ANTARA JARAK DAN CINTA

ANTARA JARAK DAN CINTA
2. HATI KU BERDETAK SAAT DI DEKAT MU


__ADS_3

2 HATIKU BERDETAK SAAT DI DEKAT MU


Waktu jam sekolah telah usai, seluruh siswa telah berhamburan pulang. Namun ada sekilas mata memandang seseorang berjalan kaki di sepanjang trotoar, ya gadis itu sedang berjalan kaki menyusuri jalan. Ia menunggu taksi di setiap sudut jalan yang berlalu lalang padat nya kendaraan, baik itu sepeda motor maupun mobil, bahkan truk besar pun melintas sempurna di hadapan nya.


Duh kenapa tidak ada satu pun taksi melintas ya, padahal kan ini halte sekolah tapi kok berasa seperti kuburan saja. batin Clara.


Ya gadis itu Clara Ayunda, gadis berwajah imut yang mana wajah dan senyum nya menghantui pikiran Dev, saat itu Dev melintas di jalan dan melihat Clara berjalan kaki. Dengan hati berdebar ia meyakinkan diri untuk memberikan. tumpangan kepada gadis nya itu.


Kasihan sekali dia, pasti tidak ada taksi yang lewat, padahal kan ia tau jika taksi sangat jarang sekali lewat sini biarpun di padati kendaraan.


Dev menepikan mobil nya tepat di samping gadis tersebut, dan kemudian ia keluar dari mobil sport mewah tersebut.


" Hai Ra kok kamu jalan kaki pulang nya, biasa nya kan kamu di antar supir, emang kamu gak bawa kendaraan?"


Clara hanya menggeleng kan kepala nya, karena ia saat itu belum bisa mengendarai kendaraan apalagi mobil.


" Ya sudah kalau begitu kamu pulang bersama ku aja daripada kamu jalan kaki yang ada gak akan sampai sampai." tawar Dev dengan memberi Clara tumpangan.


" Apa aku tidak merepotkan mu?"


" Kan aku yang menawarkan diri, bahkan kalau kamu mau menumpang pulang bersama ku, dengan senang hati aku akan mengantarkan mu pulang." jelas Dev tersenyum manis.


Blush


Memerah pipi Clara melihat senyum manis Dev yang menatap nya.


Ya ampun pipi nya merah begitu, mengapa dia sangat menggemaskan sekali.


Ingin rasa nya ku kecup pipi tembem nya itu.


Akhir nya Dev mengantarkan Clara pulang ke rumah.


20 menit kemudian...


Mereka sudah sampai di halaman rumah Clara yang memang sangat besar bahkan bisa di katakan sebagai mansion.


" Terima kasih ya kamu sudah mengantarkan aku pulang."


Clara membuka pintu mobil.


" Iya sama sama Ara ya sudah kalau begitu kamu masuk sana, baru aku pulang aku mau lihat kamu masuk ke dalam."


" Ya sudah kalau gitu aku masuk dulu oh iya kamu juga pulang nya hati hati assalamualaikum."


Clara melangkah masuk ke dalam rumah nya yang mewah itu, padahal Clara bisa di katakan orang kaya namun ia tidak pernah ingin menyombongkan diri dengan kekayaan yang ia punya, itu lah yang paling Dev suka dari diri Clara.


" Iya wa'alaikumsalam."


Dev melesat dengan mobil yang ia kendarai, sepanjang jalan tak henti ia tersenyum manis saat mengingat wajah polos gadis itu, apalagi saat pipi nya mendadak merah merona, rasa nya ia ingin sekali mencubit pipi tembem nya itu.


" Kenapa dia menggemaskan sekali ya, apalagi saat pipi nya merah merona ingin rasa aku mencium pipi chubby itu ih gemas lah."


Dev memutar lagu dari radio mobil nya sembari menyusuri jalan pulang. lagu yang sangat mewakili isi hati nya yang berbunga saat ini.


Aku tak tau apa yang lain


Darimu hari ini

__ADS_1


Apa itu karena sepatu flat


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah


Pernah pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chuby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar bentuk cinta itu


Ya kamu


Kini ku tau apa yang lain


Darimu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah


Pernah pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chuby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar bentuk cinta itu


Ya kamu


Oh oh


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah


Pernah pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta oh

__ADS_1


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chuby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci yeah


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chuby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar bentuk cinta itu


Ya kamu hu oh


Cuma dirimu hu


Untuku bentuk cinta itu kamu


Oh ya kamu


" Bentuk cinta itu,,,, ya Ara ku hahaha." Dev ikut bersenandung mendengar lagi yang ia setel dari radio mobil nya.


" Kenapa lagu nya pas banget sama yang aku rasakan ya, apakah ini pertanda kalau dia adalah jodoh ku,,, ya Tuhan jadikan gadis ku itu sebagai pelabuhan hatiku yang terakhir, karena entah mengapa hatiku sangat sulit menerima wanita lain selain gadis berpipi chubby itu." Gumam Dev yang masih mengendarai mobil nya.


Hingga tak terasa ia sudah sampai di depan halaman rumah nya, pak Odi selaku satpam penjaga rumah membukakan pintu gerbang untuk tuan muda nya sembari menyapa nya.


" Selamat siang tuan muda wah ada apa ini tumben sekali wajah anda seceria ini, lagi jatuh cinta." Tebak pak Odi.


Hah kenapa pak Odi bisa tau ya, padahal kan aku gak bilang apa apa.


" Kenapa pak Odi bisa tau apa yang saya rasakan ?" tanya Dev.


" Hahaha jelas saya tau tuan muda kan saya juga pernah muda, kalau seperti yang tuan muda rasakan saat ini biasa nya antara jatuh cinta atau tuan sedang menargetkan seseorang untuk layak tuan muda cintai."


Wah tebakan pak Odi benar semua.


" Wah pak Odi memang hebat, bahkan tanpa saya bicara pun pak Odi sudah tau sendiri jawaban nya, tidak saya sangka bapak sangat luar biasa."


" Hahaha anda terlalu berlebihan tuan muda ya nama nya juga jatuh cinta kalau soal ekspresi wajah itu mudah untuk di tebak iya toh."


" Iya pak Odi anda benar, oh iya kalau gitu say masuk dulu mari pak."


" Oh iya tuan muda silahkan masuk."


Setelah mobil tersebut memasuki halaman rumah nya tak lama pintu gerbang kembali di tutup oleh pak Odi.


Dev masuk ke dalam rumah yang ia lihat di ruang keluarga ada adik nya yang sedang belajar, karena Dav saat itu baru menduduki bangku kelas 5 SD. Dev menghampiri adik nya yang begitu fokus belajar.


" Assalamualaikum dek kamu lagi belajar apa?"


Dav yang melihat kedatangan kakak nya mencium tangan Dev, sebelum nya ia memberi salam dan di jawab oleh nya.


" Wa'alaikumsalam kak, ini aku lagi belajar matematika nih kakak baru pulang sekolah."


" Iya nih ya sudah kamu lanjutkan belajar nya kakak mau naik ke atas mau ganti baju."

__ADS_1


" Iya kak."


...****************...


__ADS_2