
Kadang ketika kita berada di tempat yang gelap kita merasa terkubur. Padahal sebenarnya Allah tengah menanam kita agar dapat tumbuh subur. Teruslah berprasangka baik, karena Allah selalu bersama prasangka hamba Nya.
Di cool city (Malang), tepatnya di rumah yang sebelumnya menjadi tempat bernaung bagi Rachel. Syaheer berusaha keras mencari pekerjaan untuk menambah penghasilan keluarganya. Setelah kepergian Rachel, syaheer memutuskan untuk menunda sekolah nya. Perasaan bersalah pada adiknya membuat syaheer patah semangat untuk melanjutkan sekolah.
"Jika aku bisa sekolah kamu juga harus bersekolah dhe', jika kamu tidak sekolah maka bagaimana bisa aku melanjutkan sekolah???" Batin syaheer dadanya bergetar, terasa sakit dan perih mengingat pengorbanan Rachel.
"Tapi Abang gak akan menyia-nyiakan pengorbanan mu dhe', abang hanya menundanya agar kita bisa sama-sama bersekolah." Lanjutnya
Mungkin tidak akan mudah bagi syaheer untuk mendapatkan pekerjaan karena dia hanya lulusan SMP. Tapi syaheer tidak patah semangat dan terus mencoba untuk mendapatkan pekerjaan.
Ditempat lain "Syirajuddin" ayah Rachel kesehatan nya lama kelamaan semakin menurun. Tapi beliau tidak pernah putus asa untuk menafkahi keluarga nya. Segala macam pekerjaan dilakukan oleh nya asalkan bisa menghasilkan uang yang halal.
"Alhamdulillah semoga Allah senantiasa memberikan rahmat-Nya pada keluargaku." Gumam Syirajuddin setelah menyisihkan sebagian dari penghasilan nya untuk di bagikan pada anak-anak yatim piatu.
"Terimakasih atas Rizqi Mu hari ini yaa Allah."
Syirajuddin pun bergegas pulang setelah bekerja seharian jadi kuli panggul. Ditengah perjalanan Syirajuddin bertemu dengan Isabella putri dari almarhum kakak perempuannya. Syirajuddin menyunggingkan senyum pada Bella.
"Bella, dari mana sayang?"
Sapa Syirajuddin pada keponakan nya dengan penuh kasih sayang.
"Siapa lho, gue gak kenal sama rakyat jelata seperti lho!!!" Geram Bella pada Syirajuddin.
"Loh nak ini paman." Jawab Syirajuddin.
"PAMAN,,,,,??? In your dream!!!!, Minggir gue mau lewat !!!" Bentak Bella lalu mendorong tubuh Syirajuddin hingga terjerembab ke selokan.
"Astagfirullah hal adzim, kenapa kamu menjadi seperti ini nak." Gumam Syirajuddin mengelus dada nya sambil memandangi tubuh Bella yang berlalu dari hadapan nya.
Syirajuddin pulang membawa kesedihan yang begitu mendalam. Dia tidak habis pikir kenapa Bella bisa berubah sedrastis itu. Bella yang notabene nya anak yang lemah lembut dan sangat ramah berbanding terbalik dengan Bella yang sekarang.
Β
π«π«π«π«π«
Β
"Kak....." Zahra berlari menuju Rachel.
"Iya adhe' ku sayang gak usah lari-larian macam anak kecil saja." Jawab Rachel sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Ka', Zahra lupa belum kasih tau kakak" ucap Zahra lalu menuju meja belajarnya.
"Kasih tau apa dhe'?" Tanya Rachel penasaran.
Zahra mengambil dua kotak kecil yang dia simpan di meja belajar nya lalu memberikan satu kotak yang bertuliskan nama Rachel.
"Ini dari bang Farhan, pas sebelum dia berangkat ke pondok pesantren kemaren." Ucap zahra lalu menyodorkan sebuah kotak kecil.
"Kita buka sama-sama yuk kak." Ajak Zahra.
__ADS_1
Rachel menerima kotak kecil itu dengan tersenyum. Rachel tidak menyangka itu adalah kado dari Farhan kakak sepupunya. Dia memperhatikan bungkusnya yang terlihat begitu rapi dan indah.
"terimakasih ya bang atas kadonya." ucap Rachel dalam hati.
"Kira-kira isinya apa ya kak hehehehe jadi gak sabar." Tanya Zahra antusias.
"Yah mana kakak tau sayang, kakak kan juga belum buka. Biar gak tambah penasaran yuk kita buka." Jawab Rachel.
Mereka berdua dengan telaten membuka bungkusan kado yang berbentuk kotak kecil itu dan eng ing eng......
isinya adalah....π
(author intip dulu ah...π§π§π§) hehehe
Setelah selesai membuka kertas kadonya. Rachel dan zahra membuka kotak kecil itu secara bersamaan.
"Tunggu dulu kak Zahra hitung sampai tiga kita buka bersama okey...." cegah Zahra ketika Rachel akan membukanya.
"okey." Jawab Rachel setuju.
satu....
dua....
ti........
ga,
Bismillahirrahmanirrahim.....
"Kak lihatlah jam tangan Zahra" Ucap zahra dengan girang.
Rachel melihat jam tangan Zahra lalu tersenyum.
"Cantik dhe', imut banget kayak kamu hehehe." Puji Rachel setelah melihat jam tangan milik Zahra.
Zahra tersipu malu mendengar pujian dari Rachel. Wajahnya pun berubah kemerah merahan.
"Ih kakak bisa aja, coba Zahra lihat punya kakak." Zahra melihat jam tangan yang sudah melingkar di tangan kakaknya dengan indah.
"Subhanallah, cantik banget kak....!!!" ucap Zahra heboh.
"Alhamdulillah Iya dhe' dua-duanya sama-sama cantik, indah dan imut. Bang Farhan tau banget ya dhe' selera kita hihihi"
Rachel dan Zahra merasa sangat bahagia dengan jam tangan pemberian Farhan. Zahra beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar ummi nya.
"Kak, Zahra mua pamer ke ummi dulu ya da da da." ucap Zahra sambil melambaikan tangan.
"Anak itu... untung adhe' tersayang." gumam Rachel
Rachel mengambil kotak jam tadi dan membukanya kembali, setelah dilihat-lihat dengan teliti Rachel melihat ada secarik kertas dibawah bantal jam yang dia kenakan. Lalu ia mengambilnya dan membukanya. Ternyata itu adalah sepucuk surat yang ditulis tangan oleh Farhan.
__ADS_1
My princess,
Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi mu dhe'.
Jam ini sebagai pengingat untuk adhe' ketika adhe' tengah lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslimah.
Bersabarlah menghadapi problematika hidup.
karena segala sesuatu pasti akan ada jalan keluarnya.
Belajarlah untuk selalu Ikhlas, jalani dengan lillah. Insyaallah Allah SWT akan mengganti nya dengan yang lebih baik.
Laa Tahzan Wa Laa Takhaf,,,,,
innallah ma'anaa
Jadi jangan pernah merasa sendiri ya dhe', dan jangan pernah sungkan jika membutuhkan sesuatu, kami disini adalah keluarga mu.
semangat...!!!!
Rachel membaca baris demi baris sepucuk surat yang ditulis oleh Farhan, Rachel merasa terharu ternyata kakak sepupunya itu sangat peduli padanya. Setelah sampai di penghujung tulisan Rachel tersenyum indah.
"Syukran akhy Kabir,,, insyaallah aku akan selalu mengingat pesan pesan mu." Ucap Rachel dalam hati lalu melipat kertas itu dan menyimpan nya kembali ke kotak jam miliknya.
Β
π«π«π«
Β
Di kamar ummi Zahra berteriak senang dan mulai memamerkan jam tangan yang diberikan oleh Farhan.
"ummi..,"
"ummi coba lihat deh jam tangan milik Zahra cantik kan???" pamer Zahra pada umminya.
"Loh putri ummi yang cantik, dapat dari mana jam tangannya???" Tanya ummi Zahra pura-pura penasaran.
Pasalnya ummi sendirilah yang membelikan jam tangan putrinya dan jam tangan milik Rachel. Ummi meminta tolong pada Farhan untuk memberikannya pada mereka berdua.
"Coba ummi tebak Zahra dapat jam ini dari mana hehehe" ucap Zahra yang memang sangat manja pada umminya.
"Emmh pasti dari mbak-mbak pondok ya sayang." Jawab ummi Zahra dengan telunjuk tangan kanan di taro di kepala menirukan gaya Zahra saat berpikir.
"Untuk kali ini maaf ummi SALAH hehehe." ucap zahra yang merasa telah berhasil menjaili umminya.
"Terus kalau di bukan dari mbak-mbak adhe' dapat dari mana sayang???" tanya ummi kemudian.
"Dari bang Farhan ummi, bang Farhan yang memberikan jam tangan ini sebagai hadiah buat adhe' dan ka' Rachel." Terang zahra pada umminya dengan bangga.
"Alhamdulillah, ternyata bang Farhan sangat perhatian ya dhe'." Seru ummi lalu memeluk putri kesayangannya itu.
__ADS_1
"Pastinya dong ummi, bang Farhan emang the best hehehe" ucap Zahra sambil mengacungkan kedua jempol nya.
Bersambung.....π€