Antara Cinta Dan Wasiat

Antara Cinta Dan Wasiat
Sakit dan Perih


__ADS_3

"Keluarlah, aku tahu kau sedang tak mau pergi denganku" Jisoo merasa semakin tidak enak dengan Lisa. Baru kali ini ia meminta sesuatu padanya, rasanya tidak pantas jika ia abaikan begitu saja.


Jisoo mengambil ponselnya disaku jas blazer yang dipakainya. Setelah selesai mengetik sesuatu, dengan berani Jisoo menarik lengan Lisa keluar ruangan.


Lisa membulatkan matanya terkejut, selain Sehun tak ada siapapun yang berani selancang ini terhadapnya. Bukannya marah, Lisa malah menunjukkan senyum simpul diwajahnya. Ia merasa seperti kembali dimasa kanak-kanak yang tak sempat ia rasakan dulu.


Selama perjalanan keluar, beberapa karyawan tak berkedip melihat Lisa begitu cantik dengan senyuman diwajahnya. Begitu manisnya, sampai wajahnya tampak cantik seperti berbie. Tentunya hal itu membuat kaum para namja tergoda, dengan kecantikan dan kecerdasan tanpa minus. Namja mana yang tidak tertarik, hanya saja sungguh disayangkan. Sikap Lisa yang dingin dan cuek cukup menjadi tantangan tersendiri bagi para namja yang berusaha mendekatinya.


Dengan genggaman yang masih melekat, Jisoo menarik Lisa keluar kantor. Tanpa menyadari senyum Lisa tak memudar sedikitpun sembari mengikuti lari kecil Jisoo.


Sampai ditempat parkir, Jisoo membukakan pintu untuk Lisa. Setelah Lisa masuk, dengan segera ia berlari menuju tempat duduknya. Jungkook yang melihat Lisa dibawa pergi begitu saja, tanpa menunggu perintah. Tentunya ia langsung membuntuti mobil yang dikendarai Jisoo.


"Kau akan membawaku kemana?" Jisoo tersenyum, sekilas ia melihat kearah Lisa yang tampak menikmati jalan yang dilalui.


"Ini waktunya makan siang, aku akan mengajakmu kerumah" Lisa diam, rasa benci seakan kembali menguasai hatinya. Rasa dimana setiap hari ia harus mengalami siksaan demi siksaan tanpa adanya seorang eomma yang melindunginya. Bahkan tak ada kasih sayang yang menenangkannya dikala takut menghantuinya. Sakit dan perih ketika mengingat bagaiman saat itu, ia menjalani masa-masa depresi tanpa dampingan siapapun. Sosok Sehun pun, tak mampu menutupi kekosongan dalam hidupnya, perjodohan yang dilakukan appanya. Hanyalah membuatnya semakin frustasi, terkadang ia benar-benar berharap bila Jisoo adalah eonnie kandungnya. Namun, nyatanya itu sangat kecil kemungkinan bila Jisoo adalah eonnienya. Mengingat namanya bahkan tak memiliki marga Manoban sedikit pun. Kim Jisoo, jelas-jelas menegaskan jika dia keturunan dari keluarga Kim bukan Manoban.


"Lisa-ya?" panggil Jisoo yang melihat Lisa terdiam setelah ia mengatakan, akan mengajaknya kerumah. "Lalisa?" panggilnya lagi, melihat masih tak ada respon darinya.


Oke, sekali lagi "Mrs. Lalisa?"


"Nee, ada apa?"


Lamunan Lisa buyar, ia menatap kearah Jisoo dengan mata yang tampak berkaca-kaca. Hidungnya juga sudah terlihat memerah, tampaknya ia sedang menahan tangisnya. Melihat hal itu Jisoo menghentikan mobilnya dipinggir jalan, lalu menatap intens kearah Lisa.


"Apa kamu baik-baik saja? " tanya Jisoo yang merasa cemas.


"Nee... " Jisoo masih tak percaya dengan jawaban dan senyuman yang ditunjukan Lisa. Terlihat seperti senyuman miris, untuk menutupi sesuatu yang ada dipikirannya.


Jisoo menggenggam kedua tangan Lisa, berharap bila Lisa dapat mempercayainya. "Katakan Lisa-ya, aku janji akan menjadi pendengarmu yang baik"

__ADS_1


Lisa tak mengatakan apa-apa, rasanya malah semakin perih melihat wajah Jisoo yang menatap dalam kearahnya. Entah mengapa ia benci akan tatapan itu. Ia merasa, tatapan itu penuh dengan rasa kasihan. Dan Lisa tidak suka dikasihani seperti ini.


Tak ingin banyak bicara, Lisa langsung saja menghempaskan genggaman Jisoo. Yang sejujurnya genggaman itu sangat membuat Lisa nyaman, tapi karna tatapan itu juga Lisa melakukannya. Seatbelt yang awalnya masih melekat ditubuh Lisa, kini ia buka dengan brutal. Sesaat Jisoo sempat menahannya, tetapi tatapan tajam yang Lisa lontarkan. Mampu membuat Jisoo mengurungkan niatnya seketika.


Jungkook yang melihat Lisa keluar dari mobil, langsung saja memutuskan untuk menghampirinya.


"Lisa-ya!" teriak Jisoo yang ikut keluar dari mobil dan menghampiri Lisa. Melihat itu Jungkook sempat menghentikan langkahnya, membiarkan Jisoo untuk coba menyelesaikannya.


Lisa masih saja berjalan meninggalkan Jisoo tanpa memperdulikan panggilannya. Hingga Jisoo dengan langkah panjang dapat menggapai lengan Lisa.


Langkah Lisa terhenti, namun tetap saja ia masih membelakangi Jisoo. "Lisa-ya, apa kau marah denganku? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Jisoo dengan wajah yang tampak bingung sekaligus panik.


"Lisa-ya, lihatlah aku. Katakan apa salahku? agar aku bisa memperbaikinya" pinta Jisoo yang mulai merasa bersalah.


Lisa membalikkan badannya, melihat kepala Jisoo telah tertunduk karna rasa bersalahnya. "Mianhae" lirih Jisoo.


Brug...


Lisa langsung saja memeluk tubuh namja dengan hantaman cukup kuat. Sampai membuat namja itu mundur beberapa langkah, namun tak sampai kehilangan keseimbangannya.


Melihat Lisa melaluinya begitu saja, sepontan membuat Jisoo membalikkan badan. Untuk mengetahui siapa yang jadi tujuan Lisa.


"Biarkan tetap seperti ini" pinta Lisa yang memeluk tubuh namja didepannya dengan sangat erat.


Jisoo berjalan mendekati Lisa, untuk meminta penjalasan mengenai apa salahnya. Saat beberapa langkah akan lebih dekat, namja yang dipeluk Lisa tiba-tiba mengulurkan tangannya kedepan. Dengan telapak tangan yang terlihat mengarah Jisoo, seakan mempertegas. Supaya Jisoo tak mendekati Lisa untuk sementara.


"Aku ingin pulang" bisik Lisa yang mendapat tepukan pelan dari Jungkook.


"Nee none" Lisa melepas pelukannya secara perlahan.

__ADS_1


"Kembalilah ke kantor eonnie, Rose akan menggantikanku untuk sementara waktu" ucap Lisa dengan suara yang gemetar.


"T-tapi, apa kau baik-baik saja?" tanya Jisoo khawatir.


Dengan posisi masih membelakangi Jisoo, Lisa tampak mengangguk pelan. Jungkook sebenarnya masih merasa bingung, mengapa Lisa sampai selesu ini. Yang diingatnya, dulu Lisa pernah seperti ini. Hanya karna beberapa hal yang telah memicunya mengingat kenangan sensitif Lisa.


Melihat Lisa semakin memburuk dengan perasaan yang ia tahan. Jungkook langsung membawanya menuju mobil, meninggalkan Jisoo yang terus menatap sendu kearah Lisa.


"Jungkook, hubungilah Rose. Katakan padanya, bawa dokumen yang harus kutanda tangani ke rumah" ucap Lisa sebelum masuk mobil.


"Baik none" jawab Jungkook dengan anggukkan yang mantab.


Sampai mobil yang dikendarai Jungkook berjalan melalui Jisoo, Jisoo tetap saja terdiam. Ia masih merasa bersalah, tanpa tahu apa kesalahannya. Aneh, namun gimana lagi itulah kenyataannya.


...~*****~...


Rose masuk ke ruang kerja Lisa, membawa semua dokumen yang diperlukan. Tak lupa ia juga memeriksa bawaannya kembali, memastikan tidak ada dokumen yang tertinggal.


Ceklekkk...


"Rose?" panggil seseorang yang mengejutkan Rose yang tengah meneliti dokumen bawaannya.


"Eonnie, kau mengejutkanku" pekik Rose sambil memegang dadanya.


"Apa kau sibuk?" tanyanya.


"Lumayan, katakan saja apa yang mengganjal di hatimu. Kau tidak bisa sembunyikan itu dariku, Jisoo eonnie" Jisoo tersenyum, lalu mengambil alih tumpukan dokumen yang ada ditangan Rose. Untuk ditaruhnya diatas meja, Jisoo dengan cepat menarik tangan Rose duduk disofa panjang didalam ruang tersebut.


"Bolehkah aku tahu sedikit mengenai hidup Lisa. Ya aku tidak memaksa bila kau menolak, hanya saja aku tidak enak bila bertanya langsung kepada Sehun oppa" keluh Jisoo yang langsung mendapat anggukan Rose.

__ADS_1


__ADS_2