
Menangislah jika dengan menangis membuat hatimu lebih tenang. Tapi jangan berlebihan nanti Dia cemburu. Karena Dia tak berkenan di duakan apalagi dengan hal fana.
Merdu suara mu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an di sepertiga malam sangat didambakan para penghuni langit. Ah.... Para bidadari itu mereka pasti akan sangat mengagumi para insan yang beribadah dengan hati yang lillah.
Ditengah kesunyian malam, tepat pukul 02.00 Rachel terbangun dari tidurnya. Ia segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya serta mensucikan diri dengan berwudhu.
Setelah dirasa cukup segar, ia beranjak mengambil mukena dan bersiap siap untuk melaksanakan shalat tahajud, hajat, istikharah dan diakhiri dengan shalat witir.
Kenapa shalat witir???
Salat Witir (Arab: صلاة الوتر Sholatul witr) adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu salat subuh, dengan rakaat ganjil. Salat ini dilakukan setelah salat lainnya, seperti tarawih dan tahajjud), hal ini didasarkan pada sebuah hadits. Salat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk "mengganjili" salat-salat yang genap, karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir salat malam.
Witir memiliki banyak sekali keutamaan, berdasarkan hadits Kharijah bin Hudzafah Al-Adwi. Ia menceritakan Rasulullah S.A.W. pernah keluar menemui kami. Dia bersabda
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu salat, yang salat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta yang merah, yakni salat witir. Waktu pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit Fajar”
Di antara dalil yang menujukkan keutamaan dan sekaligus di sunnahkannya salat witir adalah hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bahwa menceritakan: ”Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda: “Wahai ahli Qur’an lakukanlah salat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”
Salat witir dapat dilaksanakan satu, tiga, lima rakaat atau jumlah lain yang ganjil langsung dengan sekali salam. tetapi jumhur ulama berpendapat bahwa salat witir dilaksanakan dengan satu kali salam tiap dua rakaat dan terakhir satu kali salam satu rakaat. sebagai contoh apabila salat witir satu rakaat saja maka satu rakaat satu kali salam. apabila salat witir tiga rakaat maka dilaksanakan dua rakaat satu kali salam di tambah satu rakaat satu kali salam. apabila salat witir lima rakaat maka dilaksanakan empat rakaat dua kali salam ditambah satu rakaat satu kali salam.apabila salat witir tujuh rakaat maka dilaksanan enam rakaat tiga kali salam ditambah satu rakaat satu kali salam.
Adapun hukum melaksanakan shalat witir adalah Sunnah dan tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa hukum melaksanakan shalat witir adalah wajib.
"Alhamdulillah, Engkau menjadikan malam untuk hamba. Sehingga hamba berkesempatan untuk mengenal Mu lebih dekat lagi yaa Rabb." Zahra sangat menikmati suwasana seperti ini.
"Kak, Zahra kok gak dibangunin sih."
Racau Zahra sambil mengucek mata nya yang menyipit karena belum sepenuhnya terbuka. Suaranya yang serak menandakan dia baru bangun tidur.
" Uluh uluh..... Maaf ya dhe', tadi kakak lihat adhe' pulas banget bobok nya jadi gak tega deh yang mau bangunin." Jawab Rachel sambil mencubit kedua pipi zahra dengan gemas.
"Aduh kakak, jangan dicubit dong kan sakit." Rengek Zahra sambil mengelus pipinya yang terasa sedikit sakit setelah di cubit Zahra.
Zahra bangun sebentar lalu menarik selimutnya dan tanpa sadar sudah terlelap lagi.
__ADS_1
"Yah ni anak tadi ngomel ngomel karena gak dibangunin. Nah sekarang tidur cantik lagi. Astagfirullah hal adzim.... Zahrah,,, ayo bangun sayang." Dengan nada suara yang sedikit keras Rachel mencoba membangunkan Zahra.
"Ok lima menit lagi ya kak please....." Lagi lagi Zahra merengek pada Zahra.
"Ok, tapi lima menit gak lebih!!!" Putus Rachel dengan tegas.
Setelah dilihat sudah sampai lima menit, dan waktu menunjukkan hampir adzan subuh. Rachel mencoba membangunkan Zahra.
"Dhe' bentar lagi adzan subuh dikumandangkan, adhe' gak mau bangun???" Ucap Rachel sambil menggoyangkan tubuh Zahra agar cepat bangun.
"Ini udah lebih lima menit loh."
"Dhe'..,"
"Kalau masih belum bangun juga kakak tinggal ya???" Rachel mulai putus asa untuk membangunkan Zahra. Dengan terpaksa Rachel meninggalkan Zahra di kamarnya. Dan segera bergegas pergi ke Mushollah. Di Mushollah sudah penuh dengan para santriwan dan santriwati yang diberi pembatas atau satir.
Shalawat Tarhimpun menggema menandakan adzan subuh akan segera di lantunkan.
Ash-sholatu was-salaamu alaik....
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik....
Yaa naashiral hudaa Yaa khaira khalqillaah...
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik....
Yaa naashiral haqqi Yaa Rasuulallaah....
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik....
Yaa man asraa bikal muhaiminu lailan,
Nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu,
__ADS_1
Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa,
Kullu man fis-samaai wa antal imaamu
Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman,
Sayup sayup Zahra mendengar suara tarhim. Dengan otomatis Zahra melompat dari tempat tidur nya dan buru buru berwudlu.
"Aduh bisa bisa ntar dijewer nih sama ummi jika telat." Gumam Zahra setengah berlari menuju Mushollah.
"Ah kak Rachel kenapa aku ditinggal sih??? Tapi emang dasar akunya yang tidurnya kayak kebo. Pasti kak Rachel sebel pas bangunin aku heheheh." Lirih zahra sambil terkekeh menyadari betapa susahnya dia dibangunkan dari tidurnya.
Setelah sampai di Mushollah, Zahra segera meluruskan shaf shalat nya dan menyusul shalat subuh berjamaah.
"Alhamdulillah gak telat masih bisa menyusul." Gumam Zahra menyunggingkan senyuman.
Setelah selesai melaksanakan shalat berjamaah. Para santri berhambur pada kegiatan masing-masing. Ada yang mengkaji kitab kuning. Ada yang tadarus. Ada yang RO'AN dengan kata lain bersih bersih kamar mandi.
Beda halnya dengan yang dilakukan oleh Rachel dan Zahra. Karena Rachel baru pertama kali berada dilingkungan itu. Rachel hanya menderes Al-Qur'an sambil mengajari Zahra itupun dilakukan di rumah. Zahra dengan senang hati diajari membaca Al-Qur'an dengan lagu Tartil yang dimiliki Rachel. Karena sejak awal sah memang sangat menyukainya.
Setelah selesai nderes Al-Qur'an, Rachel membersihkan kamar menyapu, ngepel dan menata rumah paman nya. Semua itu dilakukan Rachel dengan mudah karena dia sudah terbiasa melakukannya sejak kecil. Kedua orang tua nya selalu mengajarkan hidup sederhana dan tidak bergantung pada orang lain. Hanya memasak yang tidak pernah Rachel lakukan. Itulah makhluk bagaimana pun dia terlihat perfek dengan segudang kelebihan pasti terdapat kekurangan.
Sedangkan Zahra di dhikani (panggil) aleh abinya.
"Udah sayang Rachel Ndak usah melakukan itu. Biar para abdi yang melakukan nya." Ucap ummi ketika melihat Rachel melakukan pekerjaan rumah. Tak bisa dipungkiri ummi pun kagum dengan kepribadian Rachel.
"Ndak pa pa ummi, Rachel sudah biasa mengerjakan ini." Tolak Rachel. Dia pun segera menyelesaikan pekerjaannya.
"Ruang tamu sudah, ruang tengah sudah, kamar ummi sudah kamar yang lain juga sudah, tinggal kamar ku dan Zahra." Gumam Rachel dalam hati.
Rachel berjalan menuju ke kamar nya. Dan mulai membersihkan satu persatu mulai dari baju, menata buku di meja belajar, mengganti spray dan lain lain. Ketika sedang asiknya menata buku buku Rachel melihat ada dua kotak kecil dilihat nya satu atas nama Zahra dan yang satunya lagi atas nama Rachel.
Rachel mulai di hinggapi rasa penasaran ingin rasanya membuka kotak kecil yang tertulis atas nya tapi dia ragu. Pasal nya dia tidak yakin bahwasanya kotak kecil itu adalah miliknya.
__ADS_1
" Apa ya isinya??? Kenapa tertulis namaku dikotak itu. Hemmh, nanti ajalah akan ku tanyakan pada dhe' Zahra." Batin Rachel mengurungkan niatnya untuk membuka kotak kecil itu.
bersambung....