
Saat berada di pantai bersama, Akira dan Aryan mengobrol bersama dan bersenang-senang, padahal di batu yang tinggi itu sangat berbahaya. Akira kemudian memegang lengan Arin dan mengajaknya bersama sementara Eden hanya diam saja duduk, Hasa kemudian juga ikut bermain bersama mereka. Akan tetapi, tanpa sengaja Arin menyenggol Hasa sehingga dia terjatuh ke laut.
"Aaaaakh! " teriak Hasa.
"Hasa! " teriak teman-teman Hasa.
Semuanya merasa panik, Arin yang tidak sengaja melakukan hal itu langsung melompat ke bawah untuk menolong Hasa.
"Arin! " teriak Eden melihat Arin melompat ke bawah.
Hasa yang terjatuh di laut tidak sadarkan diri, Arin terus berenang sampai ke dalam dan berusaha menggapai tangan Hasa, Arin terus berusaha sampai akhirnya dia dapat memegang tangan Hasa. Arin kemudian terus berenang dan tidak lama kemudian, teman-temannya datang untuk menolong mereka berdua.
Mereka semua panik, Hasa kemudian di bawa ke tepi laut. Hasa tidak sadarkan diri akibat jatuh dari atas batu, Irlie kemudian dating untuk ikut membantu juga.
"Bawa Hasa ke mobilku, aku akan membawnaya pulang ke rumahnya, " ujar Irlie.
Senuanya kemudian mengangkat tubuh Hasa ke dalam mobil lalu membawanya pulang. Saat kemudian itu tubuh Arin gemetar.
"Seharusnya aku tidak datang, seharusnya aku tidak datang. Ini semua salahku, ini salahku, " ujar Arin dengan memegang kepalanya.
"Yah, benar! Ini semua salahmu, salahmu! Seandainya kau tidak datang Hasa tidak akan seperti itu, kau itu pembawa sial, " ujar Tina menunjuk-nunjuk Arin.
__ADS_1
"Kau benar-benar licik, aku melihat dengan mataku sendiri saat kau sengaja mendorong Hasa kami, " lanjut Lia.
Semua orang menatap tidak suka kepada Arin dan memaki-maki Arin. Arin mengeluarkan air matanya lalu lari dari tempat itu.
"Arin! " panggil Akira.
"Hei, ini bukan salahnya. Dia tidak sengaja melakukannya, kalian hanya suka berburuk sangka kepadanya dan sudah wajar kalian berburuk sangka padanya karena itulah hobi kalian, " ujar Aryan.
"Jangan salahkan Arin, salahkan aku karena akulah yang mengajaknya, " ujar Akira lalu pergi untuk mengejar Arin.
Saat mengejar Arin, Akira kehilangan jejaknya. Arin yang melarikan diri sedang bersembunyi di sebuah pohon besar yang tidak ada satu pun orang melihatnya. Sedangkan Eden bersama Hasa yang pingsan.
Sesampainya di rumah Hasa, Eden menggendong tubuh Hasa menuju ke kamarnya.
Semua hanya menuruti perkataan Eden untuk pergi. Eden kemudian membawa Hasa ke kamarnya dan membaringkan Hasa.
"Ada apa ini, nak Eden? " tanya Ibu Hasa khawatir.
"Tadi, dia terjatuh di laut. Untung saja salah satu teman kami yang bernama Arin menyelamatkannya saat terjatuh tadi, " ujar Eden ramah kepada Ibu Hasa.
"Ya ampun, bagaimana bisa di jatuh ke laut? " tanya Ibunya khawatir.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir Bi, sekarang Hasa baik-baik saja, " ujar Eden.
Ibunya sedikit lega karena keadaan Hasa baik-baik saja. Ibunya penasaran siapa gadis bernama Arin itu yang telah menolong putranya. Tidak lama kemudian suara bell rumah Hasa berbunyi. Ibu Hasa kemudian menuju ke pintu rumahnya.
Ibu Hasa kemudian membuka pintu tersebut dan melihat seorang gadis yang basah kuyup di depan pintu rumah Hasa. Gadis itu tidak lain adalah Arin yang menuju ke rumah Hasa. Arin terlihat sedih dan merasa gugup saat bertemu Ibu Hasa.
"Siapa kau? " tanya Ibu Hasa.
"Aku hanya datang untuk bertemu dengan Hasa, " ujar Arin tanpa memberitahukan namanya.
"Arin?! " terkejut Eden yang berada di belakang Ibu Hasa.
"Jadi, kau Arin? Wah, terimakasih yah telah menolong putraku, " ucap Ibu merasa senang dan memeluk Arin.
Arin kemudian masuk ke rumah Hasa meski dalam keadaan basa dan melihat keadaan Hasa. Arin kemudian memutuskan untuk merawat Hasa.
Skip
Menjelang malam hari, Arin masih saja belum pulang dan terus merawat Hasa. Arin terus menjaga Hasa bahkan sampai subuh. Jam 05:00 subuh WIB, Arin memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
"Eh, kau akan pulang? " tanya Ibu Hasa yang ternyata sudah bangun dari tidurnya juga.
__ADS_1
"Iya, lagi pula keadaan Kak Hasa sudah membaik, " ujar Arin.
Arin kemudian kembali ke rumahnya dalam keadaan tubuh yang panas akibat pakaiannya yang basah dia terus pakai. Arin kemudian menuju ke kamar mandinya dan mengganti pakaiannya. Arin memakai seragam sekolahnya lalu berangkat meski dalam keadaan tubuh yang panas.