
SI LUCU DAV KECIL ( AWAL KISAH CINTA DEVARA)
Cinta yang indah pasti berawal dari sebuah perjuangan keras, sampai di mana batas itu menemukan titik temu cinta yang indah.
Memang tak mudah menjalani nya, apalagi harus di pisahkan oleh jarak dan waktu. Lantas bagaimana menjalani semua nya.
Kini awan mendung menyelimuti hati Dev, berat rasa nya ia melangkahkan kaki nya menuju ke negara yang terkenal dengan jam big ben.
" Ya Tuhan kuatkan lah hati ini agar bisa menjalani semua nya dengan ikhlas."
Lamunan nya terhenti saat suara ketukan pintu kamar nya.
Tuk tuk tuk.
" Iya masuk."
Masuk lah sosok gadis cantik berpipi chubby seperti bola.
" Hai adik nya kakak yang gembul, sini sayang ."
Gadis yang di katakan gembul itu merengut kesal.
" Aku gak gembul!" Teriak nya kesal.
Sedangkan Dev sendiri tertawa terbahak-bahak melihat adik kesayangannya sedang kesal karena nya.
" Iya deh iya adik nya kakak yang lucu, imut, dan menggemaskan, sini dong masa berdiri terus di depan pintu."
Dav kecil melangkah dan mendekati kakak nya yang sedang duduk di ranjang king size nya. Ia memilih duduk di samping kakak nya.
" Ada apa sayang, tumben ketuk ketuk pintu kamar kakak, biasa nya juga langsung masuk aja." Dev menarik tubuh gempal itu dan meletakkan nya dipangkuan nya.
" Kakak kapan mulai berangkatnya?" Tanya Dav kecil dengan wajah polosnya.
" Nanti sore dek, kan kamu juga bakal ikut antar kakak ke bandara."
Dengan penuh kasih sayang Dev mengusap lembut rambut panjang adik kesayangannya.
__ADS_1
" Nanti kalau aku sudah besar aku mau seperti kakak juga, bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa belajar di sana terus punya banyak teman deh hihihi."
" Iya sayang maka nya kamu harus rajin sekolah nya biar bisa seperti kakak, oke cantik." Dev begitu gemas dengan wajah bulat chubby sang adik. Iya cium nya berkali-kali, bahkan Dav kecil yang biasa risih justru tertawa geli.
" Hahahaha geli kak sudah cukup geli kak hahahaha."
Dev semakin gencar mencubit dan mencium pipi chubby sang adik.
" Biarin aja,,, rasain nih jurus bebek cium pipi adek jiaaaaa."
Tanpa mereka berdua sadari, sepasang suami istri melihat momen itu sangat haru sekaligus bahagia.
" Yah,,, gak terasa ya, jagoan kita udah beranjak dewasa, terkadang dia diam-diam suka menangis karena takut, tapi bunda selalu menguatkan nya agar bisa menghadapi itu semua."
" Iya bunda benar, ayah juga tidak menyangka itu, ternyata begitu cepat waktu berputar dan sekarang putra kita sudah tumbuh dewasa dan tampan."
Kedua nya masih memantau kelakuan anak mereka yang sangat menggemaskan itu.
" Hahahaha kakak stop kak nanti pipi aku semakin besar."
Dav menjauhkan wajah Dev agar berhenti mencium pipi chubby nya.
Tanpa di sangka Dev, Dav menangis. Hal itu membuat sepasang suami istri langsung masuk ke kamar dan melihat apa yang terjadi.
Huaaaaaaa
" Sakittttt."
Dev panik melihat tatapan tajam kedua orang tua nya, dengan perasaan bersalah ia mengelus pipi yang sudah ia gigit nya itu.
" Maaf sayang kakak gak bermaksud, maafkan kakak ya, jangan nangis nanti cantik nya hilang loh."
Bunda Sita menghampiri mereka berdua dan duduk di sebelah Dev.
" Kebiasaan deh suka gitu kakak mah, sakit tau masa di gigit sih pipi adek nya."
Bunda mengambil Dav kecil yang ada di pangkuan Dev.
" Cup cup cup sayang jangan nangis ya, nanti biar bunda marahin kakak mu ya."
Dav kecil kembali tenang saat berada di pelukan hangat sang bunda. Tak lama kemudian si kecil tertidur pulas meskipun masih terdengar suara sesugukkan.
__ADS_1
" Dih udah nangis malah tidur, mungkin dia ngantuk kali hihihi."
" Kakak kebiasaan deh, jangan gitu dong sampai merah loh pipi nya,,,, iya sih menggemaskan tapi gak perlu di gigit juga dong." Ucap bunda Sita kesal.
" Maaf bunda, janji deh gak akan mengulangi lagi." Jawab Dev dengan perasaan bersalah.
Tuan Hazlan yang sedari tadi melihat nya tak bersuara, ia hanya memantau apa yang sedang orang-orang tercinta nya lakukan.
" Nak." Panggil nya tuan Hazlan kepada sang putra.
" Iya ayah."
Tuan Hazlan menghampiri Dev dan duduk tepat di samping Dev sebelah nya.
" Bagaimana dengan persiapan kamu berangkat nanti, apa sudah lengkap semua."
Terdengar helaan nafas Dev seolah ingin membuang semua beban berat yang ia pikul.
" Alhamdulillah yah semua sudah lengkap dan 100% siap."
Terlihat ada genangan air mata di pelupuk mata tuan Hazlan.
" Syukurlah kalau begitu, ayah dan bunda selalu berdoa agar kamu bisa kuat dan terus melangkahkan kaki mu lurus ke depan, dan pasti doa kami berdua selalu menyertai mu nak."
" Aamiin ya Allah, terima kasih ayah bunda doakan terus Dev di negeri orang, jujur Dev takut tapi Dev akan berusaha untuk memberanikan diri." Ia menunduk tak mampu melihat kedua orang tua nya.
Dengan penuh kasih sayang tuan Hazlan dan bunda Sita menguatkan nya, memberikan semangat kepada nya. Mengelus bahu tegap nya, dan memeluk hangat tubuh bidang nya.
" Anak ayah dan bunda pasti kuat, ayah percaya sepenuh nya kepada mu nak. Sebentar lagi kita siap-siap untuk mengantarkan mu ke bandara. Bunda ayo kita siap-siap karena takutnya Dev ketinggalan pesawat."
" Dev siap-siap dulu."
Tuan Hazlan menganggukkan kepala nya, dan beranjak bersama istri dan putri kecil yang ada di pangkuan keluar dari kamar Dev.
Setelah kedua orang tua nya dan adik kecil nya berlalu, Dev langsung bersiap untuk berangkat ke bandara karena keberangkatan menuju ke London kurang lebih 1 jam 45 menit lagi.
Tiba-tiba sebuah nada pesan dari ponsel Dev. Dev membuka pesan itu dan ternyata dari belahan jiwa nya.
Be careful on the way my love ......
...****************...
__ADS_1