Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti

Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti
Keputusan Ayra


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi Arka dengan perlahan menggerakkan kelopak matanya dan melihat sekitar sepi tidak ada orang sama sekali.


Arka terdiam sejenak dan merenungkan sesuatu.


"Apakah aku bermimpi? ucapnya pelan dan wajah nya yang masih pucat itu terlihat sendu.


Dia sedih ternyata dia memimpikan kehadiran Tante Ayra nya di samping. Tenyata setelah bangun dia tidak menemukan orang yang dia ingin jumpa.


"Son kau sudah bangun? ucap Arland dari depan pintu melihat putranya yang sudah duduk dari tidurnya.


Arka mengangkat kelopak matanya dan menatap ayahnya dengan wajah yang tidak bisa di prediksi.


Melihat itu Arland menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apakah kau merasakan sesuatu Son? ucap Arland mendekat.


Arka masih belum membuka mulutnya tetap diam dan menatap ke arah pintu seperti mengharapkan sesuatu untuk datang.


Seseorang datang dari belakang Arland membuat seorang Arka langsung terlonjak kaget.


"Boy kau sudah bangun? ucap Ayra membawakan sebuah nampan yang berisi bubur ayam untuk Arka.


Ya itu Ayra yang baru saja datang dari dapur. Tadi sebelum Arka bangun Ayra ke dapur untuk membuatkan bubur ayam untuk Arka karena anak itu masih sakit dan belum makan apapun sedari kemarin karena demamnya.


Bukannya tidak ada dokter. Kemarin dokter pribadi sudah memeriksa keadaan Arka dan memang demam tetapi karena ketinggian Arka yang menginginkan Ayra untuk mengunjunginya sehingga segala obat pereda panas dan bahkan di rujuk dan di pasangkan infus karena tidak makan tetap itu semua tidak berguna untuknya.


"Tante Ayra" ucap Arka dengan semangat dan langsung menyingkap selimut untuk segera turun dari kasur tapi sebelum itu Ayra sudah melarangnya.


"Jangan turun tetap di tempat" ucap Ayra sebelum Arka melompat terpaksa Arka menahan tubuhnya untuk tidak melompat.


Dia dengan duduk tenang menonton apa yang di lakukan oleh Tante Ayra nya itu.


"Nah sekarang waktunya makan oke" ucap Ayra mengambil mangkuk yang berisi bubur dan meniup bubur itu karena masih panas.


Arka mau tidak mau memakan bubur itu supaya Tante Ayra nya tidak meninggalkan dia lagi.


"Aaaa" ucap Ayra sambil memperaktekkan untuk Arka membuka mulutnya.


Arka tanpa menolak menerima suapan bubur ayam itu padahal Arka biasanya tidak sama sekali suka yang namanya bubur.


Tetapi kali ini dia melahap bubur itu dengan tenang sampai habis tanpa mengeluh sama sekali.


Bahkan Arland terperangah tidak percaya sekarang dia semakin yakin kalau pelunak untuk Arka adalah Ayra.


Setiap kata-kata yang keluar dari mulut Ayra akan sangat di turuti oleh bocah dingin itu.

__ADS_1


Di sini yang orang tuanya siapa? Ayra apa Arland?


"Good Boy" ucap Ayra dengan tersenyum lembut mengelus kepala Arka lembut karena berhasil memakan habis bubur ayam itu.


"Ini minum dulu" ucap Ayra.


"Nah sekarang minum obat oke? ucap Ayra lagi dan memberikan beberapa obat dan sirup kepada Arka.


Semua perintah Ayra di lakukan oleh Arka tanpa menolak semakin membuat Arland meyakinkan suatu hal.


"Tante Ayra" panggil pelan Arka setelah menyelesaikan minum obatnya.


"Hm? ucap Ayra menatap Arka.


"Tante Ayra yang memasak bubur itu? ucap Arka


"Ya Tante apakah itu enak? ucap Ayra


"Sangat enak Tante Arka menyukainya" ucap Arka.


"Tante Ayra! ucap Arka lagi setelah terdiam beberapa saat.


Dia sedikit melihat Ayra dengan takut-takut membuat Ayra heran dengan sikap makhluk kecil di depannya.


"Ayo coba katakan ada apa? ucap Ayra lagi.


"Apakah Tante tidak akan marah? ucap Arka.


Sekarang dia terlihat seperti anak-anak sesungguhnya yang merengek.


"Tergantung apa yang Arka katakan. Coba katakan kepada Tante" ucap Ayra menatap lembut bocah di depannya yang masih mengatup rapat bibirnya menimbang perkataan yang akan Ia lontarkan.


"Hm Tante Ayra bolehkah Arka minta Tante untuk menemaniku di rumah ini setiap hari? ucap Arka menunduk siap menerima amarah Ayra nantinya.


Ayra sedikit terkikik dengan pertanyaan Arka yang menggunakan kata lain selain kata pengasuh.


Bocah ini benar-benar pintar.


"Kenapa Arka ingin Tante Ayra disini? ucap Ayra.


"Aku hanya nyaman sama Tante dan Daddy selain itu tidak ada lagi orang lain" ucap Arka menatap ke arah Ayra dengan mata bulat dan tulus itu.


Karena memang Arka sangat menginginkan sosok seperti Ayra. Bocah kecil itu yakin dengan perasaan nyamannya karena selama ini tidak ada orang dewasa yang berhasil mendekat ke arahnya selain Daddy.


"Tante sudah di sini mulai saat ini" ucap Ayra.

__ADS_1


"Benarkah Tante? ucap Arka girang dengan mata bulatnya.


"Ya Tante di sini bersama Arka" ucap Ayra.


"Makasih Tante sudah mau bersama Arka" ucap Bocah kecil itu memeluk leher Ayra dengan erat.


Arland yang masih menyaksikan momen kedua orang itu hanya menghela nafas sedikit lega Ayra menerima tawaran mereka kalau tidak mungkin Arland perlu merencanakan rencana licik untuk menarik Ayra.


Sebelumnya.


Setelah memutuskan beberapa hal dan mengetahui kalau Arka tidak memiliki Ibu sehingga dia tidak melihat wanita lain di rumah ini selain para pelayan.


Ayra bukan apa-apa menanyakan dimana Ibu Arka karena sedari dia masuk ke dalam rumah besar itu tidak menemukan tanda keberadaan wanita di rumah itu.


Seharusnya pas Arka sakit ibunya juga ada.


Setelah mendengar perkataan Arland yang akan memberikan dia gaji tinggi ya sudah Ayra mah mau aja.


Dia bukan wanita munafik yang tidak membutuhkan uang kalau ada yang mudah kenapa tidak mengambilnya kenapa harus menyusahkan diri.


Bukan berarti Ayra wanita matre ya tapi dia realistis. Sekarang dia memerlukan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang hanya sendirian itu.


Apalagi pekerjaan nya hanya menemani Arka gak ada yang lain.


Arland juga tidak menyangka Ayra akan menerima tawarannya begitu saja. Dia pikir mungkin akan sedikit sulit melihat kepribadian Ayra yang mungkin mempertahankan harga dirinya tidak mau di perintah ternyata itu salah.


Malah Ayra dengan senang hati menerima tawarannya dan akan menjaga Arka seperti bagian dari hidupnya.


Apalagi Arland sudah menyelidiki identitas Ayra dan menemukan Ayra tinggal sendirian tanpa kerabat lagi.


Dan tidak ada identitas yang mencurigakan apalagi pekerjaan yang menuju ke arah sesat.


Ayra wanita bersih yang mengandalkan kedua tangannya untuk bekerja.


Tanpa melakukan hal yang sesat seperti wanita kebanyakan yang memilih jalan singkat untuk menghasilkan uang.


Ini juga sebabnya sehingga Arland mengijinkan Ayra untuk menjaga Arka.


Secara tidak langsung Arland mempercayai wanita sederhana itu yang selalu lugas baik perkataan maupun tindakannya.


Dia menyukai karakter orang seperti itu.


Dari pada orang yang bermulut manis tetapi kelakuan seperti hantu.


Yaya selamat membaca 🤗

__ADS_1


__ADS_2