
GOOD BYE MY LOVE ( SPESIAL DEVARA )
Kini waktu yang di tunggu telah tiba, secarik harapan menembus atmosfer rindu pasti akan dilalui meski banyak berbagai batuan menghalau langkah.
Apa yang tidak mungkin terjadi jika takdir sudah turun tangan, apa yang ingin kita hindari pasti akan terjadi.
Sama hal nya dengan perpisahan. Jangan kan melepaskan, menjalani nya saja sudah bagaikan menenggak lautan yang tiada henti nya menggenang.
Segala persiapan sudah Clara lakukan, baik itu dalam segi fisik maupun batin nya.
" Ya Tuhan,,, jika langkah ini sempat berpaling dari nya, segera sadarkan aku secepatnya,,,, aku tidak ingin hati ini berkilah dari nya."
Clara yang baru saja menyelesaikan beberapa barang yang sudah ia packing untuk keberangkatan nya ke Amerika Serikat.
Ia ingin melanjutkan kuliah nya di negara Paman Sam tersebut, karena kebetulan di sana juga ada kakak nya yang sedang menempuh pendidikan di kampus yang sama dengan nya nanti.
" Haaahhh,,, akhir nya selesai juga aku mengemas beberapa baju ku, kira-kira Deva lagi apa ya."
Sembari merenggangkan otot tangan nya, ia melangkah menuju ke balkon kamar nya untuk merefleksikan diri nya yang seharian ini mengepack barang nya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Di lain tempat, lebih tepat nya di kediaman keluarga Radiansyah. Dev juga melakukan hal yang sama, yang mana saat ini ia baru selesai mengemas beberapa pakaian nya di bantu oleh bunda Sita.
" Sayang,,, nanti kalau sudah sampai di sana jangan lupa kabari bunda dan ayah ya nak." Bunda Sita tengah melipat baju putra sulung nya untuk di masukkan ke dalam tas koper.
" Pasti bunda, kakak akan kabari kalian semua. Doakan Dev ya bund semoga Dev mampu beradaptasi di negeri orang dan bisa membanggakan kalian seperti yang di katakan paman Andi."
Dev menghampiri bunda Sita yang masih melipat beberapa pakaian yang akan di bawa nya ke London. Dev duduk di samping bunda yang mana bunda lebih memilih duduk di karpet halus dekat ranjang nya.
Dev memeluk hangat wanita yang ia cintai itu, wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan nya penuh dengan kasih sayang.
" Kuat kan kakak ya bund, kakak sebenarnya masih takut melangkah terlalu jauh, apalagi jauh dari kalian." Ucap nya pelan.
" Iya bunda kakak akan kuatkan hati dan diri kakak untuk bisa melangkah sampai mana kakak bisa."
Kini Dev sudah kembali meyakinkan diri sepenuh nya.
Aku juga akan berjuang demi cinta kita Ara, aku yakin kamu pasti juga akan memperjuangkan cinta kita. meskipun kita terpisahkan oleh jarak, tapi percayalah akan ada kisah cinta kita antara jarak dan cinta.
" Bagus itu baru anak bunda Sita hihihi." Peluk nya penuh kehangatan kepada sang putra. Dev pun tak mau kalah dan membalas pelukan hangat itu.
Tanpa mereka sadari di balik pintu, ada sepasang mata menatap kedua nya penuh haru dan bahagia. Siapa lagi kalau bukan ayah Hazlan.
" Kamu pasti bisa nak, ayah dan bunda pasti akan selalu ada buat kamu dan adik kecil mu." Gumam nya tersenyum lirih.
__ADS_1
Tuk tuk tuk
" Boleh ayah masuk?" Panggil nya kepada dua orang yang ia sayangi.
" Sini ayah kita kumpul." Ajak Dev.
Kini mereka bertiga berkumpul di kamar Dev.
" Si gembul mana yah, nanti hilang lagi tu anak." Tanya bunda yang tak melihat Dav kecil.
" Biasalah lagi main sama anak nya Irgi di bawah ada Andi juga kok."
" Ya sudah kita ke bawah aja lah kalau gitu biar sekalian kumpul sama-sama." Ucap bunda Sita.
" Bunda sama ayah duluan aja nanti Dev nyusul."
" Baik lah kalau begitu."
Setelah kedua orang tua nya keluar dari kamar nya. Dev menyempatkan diri untuk mengirim pesan dengan Clara.
Hai Ara, jika perpisahan itu terjadi. Selalu berbagi kabar ya sama aku, pasti aku akan membalas nya. Oh iya besok aku akan berangkat ke London, kamu juga kan akan berangkat ke Amerika? Aku tau ini berat, tapi aku yakin kita bisa menghadapi nya bersama.
Good bye my love❤️
Always love you more my Ara
Your future, Deva ❤️
...****************...
__ADS_1
Momen yang paling di tunggu.
Semoga cinta kalian tetap kuat ya, please jangan sampai luntur atau berkilah.