
Setelah selesai makan, Arin bingun sekaligus masih tidak percaya kalo Eden pria yang terkenal cukup cuek dan dingin menyukai Arin.
"Arin, kau tahu aku tulus mencintaimu tapi, aku tidak tahu kau mencintaiku atau tidak. Aku hanya menyatakan perasaanku saja, " kata Eden menjelaskan semuanya kepada Arin.
"uh? "
"Aku tahu, kau masih mencintai Hasa. Benar bukan? " tanya Eden.
"Aku tidak tahu dengan perasaanku ini. Tapi, aku masih belum bisa memutuskannya kak," ujar Arin.
"Tapi, aku akan terus menunggu jawabanmu Arin. Aku akan terus menunggumu sampai kau mau menerima perasaanku ini. "
Perkataan Eden membuat Arin merasa bingung. Arin tidak tahu apakah dia harus memilih Eden yang mencintainya dengan tulus atau Hasa cinta pertama Arin.
Arin memang masih memiliki perasaan kepada Hasa akan tetapi pengorbanan Eden yang menolong Arin dengan tulus membuat Arin merasa sangat berterima kasih kepada Hasa.
__ADS_1
"Kenapa aku harus memilih di anta mereka berdua, siapa yang sebenarnya yang pantas untukku? Apakah kak Hasa atau kak Eden? Tapi, gadis yang sendirian seperti diriku bisa apa? Banyak gadis yang lebih sempurna dariku tapi, kenapa kak Eden menyukaiku? Mungkin Hasa akan bahagian dengan gadis lain nyatanya dia membenciku saat menyatakan perasaanku. Apakah aku harus menerima perasaan kak Eden? " ujar Arin di dalam hatinya.
"Oh yah, jangan banyak berfikir nanti kepalamu sakit lagi dan aku yang kerepotan, " ujar Eden.
"Kak aku mau ngomong sesuatu, " ujar Arin.
"Besok saja, hari ini kau harus tidur. Istirahatlah, besok kau harus mulai sekolah. "
Eden menjaga Arin semalaman, Eden sangat menyayangi Arin.
"Kali ini, aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi Arin meski kau pernah melupakan diriku karena kecelakaan waktu itu, " ujar Eden kepada dirinya sendiri.
Flashback On
"Eden! " panggil seornag gadis kecil yang merupakan teman pertama Eden sekaligus cinta pertama dan yang terakhir.
__ADS_1
Pria kecil yang imut itu menoleh dan melihat teman gadisnya itu berlari ke arahnya sambil membawa bonekanya.
"Arin, kau membawa boneka lagi? " ujar anak laki-laki itu yang ternyata Eden.
"Iya, ini untuk Eden hadiah dariku. Hari ini Eden ulang tahun jadi aku kasih boneka favoritku ini padamu Eden. Aku mohon jaga dia dengan baik, " kata gadis kecil itu yang ternyata Arin.
Arin ternyata dulu adalah teman masa kecil Eden akan tetapi Arin melupakannya saat pindah dari kota tersebut dan terjadi kecelakaan yang membuat kedua orangtua Arin meninggal beserta ingatan Arin hilang dengan kenangan bersama Eden.
Eden kecil mendengar hal itu mencari Arin di tempat yang terjadi kecelakaan tersebut akan tetapi tidak di temukan membuat Eden kecil menangis tersedu-sedu.
"Hiks, Arin kau dimana? "
Eden kecil terus menangis, hingga dia kembali sekolah SD membuatnya menjadi pria yang cuek dan dingin bahkan sampai lulus SMP dan akhirnya dia kelas sepuluh. Saat itu, Eden merasa terhibur kembali meski dia terlihat cuek, Aryan dan Akira selalu berada di sisi Eden begitu juga dengan Hasa. Sehinggalah tiba penaikan kelas dan adanya murid baru.
Awalnya Eden tidak tertarik sama sekali dengan murid baru, akan tetapi saat melihat wajah yang mirip sosok teman masa kecilnya,Eden yakin bahwa gadis itu adalah teman masa kecilnya. Saat perkenalan akhirnya Eden mengetahui nama gadis tersebut dan sama persis namanya Arin, Eden menyelidiki identitas gadis itu sehingga dia mengikutinya kemana pun Arin pergi bahkan tidak sengaja saling bertemu.
__ADS_1
Flashback off
"Aku tidak sadar akan teringat masa itu lagi. Aku ingin kau mengingat semuanya kembali termasuk diriku, " kata Eden kepada dirinya sendiri sambil menatap Arin.