ANTARA JARAK DAN CINTA

ANTARA JARAK DAN CINTA
WAHYU ARIFMAN ( DEAR DIARY ) 2


__ADS_3


WAHYU ARIFMAN ( DEAR DIARY ) 2



Serasa amat menyakitkan, entah harus bagaimana lagi ia menahan segala rasa sakit yang saat ini menerkam nya, seolah menggerogoti hingga ke tulang belulang.


" Ya Tuhan,,, jika memang aku tidak di takdir kan untuk hidup lebih lama, jangan lah sakit ku ini membuat seseorang yang aku cintai,,, menangis atas kepergian ku." Ucap nya lirih.


Rasa tak sanggup hanya sekedar mengurangi rasa sakit saja, seolah harus menguras tenaga hingga penuh dengan peluh.


Selesai meminum obat, ia memutuskan untuk keluar dari kamar nya hendak menuju ke lantai dasar.


Nampak di meja makan sudah ada ayah dan kakak perempuan nya.


Dapat ia lihat dari tangga mereka bertiga sedang bercengkrama, sesekali mereka bersenda gurau dan tertawa riang.


Saat menuruni tangga ia berpapasan dengan pelayan yang kala itu dari arah dapur.


" Selamat pagi tuan muda Wahyu." Sapa pelayan tersebut ramah.


" Pagi juga bi Dila, saya duluan ya."


Wahyu berlalu melewati pelayan tersebut menuju ke meja makan.


" Silahkan tuan."


Mereka berdua melihat kedatangan Wahyu pun langsung tersenyum menyambut nya.


" Morning son." Sapa ayah ramah.

__ADS_1


" Morning too ayah, morning cantik." Wahyu menyapa Kakak perempuan nya yang sedang menyiapkan sarapan untuk diri nya.


" Morning too adik ku yang tampan." Jawab sang kakak tersenyum manis menatap nya.


Mereka bertiga sarapan pagi bersama, sarapan yang di selingi oleh obrolan hangat, sesekali kakak dari Wahyu sendiri membuat suasana menjadi penuh tawa.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka memutuskan untuk kembali ke aktivitas masing-masing, namun Wahyu sendiri lebih memilih untuk keruang keluarga bersama kakak nya.


" Dek." panggil kakak perempuan nya.


" Iya kak." Wahyu menoleh ke arah sang kakak yang memanggil nya.


Mereka menonton kartun kesukaan mereka sejak kecil dan selalu menonton berdua, sedangkan ayah mereka sendiri memutuskan untuk keruang olahraga untuk nge-gym.


" Masih suka kambuh sakit nya?" Tanya kembali lirih, bahkan terlihat dari pelupuk mata nya sudah berkaca-kaca.


Wahyu paham akan kekhawatiran sang kakak mengenai kondisi nya yang kurang baik, bahkan jauh sebelum ayah nya tau sang kakak sudah terlebih dahulu mengetahui nya karena sang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam.


Iya tersenyum lirih menatap sang kakak yang begitu menyayangi nya.


" Kakak takut kamu kenapa-napa dek, cuma kamu sama ayah yang kakak punya setelah kepergian ibu.... Sudah cukup kakak kehilangan malaikat kakak, dan kakak gak mau lagi kehilangan malaikat itu lagi untuk yang kedua kali nya."


Bahkan sampai bergetar sang kakak mengatakan diri nya sangat takut kehilangan orang yang ia cintai. Tanpa terasa air mata nya sudah mengalir sempurna di kedua mata indah nya.


" Kak,,,, Lihat aku."


Wahyu menangkup kedua pipi kakak nya lembut, menatap wajah sang kakak yang sudah berlinang air mata.


" Kak Ariel, aku gak apa-apa. Kalaupun aku di takdir kan tidak bertahan lama di dunia ini. please, jangan tangisi kepergian aku, karena air mata kakak adalah luka terdalam aku. Aku gak mau wajah cantik kakak kesayangan aku ini jelek karena sering menangis."


Melepaskan tangkupan ke dua pipi sang kakak dengan beralih menggenggam erat kedua tangan nya.

__ADS_1


" Maafkan aku kak, jika kakak berada di posisi ketiga setelah wanita yang sudah mengisi hari-hari ku dengan kebahagiaan."


Tampak dari kedua alis Ariel yang berkerut kebingungan.


" Siapa perempuan itu dek? kakak mau tau, siapa perempuan luar biasa itu yang sudah berhasil membuat posisi kakak teralihkan?" Tanya nya penuh penasaran.


" Dia bernama.... Jihan kak.... Jihan Alberta.... JiYu kesayangan aku." Dengan penuh cinta ia menjawab wanita yang sudah berhasil membuat nya jatuh cinta.


" Hemm kakak jadi iri deh kalau ada perempuan yang lebih kamu sayangi dari kakak." Pura-pura cemburu Ariel membalikkan tubuh nya menghadap kearah lain.


Dapat Ariel dengar gelak tawa dari Wahyu yang mengetahui ia cemburu, meskipun hanya sekedar pura-pura.


" Hahahaha kakak lucu deh, kapan-kapan aku kenali kakak sama Jihan ya, dia itu satu frekuensi deh sama kakak maka nya aku nyaman sama dia hihihi."


Bahkan Wahyu begitu memuji Jihan meskipun kerap kali Jihan sendiri selalu terlihat nyeleneh namun sangat di cintai nya.


" Wah punya teman baru nih, oke lah kalau gitu kapan-kapan kamu ajak aja ke sini sekalian ngobrol sama-sama." Ariel nampak antusias saat Jihan kekasih adik nya hendak di ajak berkenalan dengan nya.


Setelah mereka berdua kembali menonton tayangan kartun kesukaan mereka, sesekali tertawa terbahak-bahak karena sangkin lucu nya.


...****************...


Hallo reader bestie semuanya othor kembali nih, oiya jangan lupa ya untuk terus ikuti kisah cinta Devara dan Yuji tentu nya.


Jangan lupa juga kunjungi Sosmet othor


IG : PenaCantikPutri


Terima kasih


stay safe and stay healthy all reader bestie ❤️

__ADS_1


__ADS_2