
"Tidak di sangka kalo kak Eden selalu bolos, " ujar Arin.
"Begitulah, " ucapnya.
Sementara itu di sekolah, Akira sedang menatap sinis Hasa. Hasa hanya terdiam saja dan berkeringat karena tatapan Akira sementara Aryan hanya terkekeh saja.
"Kau menolak Arin begitu saja, padahal dia baik," ujar Akira yang tahu semuanya karena melihat video itu yang terposting.
"Kenapa memang? lagian dia yang membuatku jatuh dari batu yang tinggi. Aku hampir mati saat itu, untung saja Irlie menyelamatkanku, " ujar Hasa.
"Apa? Irlie? Justru yang menyelamatkanmu itu Arin, dia juga melompat dari tebing tinggi itu, dasar bodoh. " Akira memberitahu kejadian saat di pantai itu.
"Hah? "
"Yang di katakan Akira itu benar, bahkan Eden kemarin memberitahuku kalau Arin yang menjagamu semalam, bahkan Ibumu sangat berterimakasih padanya, " lanjut Aryan.
Hasa mendengar hal itu sangat terkejut, Hasa kemudian hanya terdiam dan tidak menyangkal orang yang dia tolak adalah orang yang merawatnya.
"Lalu Arin dimana sekarang? " tanya Hasa dengan suara pelan.
"Bukannya dia sudah pulang? Tadi, dia lari kan keluar gerbang dan menerobos begitu saja, " ujar Akira.
"Yah, "
"Jadi begitu. "
Di rumah Eden, Arin sedang duduk di kasur milik Eden, Arin sangat berterimakasih kepada Eden karena sudah merawatnya.
"Terimakasih yah, kau sudah menolongku, " ucap Arin.
__ADS_1
"Uh, yah. "
"Tapi, kenapa kak Eden sering bolos sekolah? " tanya Arin.
"Itu karena aku tidak suka belajar, " jawab Eden.
"Ya ampun, dia jujur sekali, " kata Arin dalam hatinya dengan wajah yang datar.
"Uh, lebih baik kau menginap di rumahku saja, jangan tinggal sendirian lagi. Lagi pula, aku yang akan menjagamu mulai sekarang, " ujar Eden.
"Hah? "
"Pokoknya jangan keluar sampai kau sembuh, kau harus sembuh dulu dari demammu itu baru kau boleh pergi sekolah dan pergi kemana pun yang kau mau, " ujar Eden.
"Kalau begitu, aku akan alfa kalau tidak sekolah, " kata Arin.
"Aku akan mengatakannya pada guru di sekolah besok. Jadi, kau istirahat saja, " ujar Eden.
"Baiklah, " ucap Eden.
"Terimakasih, kak. Kak Eden ternyata sangat baik, " ujar Arin.
"Tidak juga, " kata Eden dan memalingkan wajahnya dengan pipi yang memerah.
"eh? "
"Istirahatlah, aku mau pergi keluar sebentar, " ujar Eden.
"Mau kemana? " Tanya Arin.
__ADS_1
"Ke tokoh," jawab Eden.
"Kalau begitu, hati-hati di jalan, " ucap Arin.
Eden hanya tersenyum kepada Arin, sementara mata Arin terbinar karena baru pertama kali dia melihat senyuman Eden.
Eden kemudian pergi menuju ke tokoh untuk membeli sesuatu.
~•••~•••~•••~•••~•••~•••~•••~•••~•••~•••~
"Kau tahu, dia merasa bersalah saat kau jatuh. Jadi, dia merawatmu semalaman, " ujar Aryan.
"Jadi, gadis yang di katakan Ibu waktu itu... "
"Oh, jadi Ibumu mengenal Arin? " tanya Akira.
"Tidak juga sih, Ibu hilang dia lupa namanya, " kata Hasa datar.
"Tapi, sebaiknya kau minta maaf kepada Arin, " ujar Akira.
"Yah, yang di katakan Akira benar. Kau harus minta maaf padanya, " ujar Aryan.
"Minta maaf? " tanya Hasa.
"Yah, minta maaf. Jika, bukan karenamu Arin gak bakalan mengalami hal memalukan seperti ini, " ujar Akira.
"Baiklah, aku akan minta maaf padanya, " ujar Hasa.
"Nah, itu baru temanku, " puji Aryan.
__ADS_1
"Kelas akan masuk. Ayo kita kembali ke kelas, sampai jumpa Hasa. Kita akan pulang bareng sebentar, " ujar Akira.
"Yah, sampai jumpa. "