ANTARA JARAK DAN CINTA

ANTARA JARAK DAN CINTA
MAURIELA GIANNI


__ADS_3


MAURIELA GIANNI



Seorang wanita cantik yang di perkirakan berusia 24 tahun itu. Yang mana wanita cantik ini memiliki segudang prestasi dan kecerdasan di atas rata-rata. Ia juga mendapat gelar sebagai dokter terbaik di salah satu rumah sakit terkenal di kota metropolitan.


Wanita cantik ini juga memiliki seorang adik laki-laki yang tampan dan tak kalah cerdas seperti diri nya. Usia nya terpaut 7 tahun dari nya, yang berarti sekarang sang adik berusia 17 tahun.


Ia juga memiliki seorang lelaki hebat yang bisa mendidik dan menyekolahkan nya dan sang adik hingga saat ini, sejak kepergian sang ibu akibat sakit yang merenggut nyawa nya, membuat hidup nya nyaris berubah hingga mencapai 180°.


Kini kesedihan pun datang kembali, saat beberapa bulan belakangan ini, sang adik di vonis mengidap penyakit jantung, lebih tepat nya pembengkakan pada jantung nya. Hal itu membuat hati nya semakin sakit, rasa takut akan kehilangan orang yang ia cintai sudah pasti ada.


" Dek bangun yuk, kakak udah buatkan sarapan untuk kamu."


Iya mengetuk pintu kamar sang adik untuk mengajak nya sarapan bersama.


Tak lama orang yang di panggil tersebut keluar dari kamar nya. Dapat di lihat rambut nya basah bahwa sang adik baru saja selesai mandi.


" Eh kirain belum bangun ternyata udah mandi, ya sudah kita turun ya lalu sarapan,,, kasihan ayah udah tunggu."


" Baik lah kak, kakak duluan aja."


" Oke lah."

__ADS_1


Akhir nya wanita itu turun dari kamar sang adik yang berada di lantai 2, tepat bersebelahan dengan kamar tidur nya.


Tak lama sang adik turun dari kamar nya dengan pakaian kasual dan sangat terlihat tampan.


" Kemari nak kita sarapan sama-sama, kakak mu sudah memasak sarapan untuk kita." Ajak ayah.


" Baik ayah."


Pemuda itu mendekati meja makan, lalu duduk tepat di sang ayah yang duduk di tengah mereka.


Mereka bertiga menikmati sarapan pagi tersebut penuh ketenangan, tak ada suara kecuali piring dan sendok yang layak nya sedang beradu.


Hingga sarapan selesai baru lah mereka memulai percakapan, karena di keluarga ini memang sudah menjadi adab jika makan tidak boleh sambil berbicara.


" Kak."


Dapat ia lihat dari raut wajah lelaki yang sangat berjasa dalam hidup nya menghirup udara dalam-dalam.


Paham akan raut wajah itu, ia menenangkan sang ayah dengan menggenggam kedua tangan.


" Ada apa ayah?" khawatir nya kepada sang ayah.


Ayah menatap wajah nya sendu, ada raut kesedihan terlihat di sana. Bahkan kaca-kaca kesedihan siap mengalir membasahi wajah tampan itu.


" Bagaimana dengan perkembangan kesehatan adik mu kak. Kak Ariel bicara lah sejujurnya sama ayah nak, ayah siap mendengar semua nya. " Terlihat di balik pelupuk mata nya sudah berlinang air mata, ada rasa kesedihan mendalam di balik air mata itu yang mana siap mengalir sempurna.

__ADS_1


Sungguh rasa nya tidak sanggup melihat kesedihan itu terlukis di wajah sang ayah, cukup sudah kesedihan itu berlalu saat mendiang ibu telah pergi, kini harus terulang kembali.


Tertunduk merenung dan terdiam, tak mampu berkata apa-apa lagi. Sudah cukup hati ini menahan sakit karena kehilangan dan kesedihan.


Tuhan,,, mengapa kau uji keluarga ku kembali, tak cukup kah kau sudah mengambil ibu ku. Dan kini kau akan membawa adik kecil juga,,, harus sesabar dan sekuat apalagi sakit dan kesedihan yang akan ku tanggung.


Tolong tuhan, sudah cukup ayah ku menangisi kepergian wanita tercinta nya, jangan lagi kau ambil separuh hidup nya.


Tes.


Mengalir sempurna air mata itu di wajah cantik nya. Sungguh tangis tanpa suara adalah tangis yang berasal dari hati yang terdalam, sebuah sakit yang di ungkapkan dari tangis, sebuah ungkapan kepedihan yang terungkapkan melalui sebuah tangisan.


Untung nya sang adik saat itu pergi bersama teman nya.


" Untuk saat ini perkembangan nya masih stabil, tapi Wahyu gak boleh olahraga berat apalagi sampai kelelahan. Karena semakin dia kelelahan, maka semakin menurun kondisi nya. Sejauh ini masih lumayan bagus ayah, Ariel akan berusaha keras untuk kesembuhan Wahyu, Ariel janji sama ayah."


Ucap nya bergetar menahan tangis yang semakin membuat hati nya pilu. Namun tak dapat di bohongi jika air mata nya sudah mengalir sempurna.


Jemari tangan lelaki di menggenggam erat tangan putri sulung nya, menatap penuh bangga atas apa yang sudah di lakukan oleh nya.


" Tetap lah jaga kesehatan kakak ya nak, ayah sangat sedih melihat kamu juga ikut sakit nanti nya, makan juga jangan sampai telat. Kamu itu punya maag, jadi jangan sampai makan kamu tidak teratur." Dengan penuh perhatian sang ayah mendekap hangat tubuh wanita yang di cintai nya setelah mendiang sang istri.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata melihat nya penuh kesedihan.


" Terima kasih kak Ariel, ayah ,semua nya kalian memang orang yang baik. Aku akan berusaha untuk melawan sakit ku ini." Gumam nya lirih.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2