Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku

Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku
Bagian 8


__ADS_3

Flasback on


Pagi hari setelah Arin pulang ke rumahnya, teman-teman Hasa datang bersama Violet dan Irlie. Irlie dan Violet membawa obat untuk Hasa. Irlie kemudian masuk ke kamar Hasa bersama Violet. Saat masuk ternyata Hasa sudah sadarkan diri, di situlah Hasa salah paham mengira bahwa Violet dan Irlie lah yang merawatnya.


"Kalian datang? " tanya Hasa.


"Tentu saja, kami datang membawa obat untuk kak Hasa supaya sehat kembali, " ujar Violet.


"Wah, terimakasih, " ucap Hasa.


"Iya, " balas Irlie.


"Seandainya bukan karena Arin, pasti kakak gak bakalan begini. Si culun itu terus mengganggu kakak bahkan sampai membuat kakak jatuh dari batu yang tinggi itu, " ujar Violet menjelek-jelekkan Arin lagi.


Violet terus berbicara hal buruk tentang Arin membuat Hasa percaya padanya, tidak lama kemudian Ibu Hasa datang membawa sup untuk anaknya.


"Ini supaya, di makan yah lalu pergi ie sekolah, " ucap Ibunya tersenyum.


"Terimakasih, bu. "

__ADS_1


Ibu Hasa hanya tersenyum kepada Hasa, Hasa kemudian memakan sup buatan Ibunya itu dengan lahab.


"Seharusnya kau berterimakasih pada gadis yang merawatku semalaman hanya saja Ibu lupa dengan namanya, " ujar Ibu Hasa.


"Seorang gadis? " terkejut Hasa.


Flashback off


Saat Arin pulang dari sekolahnya, seperti biasa Arin bersembunyi di bawah pohon kesayangannya. Arin selalu bersembunyi di pohon tersebut dan tidak ada seorang pun yang melihatnya. Sejak kecil pohon itu menjadi teman Arin.


"Semuanya benci padaku, harusnya aku tidak muda percaya kepada siapapun. Baik kak Hasa atau pun yang lain, mulai sekarang aku akan hidup sendiri saja, aku tidak ingin bersama siapapun, " ujar Arin tiba-tiba teringan Eden, Aryan, dan Akira.


Arin melihat postingan Lia yang merupakan sebuah video saat dia menembak Hasa. Arin melihat itu bahkan melihat komentar-komentarnya dengan penuh kata-kata yang kasar.


"Aku bodoh, aku sangat bodoh. Seharusnya gadis sepertiku tidak berharap kepada pria yang lebih sempurna dariku, " ujar Arin yang bicara pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba kepala Arin terasa pusing dan jatuh pingsan. Arin terparing di bawah pohon tersebut dan tidak sadarkan diri.


Skip

__ADS_1


Arin kemudian membuka matanya dengan perlahan dan tiba-tiba dia berada di sebuah kamar yang mewah dan indah, kamar itu di penuhi komputer beserta permainan game.


"Kau sudah sadar rupanya, " ujar seorang pria berambut biru yang tidak lain adalah Eden.


"Kak Eden? Kak Eden bagaimana aku bisa ada di sini? " tanya Arin kebingungan.


"Aku setiap hari selalu pergi jalan-jalan dan terus mengunjungi pohon tempat kau pingsan tadi, jadi aku membawamu kemari. Lagi pula kau adalah kelompok kami sekarang jadi aku harus menjagamu, " ujar Eden lalu memegang dahi Arin untuk merasakan suhu panas tubuhnya.


"Sepertinya demammu sangat tinggi. Seharusnya kau istirahat di rumahmu bukannya berada di bawah pohon itu, " ujar Eden yang mengkhawatirkan Arin.


"Uh, apa kakak tidak ke sekolah tadi? " tanya Arin.


"Setiap hari aku bolos sekolah, " jawab Eden jujur.


"apa?! " terkejut dengan memasang wajah yang datar.


"Kenapa? aku memang seperti itu sejak kecil, " kata Eden.


"Hanya terkejut saja, hehe. "

__ADS_1


__ADS_2