terhadap Putra nya.


"Apakah ada yang salah Tuan? Ayra melihat majikannya tidak makan dan menawarkan sesuatu.


Ayra juga ikut bergabung makan di meja makan bersama kedua majikan ini.


Ini sudah menjadi permintaan Arka tidak butuh persetujuan daddy-nya, Arland sendiri juga tidak mempermasalahkan yang paling utama asal putra nya yang sedikit repot itu tidak mengamok.


Ketiga orang itu makan dengan tenang dan lahap lebih tepatnya kedua orang ayah anak merebutkan makanan terakhir.


"Dad this is mine! Arka tampak kesal kerang nya di ambil oleh Arland.


"Tidak Son! Arland juga tidak mau kalah terhadap anak kecil akhirnya terjadilah perebutan kerang dengan sumpit.


Ayra yang berada di tengah mereka menggeleng kepalanya dengan pusing bagaimana bisa kedua orang itu memperebutkan makanan.


Tanpa mempedulikan mereka dia mengambil kerang itu dan memakannya dengan tenang.

__ADS_1


Kedua orang ayah anak itu melihat dengan serempak ke arahnya dengan mata melotot.


"Apa? Ayra bertanya dengan wajah tidak berdosa nya.


"Ah Tante" Arka hanya meringis karena makanan itu sudah di mulut Tante Ayra nya.


"Ini semua gara-gara Daddy" Arka menatap Arland dengan permusuhan.


Lah kenapa dia sekarang yang dimusuhi.


"Sudah-sudah bagaimana kalau kita buat camilan Boy? Ayra menawarkan diri sebelum kedua ayah anak itu cekcok lagi.


Di sini lah mereka di dapur dengan Arka yang berdiri di atas kursi menonton Ayra yang sibuk membuat adonan.


Arland sendiri duduk di ruang tengah dengan majalah di tangannya sambil sesekali dia menoleh ke arah dapur.


Karena dapur dan ruang tengah langsung kelihatan tanpa halangan tembok sama sekali jadi kegiatan kedua orang itu kelihatan dari ruang tengah.


"Tante ini kenapa mulut nya miring?


"Ih lobang hidung nya hilang"


"Ada tai matanya"


"Ah ini terlihat jelek"


Arka terus berceloteh di dapur melihat hasil karya nya yang kurang sempurna Sekarang mereka membuat cake kering dengan membentuk hewan seperti pig, kura-kura, dan lain sebagainya.


"Kau harus membuat nya begini Boy" Ayra dengan sabar meladeni bocah aktif dan banyak tahu itu dengan sabar.


Ayra memperagakan nya dengan perlahan sambil diikuti oleh Arka.


"Nah sudah selesai biarkan di panggang dulu" Ayra menaruh semua hasil cetakan itu kedalam Oven.


"Cuci tangan terlebih dahulu" Ayra menggosok tangan Arka yang penuh dengan terigu itu.


"Aku akan menunggu disini Tante" Arka duduk dengan manis di meja dapur sambil matanya terus menatap ke arah Oven.


Ayra menggeleng kepalanya dengan tingkah bocah cilik ini.


"Tante sudah selesai! Arka berteriak dengan heboh setelah suara oven terdengar bunyi"Ting"


Sekarang kue yang mereka hasilkan ada 3 toples kecil dan 2 toples besar.


"Wah Dad kau harus mencobanya" Arka menyodorkan kue kering model pig ke arah Arland.


Arland menyodorkan mulutnya dan menerima kue kering itu.


gurih dan rasanya tidak terlalu keras dan kurang berada di rasa yang pas membuat Arland mengangguk kan kepalanya.


"Apa aku bilang Dad kalau Tante Ayra pandai buat kue" Arka tampak bangga.

__ADS_1


__ADS_2