
" Ayah, apapun keputusan ayah Rachel ikhlas." Ucap Rachel yang juga mengetahui jika perusahaan ayahnya sudah beralih tangan pada orang lain.
Saat ini usia Rachel akan menginjak remaja, dia baru lulus Sekolah Dasar, bersamaan dengan kelulusan Rachel, kakak nya syaheer juga melaksanakan kelulusan Sekolah menengahnya. Kenapa bisa? Ya karena umur Rachel dan kakaknya hanya selisih 3 tahun.
" Maafkan ayah sayang, ayah belum bisa memutuskan, terlalu berat bagi ayah, ayah hanya bisa menanggung salah satu pendidikan dari kalian." jawab pak syiraj dengan perasaan sedih. "Bisakah dari kalian ada yang mengalah di tahun ajaran ini?" lanjut beliau pada kedua anaknya.
Saat ini keluarga Rachel sedang menghadapi problematika pasal ekonomi. Rachel masih sangat ingat waktu ayahnya bersusah payah mencari uang untuk biaya akhir sekolah nya, Hingga menjual mobil untuk biaya kelulusan mereka. Dengan penuh perhitungan Rachel pun bersedia untuk mengalah, ya... Rachel hanya menginginkan kakak nya yang melanjutkan sekolah, bagaimana dengan dirinya??? Jika ada Rizki, waktu dan kesempatan insyaallah dia juga akan menyusul kakaknya melanjutkan sekolah. Itulah pendapat Rachel. Toh yang namanya takdir sudah di tertulis rapi dalam skenario yang Maha Kuasa.
"Man Jadda wa Jadda, tidak boleh sedih apalagi putus asa, semangat.,.....!!!" Gumam Rachel dalam hati menyemangati diri sendiri.
" Kamu ikhlas nak?" Tanya ayah Rachel
"Insyaallah yah, Rachel akan belajar ikhlas dan sabar" jawab Rachel dengan nada meyakinkan.
" Tapi Abang yang gak ikhlas dhe', adhe' harus lanjut sekolah, Abang tidak mengapa jika harus menunggu sampai tahun depan, sambil lalu Abang mau bantu ayah cari pekerjaan." Tiba tiba syaheer datang dengan wajah sendu.
"Abang, abang dengerin adhe' ya, abang itu anak cowok, abang harus perpendidikan tinggi, kelak Abang akan menjadi kepala rumah tangga, dan membantu ayah, tanggung jawab Abang sangat besar dan saat ini Abang yang lebih membutuhkan pendidikan itu." Terang Rachel pada Abangnya dengan penuh keyakinan.
"Tapi dhe'..." Sahut syaheer terpotong oleh gelengan kepala Rachel.
Dengan perasaan bimbang syaheer meninggalkan tempat perdebatan nya dengan sang adhe' yang sangat disayanginya.
--------------------------------
Saat ini Rachel tengah bersiap-siap, baju bajunya dan peralatan yang lain sudah dikemas dengan rapi didalam koper.
"Man Jadda wa Jadda, semangat Rachel, kamu pasti bisa, kamu pasti kuat." Kembali Rachel menyemangati diri sendiri.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua nya, Rachel memeluk dengan erat kakak tersayang nya, serta adik-adiknya.
__ADS_1
"Bismillahi Tawakkaltu 'alallah" ucap Rachel dengan mata yang berkaca-kaca dan dada yang semakin terasa sesak diapun mulai melangkah kan kaki nya menuju mobil pamannya.
bibik Rachel menyambutnya dengan penuh kehangatan, lalu menggenggam tangan Rachel.
"Tenangkan hatimu sayang, insyaallah ini adalah keputusan yang tepat" ucap bibik Rachel menenangkan Rachel, dia tau jika Rachel juga masih bimbang dengan keputusan nya. Apalagi selama ini Rachel belum pernah berpisah dengan keluarga nya.
" Iya bik, insyaallah hati Rachel sudah mantap dan ikhlas dengan keputusan Rachel." Jawab Rachel meyakinkan bibiknya. Rachel sangat bersyukur pada paman dan bibiknya. Di saat keluarganya tengah terpuruk dan mengalami geronjalan ekonomi yang sangat buruk masih ada yang mau membantu meringankan beban kedua orang tua nya. Paman Rachel adalah saudara dari Ayahnya lebih tepatnya lagi adalah kakak kandung ayah nya. Beliau adalah sosok yang sangat berwibawa dan penyabar tentunya sangat baik hati. Apalagi sifat penyayang nya yang selalu menjadi pertimbangan Rachel sehingga mengiyakan tawaran pamannya.
FLASHBACK
Setelah kepergian syaheer, paman dan bibik Rachel menghampiri nya.
"Keponakanku sayang jangan bersedih ya nak, insyaallah paman dan bibik sanggup menyekolahkan mu, tapi dengan syarat kamu harus ikut kerumah paman dan bibik"
Ucap paman Rachel.
" Paman, Rachel tidak mau merepotkan paman." Tolak Rachel.
"Jika Rachel setuju, besok pagi pagi sekali kita berangkat karena perjalanan dari sini ke rumah paman memakan waktu tujuh sampai delapan jam." Lanjut nya.
Setelah perpikir panjang, Rachel mengiyakan tawaran pamannya.
"Jika memang sudah tertulis dalam takdir aku harus ikut dengan paman untuk melanjutkan pendidikan ku, maka akan ku terima dengan lapang dada, meski harus berada jauh dari keluarga. Siapa tau kelak aku bisa melanjutkan kepondok pesantren. Semangat Rachel !!!" Ucap Rachel dalam hati menyemangati diri sendiri.
"Toh dengan begini aku akan belajar mandiri." Lanjutnya.
Rachel pun Beranjak dari tempat duduknya, dan berlalu kekamarnya.
"Yaa Allah, Rahmatilah aku dengan segala anugerah Mu, jadikanlah aku anak yang shalihah, jika ini takdir Mu aku ikhlas. Jagalah kedua orang tua ku, kutitipkan keluarga ku pada-Mu." Gumam Rachel lalu memanjatkan doa sebelum tidur.
__ADS_1
Flashback off
-------------------------------------------------------
Dipertengahan jalan, Rombongan Rachel dan pamannya sekeluarga istirahat sekaligus ziarah ke makam waliyullah sunan Ampel.
Sunan Ampel adalah salah seorang wali di antara Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Ia lahir 1401 di Campa. Menurut Encyclopedia Van Nederlandesh Indie diketahui bahwa Campa adalah satu negeri kecil yang terletak di Vietnam, sementara Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa.
Sunan Ampel adalah putra Syekh Ibrahim as Samarkandy yang dimakamkan di Tuban. Ibrahhim Asmarakandi merupakan putrah Syekh Jumadil Kubro. Walau demikian, terdapat pula sebagian riwayat yang menyatakan bahwa Sunan Ampel merupakan anak dariMaulana Malik Ibrahim (menantu Sultan Champa dan ipar Dwarawati).
Setelah melakukan ziarah, Rachel diajak oleh adik sepupunya berjalan jalan sebentar untuk melihat lihat pernak-pernik yang dijual secara berjejer di jalan masuk makam. Setelah dirasa cukup lelah mereka berdua kembali ke rombongan keluarga nya.
"Kak coba lihat, gelang ini bagus banget ya?" Tanya Zahra pada rachel.
"Iya dhe', bagus banget, cantik, apalagi yang memakai nya gadis secantik adhe'ku ini" Puji Rachel yang sangat gemas dengan kelakuan adhe'nya.
"Ah kakak bisa aja, kakak juga cantik, cantik banget malah." Jawab Zahra dengan wajah yang memerah.
"Oh iya kakak cuma beli tasbih? Kenapa gak beli yang lainnya?" Lagi lagi Zahrabertanya pada Rachel.
"Iya dhe', karena yang kakak perlukan cuma ini." Jawab Rachel sambil mengangkat tangan kanannya yang dilingkari dengan sebuah tasbih.
"Tapikan pernak-pernik tadi cantik cantik kak, apa kakak tidak tertarik?" Cerca Zahra yang mulai penasaran pada kakak sepupu nya.
"Semua itu hanya perhiasan dunia dhe' yang bisa rusak dan berakhir dengan mubadzir, kakak cuma butuh tasbih ini untuk membuat perhiasan kakak di akhirat kelak." Terang Rachel
"Udah yuk dhe', nanti paman pusing mencari kita" lanjut Rachel yang sudah melihat pamannya berjalan kearah mereka berdua.
"Rachel, Zahra, jika sudah selesai ayo cepat kembali ke mobil, kita harus melanjutkan perjalanan." Ucap paman Rachel dengan tegas.
__ADS_1
Mereka pun menuju ke tempat mobil diparkir diarea belakang masjid, dan melanjutkan perjalanan ke pulau garam (Madura).