ANTARA JARAK DAN CINTA

ANTARA JARAK DAN CINTA
JIHAN ALBERTA


__ADS_3


JIHAN ALBERTA



Sosok gadis tomboy berambut panjang sepunggung berwarna hitam dengan gaya nya seperti pria, ia terbangun dari indah nya dunia mimpi manis.


Ya gadis itu adalah sahabat sejati Clara, gadis tomboy yang sangat di takuti di sekolah karena ia sangat jago beladiri silat dan taekwondo, ia tak segan-segan mengeluarkan jurus mematikan nya jika ada orang lain yang mengusik diri nya maupun orang terdekat nya termasuk sahabat nya sendiri.


" Hoaaamm jam berapa ini hemm malah masih ngantuk."


Gadis itu menggeliat manja di ranjang milik nya, sesaat ia memandang jam Beker nya yang berdiri tegak di meja nakas. Sontak saja gadis tomboy itu terkejut bukan main.


Waktu menunjukkan pukul 6 lewat tiga puluh menit.


" Omo Omo Omo jam setengah tujuh, gila gw tidur apa mati suri."


Bagaikan di kejar debt kolektor ia berlari terbirit-birit menuju kamar mandi, bahkan ia secepat kilat menyambar handuk dan langsung mengeluarkan jurus seribu bayangan nya melangkah ke kamar mandi.


10 menit kemudian...


Secepat kilat ia memakai baju seragam nya, untung saja segala perlengkapan ia sekolah telah siap semalam sebelum ia tidur.


Ia melangkah keluar dari kamar nya menuju meja makan. Sigap, cepat seperti petir ia menyambar sandwich yang tersedia di sana, tak lupa segelas susu hangat ia minum sampai tak tersisa. Bahkan orang-orang melihat nya sudah berasumsi jika gadis ini kesurupan reog.

__ADS_1


" Mam Pih aku berangkat sekolah dulu ya assalamualaikum."


Pamit nya tak lupa mencium tangan dan pipi kedua orangtuanya.


" Iya sayang hati-hati jangan ngebut ngebut bawa motor nya." Teriak mama karena gadis itu sudah berlari sangat kencang.


" Heran tu anak gadis ngikut siapa coba kelakuan nya." Gumam pelan sang mama.


Sementara sang papi menglirik jengah sang istri.


Sudah jelas-jelas kelakuan nya mirip mama nya malah masih nanya hadehhh.


" Ya ikut kamu lah sayang, terus ikut siapa lagi masa anak tetangga sebelah, kan kamu dulu nya begitu tomboy nya minta ampun." Ucap papi santai sambil menikmati sandwich dan secangkir kopi hitam.


" Hehehe tapi kan kamu sayang sama aku, love you my husband."


" Idih malah rayu-rayu, tapi kamu tetap wanitaku yang paling aku cintai." Balas nya dengan mencium kembali pipi sang istri mesra.


...----------------...


15 menit kemudian


Sebuah motor trail kesayangan gadis itu, ya gadis itu adalah Jihan Alberta, sahabat sejati Clara telah sampai di depan halaman sekolah, untung nya ia tepat waktu dan waktu tinggal menunjukkan beberapa menit lagi akan mulai bel jam pelajaran.


" Alhamdulillah sampai juga gw, untung ilmu nya Naruto sempat gw pelajari jadi langsung sat set kelar deh."

__ADS_1


Sebelum nya ia memperbaiki rambut nya dengan di ikat tinggi, setelah nya kemudian ia melangkah menuju ke kelas nya.


Samar-samar ia mendengar suara dari lorong yang jarang di lewati siswa-siswi, dimana dari nada suara nya seperti nya ada yang tidak beres. Jihan mengendap-endap berjalan dan bersembunyi di balik tembok, di mana ia melihat sahabatnya di bully habis-habisan oleh geng ciwi-ciwi alay.


Kurang ajar. Berani-berani nya dia ngebully sahabat gw, awas lu ya bakal gw bikin lu gak betah sekolah di sini. Sekalipun bapak lu orang berkuasa gw gak peduli, bapak gw juga gak kalah kaya dari lu pada.


Jihan yang sudah tidak tahan lagi langsung keluar dari persembunyiannya dan dengan tatapan tajam ia mencerca kata-kata yang sangat menyakitkan kepada geng ciwi-ciwi alay itu.


" Oh jadi gini ya siswa SMA JAYA BAKTI, tukang membully, terus suka merasa paling hebat gitu maksud nya. Eh para kurcaci, jangan belagu lu pada mentang-mentang orang tua kalian mendonasikan dana di sekolah ini terus kalian besar kepala gitu? hello papi gw juga termasuk 3 besar donatur terbanyak di sekolah ini, belum lagi si Devanka, bapak nya donatur terbesar pertama di sekolah ini apalagi perusahaan nya paling terkenal SE Asia tenggara lagi, tapi dia gak sombong tu kayak kalian, heh lu pada mikir di atas langit masih ada langit jadi gak usah belagu dan bangga pamerin harta orang tua."


Tak lama Dev datang dan melihat apa yang terjadi.


" Lu berani sakiti Ara? lu semua bakal berurusan langsung sama gw. Paham lu semua!! "


Tanpa banyak pikir geng ciwi-ciwi alay itu bergegas pergi, apalagi saat melihat wajah sangar Dev yang menakutkan itu bikin bulu Roma merinding.


" Kabur kan lu emosi gw."


" Udah Han biarin aja lagian aku juga gak apa apa kok."


" Syukurlah kalau kamu gak apa-apa."


" Iya Ra untung nya kamu gak di apa-apain mereka."


" Yaudah yuk kita masuk ke kelas bentar lagi mau bel tu, biarin aja lah dia nanti juga bakal capek sendiri kok." Ucap Clara santai

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga melangkah menuju ke kelas masing-masing sebelum bel berbunyi.


...****************...


__ADS_2