Antara Cinta Dan Wasiat

Antara Cinta Dan Wasiat
Cemburu


__ADS_3

"Sudahlah, apa kau tidak tertarik untuk mengenal eonniemu lebih jauh?" Lisa tersenyum.


"Kau telah menemukannya oppa? Dimana dia?" tanya Lisa dengan antusiasnya.


"Tuh lihatlah, dia yang berdiri tepat didepan Jennie" Lisa menoleh, Jisoolah yang ada didepan Jennie.


Benarkah dia eonnie yang selama ini dicarinya? Tapi mengapa ia merasa tidak ada kemiripian diantaranya dengan Jisoo. Apakah Sehun membohonginya? Tapi untuk apa Sehun melakukan hal itu? Apa karna ia begitu mencintai Jisoo? Sampai ia melakukan hal serendah ini.


Tak ingin merusak akting Sehun, Lisa hanya tersenyum simpul. Berjalan mendekati Jennie dan juga Jisoo. Lalu dalam hitungan detik, Lisa memeluk Jisoo begitu hangatnya.


Jisoo membulatkan matanya, sudah pasti saat ini ia terkejut. Orang yang begitu kaku, ketus dan juga cuek. Bagaimana bisa dengan mudahnya percaya dengan perkataan Sehun, tanpa meminta bukti yang meyakinkan.


Sejujurnya apa yang dikatakan Sehun sungguh aneh, bagaimana ia bisa mengetahui. Bila Jisoo adalah eonnie kandungnya. Sedangkan dari nama marganya saja sudah jelas-jelas dari keluarga Kim.


Aku akan menguaknya Jisoo, jika memang kalian saling mencinta. Mengapa harus membodohiku? Harusnya kau katakan saja bila kalian saling cinta, toh aku juga sudah tahu. Entah apa yang kau takutkan, sampai kau lakukan sandiwara sebodoh ini_ batin Lisa dengan senyum liciknya.


Lisa melepaskan pelukannya, merasa jika ia tak mendapat balasan dari Jisoo. Ia tahu Jisoo adalah orang yang polos, dari matanya saja sudah terlihat bila ada keraguan. Mana bisa ia menutupi yang bukan sebenarnya kepada orang lain atau dirinya sendiri.


"Kau tak membalas pelukanku?" tanya Lisa lembut.


"A-aku... Kau melakukannya begitu cepat, aku terkejut" ucap Jisoo yang tampak bingung.


Lisa menatap dalam mata Jisoo, hingga membuat Jisoo gugup atas perlakuan Lisa. Bukankah sudah terlihat, jika ini semua seperti sandiwara. Tapi tidak secepat itu, Lisa akan mengikuti kemauan Sehun untuk mengetahui intinya.


"Sudah ayo kita memasak" ajak Sehun yang terlihat begitu bersemangat.


Sedangkan Jisoo tampak masih terpaku dengan tatapan yang Lisa berikan. Mengetahui itu, Jennie berusaha menolong Jisoo. Mengalihkan fokus Lisa dengan berbagai cara. Tapi nampaknya itu tak berdampak apa-apa untuk Lisa.


Lagi dan lagi, Sehunlah yang akhirnya turun tangan untuk mengatasi ketertekanan kekasihnya.


"Lisa-ya?" panggil Sehun.


"Hmm?" jawab Lisa yang masih fokus melihat kearah Jisoo.


"Kemarilah, bantu aku membuat dessert. Dan biarkan Jisoo dan Jennie membuat makanan beratnya" Sehun berhasil mengalihkan pandangannya kearah Jisoo.


Kini Lisa dan Sehun asik membuat dessert, tampak begitu akrab dan juga romantis. Saling jahil satu sama lain, tawanya serasa bergema disekeliling dapur. Walau tawanya tak sekeras yang dibayangkan pembaca. Namun sepertinya, candaan sedikit diantara Lisa dan Sehun mampu membuat hati Jisoo memanas.

__ADS_1


Cekrekk...



Jungkook datang dan memotret semua kegiatan yang sedang berjalan. Ia sangat senang senyuman tulus terukir indah diwajah Lisa. Ya memang Sehun lah satu-satunya yang mampu membuat Lisa tersenyum lepas selama ini. Jadi tak heran, bila bersama Sehun, Lisa bertingkah layaknya anak kecil.


"Apa kau cemburu?" bisik Jennie kepada Jisoo.


"Ani" ketus Jisoo.


"Aigoo... kenapa kau menjadi seperti itu kepadaku?" protes Jennie.


"Diamlah" pinta Jisoo.


"Jungkook!" panggil Lisa dengan keras.


Jungkook menoleh kearah Lisa, bukan hanya Jungkook. Jennie dan juga Jisoo pun sebenarnya ikut menoleh. Namun hanya sekilas, Jungkook mendekati Lisa. Setelah itu, Sehun pun bertukar tempat dengan Jungkook. Kini Sehun yang memegang kamera yang semula ditangan Jungkook. Tentunya ia manfaatkan untuk memotret sang kekasih, tapi sayangnya itu tak merubah mood Jisoo yang sudah terlanjur rusak karna rasa cemburunya.


"Hey, kau kenapa?" tanya Sehun yang menyadari Jisoo terus melengkungkan bibirnya kebawah.


Sehun tersenyum, mengingat baru saja ia bercanda gurau dengan Lisa. Sudah dapat ditebak bila kini Jisoo tengah cemburu akan keakrabannya dengan Lisa.


"Kau cemburu melihat kedekatanku dengan Lisa?" tanya Sehun yang berlaga polos didepan Jisoo.


Jisoo masih bungkam, ia memilih diam daripada membuat keributan. Tak baik juga jika sampai didengar oleh Jennie maupun Lisa.


"Lihatlah" pinta Sehun sembari menunjuk kearah Lisa dan Jungkook yang tengah asik.



"Bukankah mereka cocok?" tanya Sehun dengan senyum simpulnya.


"Iya, lalu untuk apa... " Sehun menyahut perkataan kekasihnya dengan cepat.


"Agar dia tak lagi mengalami ketertekanan, sudah cukup selama ini dia mengalaminya. Jangan lagi, aku masih mencari foto masalalunya. Dan lagi-lagi yang kudapat hanya foto daddy, tak ada foto mommy sama sekali" ucap Sehun sendu.


"Sampai kapan?" tanya Jisoo yang tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bersabarlah sayang, sebentar lagi. Aku janji padamu, aku akan segera mengungkap semuanya" ucap Sehun sambil menyurai lembut rambut kekasihnya.


"Oppa, bagaimana kau bisa meluluhkannya. Aku saja takut terhadapnya" ucap Jennie yang tiba-tiba menghampiri Sehun dan Jisoo


"Berfikirlah keras, pojokkan dia, sampai dia terpaksa menjawab pertanyaanmu" sembari memberi mata genitnya kepada Jisoo.


Jennie tertunya mengangguk paham. Jisoo sendiri merasa tersipu akan godaan dari Sehun, langsung saja mencubit pelan perut Sehun.


Selesai memasak dan makan malam, Jisoo, Jennie, Sehun, Lisa, dan Jungkook berkumpul diruang keluarga. Baru kenal, Jungkook terlihat sudah akrab sekali dengan Jennie. Lisa berubah datar, ia menyibukkan diri dengan fokus terhadap ponsel ditangannya.


"Jisoo eonnie, beritahu aku. Pertemuan apa saja yang harus ku hadiri besok" Jisoo tertegun, rasanya begitu aneh. Tapi ia suka Lisa memanggilnya seperti itu, seakan ada sengatan kecil dihatinya. Yang membuat tarikan senyum melekat diwajahnya.


"Tak begitu banyak, semua sudah ku selesaikan. Tinggal satu pertemuan saja besok" Lisa mengangguk dengan cepat.


"Besok kau akan datang dalam pertemuan denganku bukan?" lanjut Jisoo meminta kepastian Lisa.


"Hmm" berdehem merupakan jawaban Lisa yang melegenda. Seakan tak ada tandingan lagi untuk jawaban itu.


Sehun berdecak, menarik perhatian Lisa agar melihat kearahnya. Jisoo juga demikian, ia melihat kearah Sehun bersamaan dengan Lisa.


"Bisakah kau tidak terlalu cuek dengan eonniemu sendiri" ketus Sehun.


Lisa diam, selama ini Sehun selalu lembut terhadap Lisa. Dia bahkan sering memaklumi sikap Lisa yang dingin kepada semua orang. Tapi kini berbeda, tentu saja. Jisoo adalah kekasihnya, mana terima Sehun melihat jika kekasih yang dicintainya. Diperlakukan begitu dingin oleh Lisa.


Sebagai adik, Lisa sangat cemburu melihat oppanya lebih mementingkan kekasihnya dibandingkan adiknya. Walau kenyataan Lisa bukanlah adik kandungnya, melainkan tunangannya. Lisa tetap saja cemburu terhadap Jisoo sebagai seorang adik dibandingkan seorang tunangan.


Cup


Lisa mencium pipi Sehun sepintas, "Night oppa" ucapnya yang lalu pergi meninggalkan ruang keluarga begitu saja.


Mata Jisoo membulat, walau Sehun dan Lisa saling menganggap adik kakak. Namun tetap saja tidak merubah kenyataan. Jika mereka sudah bertunangan dan akan segera menikah 9 bulan lagi setelah usia Lisa genap menginjak ke 24 tahun.


Tak ingin Jisoo memanas akan perlakuan Lisa tadi, ia pun langsung menarik tengkuk Jisoo. Lalu ia langsung saja ******* bibir Jisoo dengan penuh cinta. Sontak Jisoo terdiam, membiarkan Sehun terus ******* bibirnya tanpa mampu berbuat apa-apa.


"Hmm!" Jungkook menahan tawanya, terlihat Jennie sengaja berdehem dengan keras. Agar aksi Sehun segera berhenti.


"Dunia bagai milik berdua, kita hanya ngontrak" sindir Jennie sambil menyenggol lengan Jungkook.

__ADS_1


__ADS_2