
Hari ini Ayra sudah sah pindah di kediaman Arland William meninggalkan sebuah kontrakan kecil yang sudah menemaninya beberapa saat ini.
"Tante" Suara teriakan dari lantai dua memecah keheningan Mension mewah itu bahkan para penghuni istana besar itu harus menutup telinga.
Semenjak Ayra setuju untuk pindah Arka ceria seperti kebanyakan anak pada umumnya.
Bahkan para pelayan sangat terperangah dengan kepribadian nya yang langsung bertolak belakang karakter dingin dia selama ini.
"Ada apa Arka? ucap Ayra masih setia merapikan pakaian nya kedalam lemari.
"Aku tidak melihat Tante sehingga berteriak" ucap Arka pelan karena menyadari suaranya tadi begitu kencang.
Ayra hanya menghela nafas dan memanggil Arka untuk segera mendekat kepadanya.
"Ada apa hm? ucapnya mencubit pelan pipi Arka.
"Aku akan membantu Tante" ucapnya mengambil beberapa baju mengikuti instruksi dari Ayra.
Kedua orang itu sibuk dengan urusannya membereskan barang-barang Arka.
Ayra turun di lantai bawah setelah membuat Arka kecil bobo siang. Tumben anak itu tidur siang biasanya dia akan sibuk dengan tablet miliknya.
Entah apa yang di perbuat bocah cilik itu di dalam tablet itu tidak ada yang mengetahuinya orang-orang hanya berpikir kalau Arka memainkan sebuah permainan.
Ayra yang turun di bawah melihat seorang pelayan kesusahan membawa sesuatu.
"Mau di bawa kemana itu? ucap Ayra.
"Ah Nona ini kopi buat Tuan Arland" ucap Pelayan itu.
"Biar aku saja yang membawa nya'' ucap Ayra mengambil alih nampan di tangan pelayan itu.
"Tapi Nona" ucap Pelayan itu
"Tidak apa-apa aku tidak memiliki kerjaan juga tunjukkan saja di mana Tuan berada? ucap Ayra
"Terimakasih maaf merepotkan mu Nona" ucap Maid itu.
"Tuan berada di ruang kerjanya di lantai atas Nona" lanjut Maid itu sedangkan Ayra mengangguk mengerti dan berlalu ke arah ruang kerja yang di sebut oleh maid itu.
Berdiri di depan pintu ruang kerja seorang Arland, Ayra mengetuk pintu terlebih dahulu dengan tangan kanannya yang menganggur.
Tok tok
"Masuk"
Terdengar suara maskulin dari dalam ruangan kerja itu.
Segera Ayra membuka pintu dan melihat seorang pria muda serius menatap layar komputernya yang menyinari wajah Tampan dan terlihat serius itu dengan kacamata anti radiasi bertengger manis di hidung mancung itu.
"Kopinya Tuan di nikmati dulu" ucap Ayra menyimpan sebuah cup bersama dengan piring kecilnya yang berisi cairan berwarna hitam kental itu di atas meja samping komputer.
Arland tidak menoleh sama sekali dan hanya mengangguk mengerti.
Ayra juga tidak peduli dia langsung keluar tetapi sebelum mencapai pintu sebuah suara menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu.
__ADS_1
"Dimana Arka? ucap Arland sedikit mengalihkan pandangannya dari layar komputer.
"Arka sudah tidur siang Tuan" Jawab Ayra
"Tidur siang? tumben bocah itu tidur" ucap Arland sedikit heran dengan putranya.
"Apakah ada yang salah Tuan? ucap Ayra sedikit heran melihat keterkejutan dari wajah seorang Arland.
"Kau kembali lah" ucap Arland.
"Baiklah Tuan kalau Anda membutuhkan sesuatu bisa memanggil saya akan berada di kamar Arka" ucap Ayra dan melanjutkan langkahnya.
Ayra kembali ke arah kamar Arka memastikan kembali kalau bocah itu benar-benar sudah tertidur.
Di balik selimut tebal terdapat seorang bocah cilik memeluk boneka dinosaurus tengah tertidur pulas dengan udara AC yang tidak terlalu dingin di biarkan menyala.
Setelah itu Ayra kembali menutup pintu Arka dan berlalu ke arah balkon kamar Arka dan duduk membawa beberapa benda di tangannya dan menyimpan di atas meja kaca itu.
Ya Ayra tengah menjahit baju Arka yang bolong yang lepas jahitannya. Tidak mungkin kan baju mahal yang baru saja di beli itu di buang hanya karena jahitan nya lepas.
Ayra tengah fokus dengan jahitan di tangannya dan kacamata berlensa besar menutupi hampir sebagian wajahnya.
Kalau di lihat terlihat sangat manis. sangat cocok dengan wajah bulatnya itu.
Ayra menyelesaikan jahitannya yang begitu rapi seperti bekas jahitan sebuah mesin jahit yang terlihat rapi dia akui dirinya memiliki bakat dalam menjahit.
Ayra mengembalikan semua alat jahitannya bertepatan dengan Arlanda yang masuk ke dalam kamar Arka.
Arland berdiri di depan pintu menatap ke arah wanita yang masih menggunakan kacamata besarnya dan itu terlihat lucu baginya.
"Tidak ada saya hanya memastikan Arka" ucap Arland mengangguk dan berbalik pergi begitu saja.
Ayra hanya mengangkat bahu tidak mengerti.
Tidak lama kemudian bocah cilik itu menggerakkan kelopak matanya yang sedikit berair untuk sesaat dia masih bingung dan mengedipkan matanya yang terlihat lucu dengan wajah menggemaskan itu.
"Apakah ini sudah pagi? ucap Arka melihat jam di dinding kamarnya.
"Jam 4 " gumamnya.
"Hah jam 4? terkejut Arka sambil buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah jendela balkon kamar yang masih terbuka dan terlihat matahari sore yang sedikit memasuki celah gorden itu.
"Berarti ini benar aku tertidur siang" Gumam Arka bahwa dia tidak berhalusinasi.
Ceklek
pintu kamar Arka terbuka menampilkan sesosok wanita dengan rambut pirang masuk.
"Boy kau sudah bangun? kemarilah kau mandi terlebih dahulu setelah itu kita akan keluar" ucap Ayra yang baru masuk.
Mendengar kata keluar Arka sedikit bersemangat.
Dia berlalu cepat ke arah kamar mandi.
"Tante aku akan mandi sendiri" teriak Arka menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Ayra memilih untuk membereskan selimut Arka yang di buang begitu saja oleh bocah itu.
Terdengar suara air di kamar mandi menandakan kalau bocah itu sudah mandi.
Ayra menyiapkan baju santai Arka yaitu sebuah kaos warna hitam bersama dengan celana santai selutut.
Tidak lama kemudian sosok kecil keluar dari kamar mandi dengan baju mandi yang menutup tubuh kecilnya itu.
"Sini kakak sudah menyiapkan baju untukmu" ucap Ayra memanggil Arka mendekat.
Arka memakai pakaian yang di siapkan oleh Ayra dengan sepatu sneaker serta kaus kaki putih setengah betisnya menutupi penampilan yang seperti ini terlihat seperti penampilan orang muda biasanya dan itu terlihat keren.
Penampilan Arka yang seperti ini menunjukkan penampilan Arland waktu kecil.
Benar-benar duplikat Arland versi kecil hanya bola mata yang berbeda kalau Arka memiliki bola mata warna biru bahkan rambut Arka sedikit hitam legam.
Kalau Arland memiliki rambut warna hitam kecoklatan serta bola mata coklat sedangkan yang lainnya adalah kopian untuk Arka kecil.
"Sempurna" ucap Ayra berdecak kagum mendapati hasil karyanya begitu sempurna di kenakan oleh Arka.
Bahkan Ayra sedikit mendandani Arka dengan penampilan yang terlihat sedikit berbeda dari bocah cilik pada umumnya.
"Bentar Boy aku harus mengambil gambar mu" ucap Ayra mengeluarkan hp nya dari dalam saku dan mengambil gambar Arka yang hanya diam mengikuti instruksi dari Ayra.
"Nah sekarang waktunya pergi" ucap Ayra dengan penampilan santai sama dengan Arka mereka sekarang terlihat seperti seorang Ibu dan anak tanpa Tuan dan pengasuh.
"Kedua orang itu keluar dari kamar Arka dan mendapati lantai pertama tidak ada orang.
Arland yang kebetulan berdiri di balkon melihat ke arah bawah dan melihat kedua sosok berbeda usia itu berjalan sambil bergandengan tangan keluar dari rumah.
"Kemana mereka? ucap Arland.
Tringggg
Nomor tidak di kenal
Tuan saya membawa Arka main di taman tidak akan lama.
Itu pesan singkat dari seorang Ayra karena tidak mendapati seorang pun di rumah sehingga dia mengirimkan pesan singkat saja karena malas lagi naik mencari Arland untuk meminta ijin.
"Wanita ini" Gumam Ayra berhasil mengetahui siapa yang mengirimkannya pesan.
Halo Tuan!
Kenapa kau tidak meminta ijin terlebih dahulu sebelum keluar membawa Arka?
Saya sudah meminta ijin padamu Tuan barusan.
"Tapi kau harus minta izin langsung kepada ku bagaimana..
*Iya Tuan sudah dulu ya saya tidak akan membawa Arka jauh.
Tuthhh*
"Aish berani nya Dia mematikan telepon ku sepihak seperti itu" geram Arland melihat sambungan telepon sudah terputus.
__ADS_1
Bersambung>>>>>>