
Mobil melaju dengan cepat dari makam sunan Ampel menuju pulau Madura dengan melewati Jembatan Nasional Suramadu.
Pasalnya, dijembatan ini di larang keras berhenti di tengah jalan. Meskipun itu hanya sekedar untuk mengabadikan momen dengan berfoto Selfi. Itu semua di karenakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.
(Jadi harap maklum ya shobat).🤗
Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya ) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal ), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
"Subhanallah maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Batin Rachel takjub dengan keindahan jembatan Suramadu.
Dengan hati yang selalu berdzikir, Rachel selalu mengingat akan nasehat yang di berikan almarhum kakeknya.
"Nduk, diam mu adalah dzikir, perkataan mu adalah amanah. Maka pergunakanlah lisan dan waktumu sebaik mungkin. Jangan biarkan waktu mengambil kesempatan mu untuk berdzikir dan selalu mengingat Allah SWT." Rachel teringat Pesan kakek nya sewaktu hidup.
"Astagfirullah hal adzim, yaa Allah berkahilah hamba dengan keridhaan Mu. Ajari hamba hijrah dengan hidayah Mu. Ampuni segala dosa hamba Mu yang hina ini yaa Rabb." Doa Rachel dalam hati, tak terasa bulir bulir bening jatuh dari pipinya. Rachel pun segera menghapus nya sebelum yang lain menyadari bahwa dia sedang menangis.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah beralih pulau. Setibanya di pulau garam alias Madura, mobil itu terus melaju sampai ke kabupaten Sampang, hingga akhirnya berhenti di Pondok Pesantren An-Naqsabandiyah di kecamatan Tambelangan. Tepat dalam lingkup pondok itulah rumah paman Rachel. Ketika keluar dari mobil, banyak para santri yang berjejer memberi hormat dengan menundukkan kepalanya sikap ini adalah sebagai tanda bahwa mereka tawadhu' pada keluarga ndalem.
Rachel merasa sangat heran dan takjub dengan kesopanan para santri.
"Subhanallah, semoga aku bisa belajar akhlak dari mereka." Gumam Rachel dalam hati sambil memperhatikan gerak-gerik para santri.
Dari jauh Rachel melihat ada beberapa santri yang bahkan rela melepaskan sandal jepit mereka hanya untuk menjaga kesopanan mereka saat bersalaman dengan paman dan bibik nya.
"Ya Allah, ternyata masih ada orang orang yang memiliki nilai kesopanan yang sangat tinggi di zaman globalisasi ini." Lagi lagi Rachel tercengang dengan cara bersalaman santri putri pada keluarga paman dan bibiknya.
"Dhe', kakak kira tadi ada acara apa sehingga mereka berbondong-bondong menyambut kedatangan kita. Apalagi sambutan mereka tergolong unik hehehe." Bisik Rahel pada adhe' sepupunya yang dari tadi mengekor dibelakang abh dan ummi nya.
"Itu mah sudah biasa kak, disini memang sangat ditekankan pasal akhlak, bahkan Mbah kyai dawuh sebelum beliau wafat bahwasanya beliau tidak ridho jika para santri berakhlak pada beliau tapi tidak kepada orang tua nya." Jawab Zahra yang mulai menyadari keterkejutan Rachel.
"Oh..... Begitu to?" Ucap Rachel yang ber oh seolah faham yang dikatakan adik nyaitu.
__ADS_1
"Iya to." Balas Zahra mengikuti gaya bicara Rachel setelah itu dia terkekeh.
Mereka pun masih kedalam rumah dengan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" rombongan Rachel mengucap salam dengan serentak.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" Jawab seseorang dari dalam rumah. Tak lama setelah itu keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan dari balik tirai ruang tengah.
"MasyaAllah Abi, ummi.... Farhan sangat merindukan kalian." Ucap Farhan yang langsung bersalaman dan memeluk kedua orang tua nya.
"Loh loh loh sama adhe' yang cantik ini emangnya Abang nggak kangen?" Sela Zahra dengan wajah yang pura pura sedih dan mulut cemberut.
Dirasa ada yang berisik Farhan pun menoleh dan mengulum sebuah senyuman. Senyuman jika di lihat oleh para santriwati akan menggoyahkan iman mereka. Hehehe
" Ehemmmz, ya kangen sayang masak sama adhe' sendiri Abang gak kangen?" Kemudian Farhan lekas memeluk adhe'kesayangan nya itu.
Melihat keharmonisan keluarga pamannya Rachel sangat senang dan merasa bersyukur di pertemukan dengan mereka. Tak terasa air mata nya pun lolos menjelajahi pipinya. Ia teringat dengan kedua orang tua nya serta kakak dan adik adik nya. Seketika itu juga Rachel merasakan kerinduan yang mendalam pada keluarga nya.
Pamannya yang menyadari dengan sikap Rachel, memberi isyarat pada Zahra. Zahra yang sedari tadi berada dalam pelukan kakak nya mulai faham dengan isyarat dari abinya mulai membisikkan sesuatu pada kakaknya.
Farhan yang sedikit tidak percaya dengan ucapan zahra lalu merenggangkan pelukannya pada Zahra dan melihat sekilas kebelakang Zahra, dan ternyata benar disitu berdiri lah seorang Rachel. Ada aura berbeda di wajah Farhan, entah itu senang, atau sedih yang jelas sulit untuk diartikan.
Melihat keberadaan Rachel, Farhan pun melepaskan pelukan Zahra.
"Aduh ternyata Abang kedatangan princess dari cool city" ujar Farhan membuyarkan lamunan Rachel.
"Hemh, princess?" Tanya Rachel lalu menoleh ke kanan dan kiri yang tidak menemukan siapa siapa.
"Iya princess," gumam Farhan meyakinkan ia mulai merasa geli sendiri dengan bahasa nya.
"Mana ada bang, disini cuma ada Rachel." Jawab Rachel yang juga tak kalah meyakinkan. Pasalnya diruang tamu cuma ada Rachel dan Zahra yang berada disamping Farhan, sedangkan paman dan bibiknya lebih dulu masuk kedalam untuk mengistirahatkan diri.
Farhan yang melihat Rachel kebingungan mulai terkekeh. Ia sangat gemas dengan adik sepupunya itu. Ada kesenangan tersendiri ketika melihat tingkah Rachel yang sangat menggemaskan baginya.
__ADS_1
" Udah udah, jangan di ladeni kak. Bang Farhan emang gitu orangnya suka jail." Lerai Zahra lalu menggandeng lengan Rachel dan berlalu melewati farhan, mereka menuju kamar Zahra.
"Semoga betah tinggal disini ya dhe', Abang akan selalu mendukung mu." Gumam Farhan sambil memandang kearah Zahra dan Rachel yang mulai menjauh.
##############
"Ummi, Farhan harus balik sekarang, masih banyak urusan yang harus diselesaikan disana." Ucap Farhan pada umminya
"Gak bisa besok atau lusa Han....???" Tanya paman Rachel yang tiba-tiba masuk ke kamar Farhan lalu merangkul istrinya.
"Tidak bisa Abi, ini sudah menjadi tanggung jawab Farhan sebagai ketua pondok sekaligus pengurus." Terang Farhan lalu tersenyum, ia merasa bahagia melihat keromantisan Abi dan ummi nya.
"Semoga kelak jika diberi jodoh aku bisa seromantis mereka hihihi." Batin farhan merasa geli sendiri
"Ya sudah terserah kamu nak, yang penting jaga kesehatan jangan lupa makan dan selalu doakan Abi dan ummi ya sayang." Ucap ummi Farhan dengan nada sedih seolah enggan berpisah dengan jagoan nya.
"Insyaallah ummi, Farhan pasti akan selalu mendoakan ummi dan abi. Doakan Farhan juga ya ummi.... Abi...." Seru Farhan
Setelah selesai berkemas, Farhan menggedong tas ke punggung nya
lalu berpamitan pada ummi dan abinya.
Tak lupa ia menenteng sebuah kantung kresek yang isinya adalah dua buah kotak kecil hampir mirip dengan sebuah kado, mungkin memang kado. ( kira kira apa ya isinya..... Hehehe author kepo ya?) 😜
Sebelum berangkat, Farhan menghampiri kamar Zahra dan memberikan dua kotak kecil. Yang satu untuk Zahra dan yang satunya lagi untuk Rachel. Sebenarnya ia ingin memberikan sendiri tapi karena pada saat itu Rachel tengah beristirahat, makanya dia titipkan ke Zahra.
"Syukran Katsir yaa akhy Kabir, Abang emang Ter lope lope deh pokoknya hehehe." Ucap Zahra sambil menerima kantung kresek dari kakak nya dengan sumringah. Sedangkan Farhan hanya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal samasekali.
"Ya sudah Abang berangkat dulu ya dhe', hati dirumah jangan bandel, dan tolong jagain ummi sama Abi ok sayang." Ucap Farhan dengan penuh kasih sayang pada adik nya.
"Ok abangku yang paling tampan setelah Abi hehehe" jawab Zahra dengan senyum menggoda kakaknya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" ucap Farhan yang tidak mau berlama-lama dalam goda'an adiknya yang terbilang jail, meskipun begitu Farhan sangat menyayangi nya.
__ADS_1
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, Titi DJ ya bang." Dengan melambaikan tangan pada Farhan, Zahra menjawab salam Farhan yang berlalu dari pandangan nya.
Bersambung.....