
Malam sudah menunjukkan kesunyian nya. Namun diteras rumah paman Rachel tetap terdengar ramai. Banyak para santri yang masih bermusyawarah serta mencari bahan referensi untuk menjawab pertanyaan pertanyaan Batsul Masa'il yang akan di selenggarakan besok.
Jangan ditanya, meskipun mereka baru kelas lima dan enam Madrasah Ibtidaiyah. Ilmu agama mereka tidak bisa diremehkan. Apalagi soal perkitapan dan ilmu tafsir Al-Qur'an.
Di Madura, pelajaran agama sangat ditekankan. Bagi kita mungkin kelas lima-enam SD adalah hal yang biasa dihuni oleh anak-anak berumur 11-12 tahun tapi di Madura umur 11-12 baru bisa menginjakkan kaki di kelas 2-3. dikelas lima dan enam mereka sudah fasih dg kitab Alfiyah Ibnu Malik beserta sarahnya. mereka juga mempelajari berbagai ilmu tafsir. Begitu ketatnya pelajaran agama disana sehingga tidak mudah untuk lulus dari Madrasah Ibtidaiyah. Ilmu nahwu sorrof sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para santri.
Kenapa ilmu nahwu sorrof???
Karena peran ilmu Nahwu dan Shorof sangat penting dalam dunia Islam, yaitu membantu memecahkan permasalahan-permasalahan mengenai syari'at-syari'at islam dari segi kebahasaan. Apalagi semua syari'at islam yang ada, adalah berupa teks-teks yang tertulis dalam buku-buku bernuansakan 'arabiyah seperti; Al-qur'an, Al-hadist, Bahkan sampai Ijma' dan Qiyas. Sehingga setiap orang islam yang bermaksud mempelajari sampai mengerti dan menguasai serta memahami Islam, apalagi seorang mujtahid terlebih dahulu harus mengenal bahasa Arab beserta gramatikalnya (Nahwu).
Perbedaan ilmu Nahwu dan Shorof adalah jika ilmu Nahwu bagaimana kita merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang sempurna, baik dari sisi susunan kata tersebut atau perubahan akhir setiap kata dalam kalimat yang dikenal dengan istilah i'rob. Sedangkan ilmu Shorof fokus pada perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk lain yang dikenal dengan istilah tashrif. Dengan ilmu Shorof, kita bisa mengetahui kata yang sesuai untuk digunakan dalam kalimat.
Kedua ilmu tersebut merupakan dasar dan alat untuk mengetahui dan menggali serta memperdalam bahasa Arab yang sudah menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Oleh sebab itu tidaklah heran apabila banyak ahli bahasa (linguist) yang mengatakan: . Artinya: Ilmu shorof itu merupakan ibu dari segala ilmu dan ilmu nahwu (qowaid) merupakan bapaknya.
Di dalam menerjemahkan suatu teks, kita tidak bisa menerjemahkannya dengan kata perkata. Hal ini akan menyebabkan makna dari yang dimaksud akan berbeda dengan aslinya. Di dalam ilmu Nahwu dan ilmu Shorof, ada kata-kata idiom yang tidak bisa diartikan kata perkata. bahwa ilmu Nahwu dan ilmu Shorof sangat berkaitan erat dan sangat penting untuk mempelajari bahasa Arab. Ilmu Nahwu atau yang diidentikkan dengan ilmu Qowaid sendiri adalah ilmu tentang tata bahasa (kaidah-kaidah) bahasa Arab dan ilmu Shorof adalah ilmu yang membahas kata-kata dengan perubahan-perubahannya (tashrif). Sebuah susunan kata-kata dikatakan kalimat sempurna apabila memenuhi dua persyaratan; Pertama, kalimat tersebut terdiri dari dua kata atau lebih. Kedua, susunan kata-kata tersebut dapat dipahami atau mengandung arti yang jelas. Kejelasan arti dari kata-kata tersebut banyak disinggung dalam kajian ilmu Shorof, karena perubahan kata-kata tersebut akan sangat berpengaruh pada keshahihan artinya.
Tujuan yang paling utama seseorang mempelajari ilmu Nahwu dan shorof ini adalah untuk sebagai solusi dalam berupaya menggali dan memahami makna-makna yang terkandung dalam teks-teks Arab, seperti Al-qur'an dan Hadis khususnya dan kitab-kitab lain yang berbahasa Arab umumnya. Di atas sudah kita ketahui betapa erat sekali hubungan antara teks Al-qur'an dan bahasa Arab, kemudian sejarah peletakan ilmu Nahwu Shorof sampai pada Nahwu Shorof sebagai solusi untuk memahami Al-qur'an dan Hadits. Dari sini penulis sangat berharap sekali akan tumbuhnya kecintaan kita dalam mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof.
Setiap orang yang hendak belajar bahasa Arab, seharusnya mempelajari ilmu Nahwu Shorof sejak dini dan sejak di mana kita mau bertekad untuk mempelajarinya agar ilmu Nahwu dan Shorof itu melekat di otak. Sebab ilmu Nahwu dan Shorof memang sebagai ilmu dasarnya dalam membaca bahasa Arab, karena ilmu itu sangat berperan penting dalam ilmu membaca bahasa Arab. Ilmu Nahwu dan Shorof harus sering-sering dilatih agar tidak mudah lupa.
#######
Sementara para santri masih sibuk mempelajari beberapa kitab. Farhan selaku lora/guz (putra kyai) dipondok pesantren milik Kyai Abdul Fataa yang tidak lain adalah abinya sendiri memonitoring setiap santri agar berjalan sesuai dengan harapan.
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 00.45 malam terasa hening dan gelap gulita.
Para santri di persilahkan untuk istirahat secara paksa pada jam 00.00 oleh Farhan. Pada awalnya para santri ngotot masih mau melanjutkan mempelajari beberapa kitab lagi yang akan di jadikan bahan referensi.
Namun Farhan bersikeras memaksa mereka agar segera mengistirahatkan diri. Farhan tidak ingin kesehatan para santri akan bermasalah jika tidak di istirahatkan sama sekali.
Saat ini, tinggalah Farhan seorang diri. Ia menatap langit yang bertaburan bintang. Damai....tenang.... Itulah yang ia rasakan. Tiba-tiba ia teringat seseorang ada sekelebat rasa rindu yang menghampirinya.
"Seandainya kamu tau, disini telah terukir namamu." Gumam Farhan tersenyum sumbang sambil mengarahkan jari telunjuknya kedada bidang nya.
"Aku tak mengharapkan mu jadi milikku, aku hanya berharap suatu saat nanti Allah menjadiku sebagai imam mu di sisa umurku." Lanjutnya.
FLASHBACK
BRUUAK.......!!!
"Astagfirullah hal adzim, suara apa itu?"
Farhan terkejut mendengar suara tabrakan yang berasal dari jalan raya. Dilihatnya seorang gadis remaja berlari tertatih-tatih mencari pertolongan.
"Tolong....!!!"
"Tolong.... Tolong...."
Tak sengaja gadis itu berlari ke arah Farhan yang tak jauh dari tempat kejadian.
__ADS_1
"Tolong saya mas, ada beberapa orang yang berada di dalam mobil itu. Aku mohon tolonglah mereka mas." Ucap gadis itu dengan badan penuh luka. lalu seketika itu pula gadis utu pingsan.
Dengan sigap Farhan menangkap tubuh gadis itu agar tidak terjatuh. Dilihatnya luka yang dialami gadis tersebut cukup parah.
"Sepertinya dia adalah korban tabrakan tadi." pekik Farhan dalam hati.
"Sudah tau terluka parah masih saja memikirkan orang lain." lanjutnya.
Kemudian diletakkan nya gadis tersebut ditempat yang cukup aman. Lalu ia bergegas ke tempat yang ditunjukkan gadis itu sambil menelpon ambulan.
Dengan sigap Farhan mengeluarkan orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut dengan di bantu para warga setempat. Mobil Ambulans pun sudah tiba.
Sementara para korban kecelakaan yang berada didalam mobil itu diangkut oleh mobil ambulan, Farhan membawa gadis itu semobil dengannya menuju Rumah Sakit dengan keadan pingsan dan bercucuran darah disekujur tubuhnya.
"Astagfirullah hal adzim, bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai ke Rumah Sakit."
Farhan yang cukup panik melihat kondisi yang sangat mengenaskan di sekujur tubuh gadis remaja tersebut,
tak henti-hentinya melafalkan istighfar berulang kali. Iapun mengemudikan mobil dengan sangat cepat, hingga bisa mendahului mobil ambulans.
Sesampainya di Rumah Sakit, Farhan segera memanggil tim medis agar para korban kecelakaan dan gadis tersebut dapat penanganan dari dokter secepatnya.
"Yaa Allah apa yang harus aku lakukan, apa aku hubungi keluarga nya?"
"Lah aku kan gak kenal siapa gadis itu begitupun keluarga nya." Ucaf Farhan frustasi ia mondar-mandir di depan UGD.
Farhan pun bergegas meraih tas di dalam mobilnya, tadi ada salah satu warga yang memasukkan tas gadis tersebut kedalam mobil. Lalu Farhan menggeledah isi dari tas milik gadis tadi.
Dilihatnya ada beberapa buku, diantaranya adalah novel Romantis karya Habiburrahman El shirazy.
"Rupanya dia penggemar novel." Gumam Farhan bibirnya terangkat sedikit membentuk sebuah senyuman.
Lalu Farhan mencari barang yang ia butuhkan. "DOMPET", yah dompet, hanya benda itu yang bisa di jadikan petunjuk untuk bisa memberi kabar pada keluarga gadis itu.
Karena di dalam tas tersebut Farhan tidak menemukan handphone mungkin terjatuh pada saat tabrakan tadi.
Farhan menemukan dompet gadis itu lalu ia segera membuka nya. Seketika ia terperangah saat melihat foto siapa yang ada di dalam dompet tersebut.
"Masya Allah, aku harus segera menghubunginya."
Tuuut tuuut tuuut,
Suara telponpun tersambung dengan seseorang di sebrang.
"Hallo, Assalamualaikum"
.
.
__ADS_1
"Ya hallo, Wa'alaikumsalam."
.
.
"Apakah ini dengan bapak Syirajuddin?"
.
.
"Ya benar, ada yang bisa saya bantu."
.
.
"Tolong datang ke Rumah Sakit xxxx putri anda sedang kritis akibat kecelakaan."
.
.
"APA!!!, Innalilah, terimakasih atas informasinya saya akan segera kesana."
.
.
"Baiklah kalau begitu telponnya akan saya tutup ya pak. Assalamualaikum."
.
.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Ucap Syirajuddin Kemudian telpon ditutup
"Bagaimana sus?" Tanya Farhan setelah melihat suster itu menyudahi percakapannya di telpon.
"Alhamdulillah semua keluarga korban sudah diberitahu termasuk yang mas maksud tadi dan sebentar lagi akan sampai kesini." Ucap suster menjelaskan.
Farhan minta tolong pada seorang suster untuk memberitahukan keadaan gadis tersebut pada keluarga pamannya.
"Sebenarnya siapa gadis itu, kenapa foto paman bisa ada di dalam dompet nya?"
Pikiran Farhan Mulai menerka-nerka status gadis tersebut.
bersambung.....
__ADS_1