ANTARA JARAK DAN CINTA

ANTARA JARAK DAN CINTA
KEHANGATAN KELUARGA RADIANSYAH


__ADS_3


KEHANGATAN KELUARGA RADIANSYAH



Cuaca pagi hari terasa sangat indah dan nyaman, apalagi ada hati yang sedang menunggu momen yang tepat dengan mencurahkan segala isi hati yang selama ini telah lama terpendam.


Kok kok kooooook


Bunyi ayam berkokok membuyarkan mimpi indah seorang pria tampan yang memiliki wajah yang sangat manis. Ya, pria tersebut adalah Dev. Ia menggeliat saat suara menyebalkan dan berisik itu menghentikan tidur indah nya.


" Emm berisik banget sih bunyi ayam tetangga hoaaamm,,, gw sembelih baru tau rasa lu." Gumam nya kesal.


Tapi ia akhirnya beranjak juga dari ranjang nya menuju ke kamar mandi, karena ia ingat jika hari ini bersama dengan sahabat nya akan belajar bersama menjelang ujian Nasional yang akan di selenggarakan Minggu depan.


Beraroma wangi aroma terapi dan campuran mint membuat tubuh Dev sangat relaks, ia merendamkan tubuh nya dalam bathtub sambil bersenandung kecil.


" Perjalanan membawa mu, bertemu dengan ku nanananana."


Setelah selesai dengan kegiatan relaksasi nya, Dev bersiap menuju ke lantai dasar dan bergabung sarapan bersama keluarga tercinta.

__ADS_1


Disana sudah ada ayah bunda dan adik kecil nya juga ada paman Andi, mereka sedang berbincang ria di meja makan sambil menunggu sarapan yang akan di siapkan oleh Bi Tia.


" Selamat pagi semua nya." Sapa Dev kepada mereka.


" Selamat pagi juga sayang, ayo duduk nak." Sahut bunda Sita.


" Wah ada apa nih kayak nya seru banget pembicaraan kalian."


" Gapapa kak cuma bicara tentang kerjaan aja, oh iya nak rencana kamu mau lanjut ke mana setelah lulus ini?" Tanya tuan Hazlan.


" Rencana kakak mau kuliah di London yah tapi kakak gak yakin bisa apa enggak."


" Loh nak Dev kenapa gak yakin, kan kamu anak yang cerdas nak, jadi mudah saja kalau kamu masuk perguruan tinggi, paman yakin pasti kamu bisa kuliah di London."


Sekretaris Andi memang sudah seperti ayah kedua bagi Dev maupun Dav, karena sosok nya yang hangat dan ramah membuat nya begitu di sayangi di keluarga Radiansyah.


" Makasih paman, entah kenapa Dev rasa begitu kalau Dev gak mampu bisa kuliah di London apalagi disana saingan kuat."


Tetap saja keraguan dan kekhawatiran itu menumpuk di benak Dev, Dev tau jika kuliah di luar negeri memang memiliki saingan yang sangat ketat dan kuat apalagi soal kecerdasan.


" Kamu harus yakin nak, paman sangat berharap besar kalau kamu bisa kembali dari London dengan nilai terbaik karena kamu jagoan paman."

__ADS_1


Sebuah semangat tersalurkan oleh Dev ketika sekretaris Andi memberikan motivasi kepada nya untuk selalu yakin jika ia bisa.


" Apa yang di katakan paman Andi itu benar nak, jangan kecewakan kami semua oke, ayah gak mau dengar kalau kamu bilang gak bisa, kamu pasti bisa percaya deh sama ucapan kami pasti kamu bisa."


Dev sangat bersyukur di kelilingi keluarga hangat seperti keluarga Radiansyah, sosok mereka yang begitu hangat, ramah dan baik membuat Dev nyaman dan tak ingin berpisah dengan mereka.


" Makasih ayah, paman semua nya Dev akan berusaha semoga Dev bisa."


" Itu harus dong sayang, jagoan bunda harus lebih hebat dan sukses dari kami."


" Pasti bunda. Oh iya, paman kan anak paman juga sepantaran sama Dev kan, kira-kira dia mau lanjut di mana?"


" Oh Irgi, paman sih terserah dia aja nak apapun pilihan nya paman akan selalu mendukung jika pilihan nya itu yang baik-baik."


" Semoga aja anak paman bisa sukses dan bisa sama-sama dengan Dev nanti nya."


" Aamiin ya Allah."


Mereka akhir nya sarapan pagi bersama, tak lupa si lucu Dav lah pengisi topik pembicaraan penuh canda dan tawa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2