Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku

Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku
Bagian 2


__ADS_3

"Hei! " panggil Eden.


"Eh, dia memanggil siapa? " tanya Arin pada dirinya sendiri yang menengok ke belakang.


"Tidak ada siapapun, kau memanggil siapa? " tanya Arin.


"Ya ampun, aku memanggil dirimu. Semalam aku belum tahu namamu, aku hanya ingin tahu saja. Siapa namamu? " tanya Eden.


"Arin, namaku Arin, " jawabnya.


"Ooh, setelah pulang sekolah temui aku di depan gerbang. Ada sesuatu yang ingin aku katakan, " ujar Eden.


"Baiklah, " ucap Arin kemudian pergi menuju ke kelasnya.


"Wah, siapa gadis tadi? Selama ini aku belum pernah melihat Eden berbicara pada gadis yang belum dia kenal, padahal Eden itu orangnya cuek sekali, " ujar orang-orang yang ada di perpustakaan tersebut.


Eden kemudian juga ikut keluar dari perpustakaan dan melihat Hasa yang ternyata bersama para siswi-siswi.


"Ya ampun, ternyata Hasa meninggalkan Arin hanya ingin bertemu gadis-gadis itu. Dasar, mereka bisa-bisanya tertipu wajah polos Hasa, " ujar Eden pada dirinya sendiri.


"Hasa! " panggil Eden.


"Eh? Eden?"


"Apa yang kau lakukan disana? Ayo cepat masuk kelas, " pinta Eden.


"baik, " ucap Hasa.

__ADS_1


"Maaf, aku permisi dulu. Temanku mencari untuk masuk kelas, aku permisi dulu yah. Sampai jumpa, " ucap Hasa.


"Yah... "


Hasa kemudian menuju ke kelasnya lalu duduk di samping Eden. Hasa menatap Eden yang hanya membaca bukunya.


"Entah kenapa para gadis itu bisa tertipu yah dengan wajah polosmu itu, " kata Eden tiba-tiba kepada Hasa.


"Hah? Ayolah, kau iri kan karena aku tampan, " ujar Hasa kepada Eden.


"Tidak, lagian aku jauh lebih keren dari, " ujar Eden.


"Ah, sudahlah. Kita ini teman, kita berdua memang tampan, haha. "


"Uh, kau ternyata punya banyak penggemar juga di sekolah ini, " kata Eden.


"Kurasa itu tidak perlu, " kata Eden.


"Kenapa? " tanya Hasa.


"Karena di luar sana banyak orang-orang yang munafik, mereka seolah-olah bersifat baik kepada orang-orang padahal di belakangnya dia sering berbuat keburukan. Itulah kenapa aku terus menjauh dari orang-orang seperti mereka, " kata Eden yang mengingat masa kecilnya yang kucilkan oleh orang-orang.


"Uh...? "


Eden menjadi teringat masa kecilnya yang di kucilkan oleh orang-orang membuat dirinya hidup sendirian. Saat kecil, Eden hidup sendirian karena kedua orang tuanya sudah tiada dan di besarkan oleh neneknya, namun saat dia kelas tiga smp neneknya meninggal dan Eden hanya hidup sendirian di saat itulah Eden bertemu dengan Akira dan Aryan.


Akira dan Aryan merupakan teman pertama Eden, semakin hari mereka jadi semakin akrab. Mereka bertiga dulu tidak sadar memiliki kekuatan sampai akhirnya mereka mengetahuinya berenang bersama di sungai. Kemudian saat lulus bersama di SMP, mereka bertiga kemudian bertemu dengan Hasa.

__ADS_1


Eden berkenalan dengan Hasa dan berteman dengannya begitu pula dengan Akira dan Aryan yang memiliki teman baru. Akan tetapi, Aryan dan Akira berada di kelas berbeda. Aryan dan Akira memilih jurusan Eletronik sedangkan Eden dan Hasa memilih jurusan Multimedia.


Tapi, saat jam istirahat mereka bersama-sama pergi ke kanting dan makan bersama. Mereka sangat merasa senang.


Setelah makan, Hasa kemudian pergi duluan dan melihat gadis-gadis yang sedang mengikutinya. Eden melihat hal itu dari belakang, Hasa kemudian hanya tersenyum kepada gadis-gadis yang mengikutinya.


"Ternyata dia populer, " kata Akira.


"Yah,"


Tidak lama kemudian saat mereka duduk di kanting tersebut ada beberapa gadis menghampiri Eden.


"Eden, itu namamu kan? " tanya gadis tersebut.


"hm, " jawabnya dengan mengangguk.


"Apa aku boleh mengambil foto denganmu? " tanya gadis itu.


"Tidak, " jawab Eden kemudian pergi.


"Pria itu hanya memiliki wajah tampan tapi dia sangat sombong dan cuek, " ujar para gadis itu yang membuat Eden semakin membenci orang-orang di sekitarnya kecuali teman-temannya.


"Hei, teman kami tidak seperti itu. Jadi, lebih baik diam saja kalau tidak ingin mendapat masalah, " ujar Aryan kepada gadis-gadis tersebut.


Aryan dan Akira kemudian pergi mengikuti Eden, sementara Hasa masih bersama gadis-gadis yang mengejarnya tadi.


"Sepertinya Hasa bersenang-senang disana, " ujar Akira menatap Hasa yang terlihat senang bersama gadis-gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2