
Pagi itu adalah hari terakhir Rachel dipeluk sang kakek dari ayah, yah bagai mana tidak....??? karena selang beberapa menit setelah itu, kakek Rachel berpulang ke Rahmatullah.
Dengan kesedihan yang memuncak, Rachel menangis histeris diatas jasad sang kakek.
Pasalnya, Rachel adalah cucu kesayangan kakeknya. Dan Rachel sangat menyayangi kakek nya lebih dari siapapun.
Orang-orang yang melihatnya menatap Rachel dengan tatapan yang penuh dengan kepiluan.
" Kakek, jangan tinggalkan Rachel. Rachel sayang banget sama kakek. Maafkan Rachel yang tidak bisa menjaga kakek, Rachel akan melakukan apapun perintah kakek, Rachel juga akan menjadi anak shalihah seperti yang kakek inginkan, tapi Rachel mohon kakek jangan pergi meninggalkan Rachel sendirian plisss.,. Rachel mohon kakek bangun ya jangan marah lagi sama Rachel". Ucap Rachel sambil mengguncang guncang tubuh yang telah terbujur kaku milik sang kakek dengan suaranya yang mulai melemah.
Air mata Rachel terus saja mengalir tanpa bisa dibendung lagi.
Rachel masih belum percaya dan masih belum ikhlas dengan kepergian sang kakek.
" Dhe', tolong ikhlaskan kakek. jika adhe' benar-benar menyayangi kakek, doakan kakek dengan tulus. ingat ! saat ini hanya doa kita yang sangat diperlukan untuk kakek. Semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau Amiin, lagi pula tidak baik kita terlalu larut dalam kesedihan. Bukan kah setiap yang bernyawa pasti akan merasa kan apa itu yang dinamakan MATI???". Bujuk syaheer pada adiknya yang nampak sangat frustasi dengan meninggalnya sang kakek.
" Dhe'.......," pekik syaheer yang melihat adhe' perempuan nya tiba tiba tidak sadarkan diri. Dan sontak membuat keluarga yang lain juga ikut panik.
Rachel pun dibawa kedalam kamarnya tak lama kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan Rachel. Dikamar Rachel telah duduk sang bunda sambil menggenggam erat tangan Rachel.
"Assalamualaikum". Ucap dokter Rizal
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, dokter ternyata anda sudah datang. tolong periksa anak saya dok, suhu badannya sangat panas dan dari tadi dia mulai meracau". Keluh bunda Rachel yang sangat sedih melihat anak nya berbaring tak sadarkan diri.
"insyaAllah, akan saya usahan sebaik mungkin untuk memeriksa anak ibu, tolong ibu tenang". jawab pak dokter yang mulai memeriksa keadaan Rachel. Dokter itu mengecek suhu tubuh, dan tensi darah Rachel.
Setelah memeriksa keadaan Rachel, dokter itupun menuliskan resep obat, dan memberikan nya pada bunda Rachel.
__ADS_1
" Bagaimana dok, keadaan putri saya?". Tanya bunda Rachel masih dengan mode panik.
" Alhamdulillah, putri anda tidak apa-apa. Hanya saja tensi darah nya sangat rendah, tolong jaga pola makannya, dan usahakan jangan sampai terlalu banyak pikiran. Ini resep obatnya dan tolong diminumkan dengan teratur". balas dokter Rizal sambil memberikan resep obat.
"Kalau begitu saya permisi, karena masih ada perkejaan di Rumah sakit". Lanjut dokter Rizal.
" Baiklah dokter, terimakasih atas waktu nya. mari saya antar". Tawar bunda Rachel lalu mengantarkan dokter keluar dari ruangan Rachel.
Sedangkan di Ruang tamu, sudah banyak orang takziah yang berkumpul baik itu saudara, kerabat, sahabat, tetangga, untuk sekedar mengucapkan belasungkawa dan membaca tahlil. Disana juga terlihat banyak murid murid Al marhum yang datang dari luar pulau.
Kakek Rachel adalah seorang ulamak besar namun enggan menampakkan diri di khalayak umum. Beliau Adalah orang yang Zuhud ahli ibadah. Santrinya pun dari berbagai kalangan.
Pas wafatnya beliau jangankan Rumah, jalan pun tertutup oleh orang yang hendak takziah. Aura ke ulama'an Beliau terpancar dan terlihat saat beliau sudah wafat. Wajah nya bersih dan bersinar, baunya sangat harum bak kasturi. Dan inilah yang menjadi daya tarik para pentakziah untuk menyaksikan langsung acara pemakaman beliau.
#####
Setelah Prosesi pemakaman selesai, tinggal Rachel dan beberapa keluarga yang masih berada di pemakaman.
" Kek, Rachel janji akan selalu menjadi kebanggaan kakek, doakan Rachel ya kek, agar Rachel bisa ikhlas, Rachel sayang kakek sayaaang banget, Rachel pasti akan selalu memanjatkan doa pada Allah untuk kakek, kakek jangan bersedih, Rachel pamit kek, Assalamualaikum ". Ucap Rachel dengan lirih, sambil mengecup batu nisan yang menjadi saksi betapa pilunya hati Rachel, bulir bulir bening pun lolos melewati pipi lembutnya.
dengan wajah yang sangat pucat, dan tubuh yang sangat lemah, Rachel mencoba untuk tegar dan menguatkan hati dan pikirannya.
(Mencoba untuk Ikhlas meski belum benar-benar ikhlas itu sangat sulit).
" Sudahlah nak, sesungguhnya Allah maha tahu atas apa yang tidak kita ketahui. Ikhlaskan kakek ya sayang, Insyaallah kelak kita akan bertemu di Jannah Nya, amin yaa Rabb". ucap p.syirajuddin pada putri pertamanya. Ayah Rachel sangat mengetahui dengan kedekatan kakek dan anaknya itu, bahkan hari hari Rachel selalu ditemani sang kakek. Jika nenek nya marah, maka kakeknya lah perisai paling jitu bagi Rachel.
"Ia ayah, Rachel sadar bahwasanya Allah SWT lebih menyayangi kakek, makanya kakek lebih dulu bertemu Sang Kuasa". lirih Rachel
__ADS_1
" Insyaallah Rachel akan belajar untuk ikhlas, karena sejatinya segala sesuatu didunia ini akan kembali pada pemilikNya, Bismillahirrahmanirrahim huuuuuuufffs". sambungnya dengan menghembuskan nafas panjang Rachel berdiri dengan sangat berat ia meninggalkan pemakaman bersama ayah, kakak serta kerabat lainnya.
#####
Dilain tempat,
tepatnya di perusahaan ayah Rachel, tanpa mereka sadari ada berita heboh tentang tenggelamnya usaha yang telah susah payah dibangun oleh ayah Rachel. Berita itupun sampai di telinga p.syirajuddin.
"Innalilah wainna ilaihi Raji'un, hamba ikhlas yaa Rabb". Seru ayah Rachel setelah mendengar kabar anjloknya harga saham, dan beralihnya kepemilikan perusahaan.
" Ayah, kenapa tidak di laporkan saja pada pihak berwajib, biar ayah tidak dianggap remeh oleh mereka". Dengan penuh amarah bunda Rachel mencoba memberi solusi.
" Astaghfirullahal adzim, jangan suka marah marah nanti cantiknya hilang loh", goda p.Syiraj pada istrinya dengan sengaja agar tidak terlalu emosi.
" Ayah ini, masih saja bersikap sabar, sudah tahu mereka itu penjilat masih saja di maafkan", gerutu b.Jamelah sambil memberikan kopi hitam favorit suaminya.
" Sudahlah ikhlaskan saja bunda, Insyaallah jika menjadi Rizki kita kelak pasti akan kembali kepada kita. sungguh yang maha kaya itu guzti Allah, insyaallah kita tidak akan pernah kekurangan suatu apapun. Yang terpenting adalah kita harus yakin pada Allah. anggap saja ini sebagian kecil dari uji-coba yang Allah berikan pada kita, agar kita selalu dekat dan bersyukur pada Allah", p.Syiraj mencoba menasihati istrinya.
" Sungguh pertolongan Allah itu sangat dekat dengan kita, sedekat dahi kita dengan sajadah ketika kita bersyujud pada Nya". Lanjut P.Syiraj lalu merangkul pundak istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Semoga keluarga kita diberi keikhlasan dan ketabahan dalam menjalankan takdir Nya ya yah....", balas b.jamelah yang sudah reda amarah nya dan tersenyum merasakan tangan kekar sang suami tercintanya.
Stop..,......!!!
disini dulu ya shobat, author nya mau tobat dulu, hehehe.....π§
insyaallah jika ada kesempatan kita sambung lagi,, πππ
__ADS_1
π€π€π€π€
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.