Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku

Antara Orang Yang Ku Cintai Dan Orang Mencintaiku
Bagian 11


__ADS_3

"Dia tertidur, " ujar Eden pada dirinya sendiri lalu menghampiri Arin.


Eden kemudian memegang rambut Arin kemudian mengelus nya. Entah kenapa, Eden merasa nyaman di dekat Arin. Secara perlahan, Arin membuka matanya dan melihat wajah Eden dengan sangat dekat.


"Aaaah! "


"Eh, kenapa berteriak? Tenanglah, aku tidak berbuat hal yang kau tidak sukai jadi berfikir positif lah, " ujar Eden.


"Bukan begitu, aku hanya terkejut saja. "


Arin menundukkan kepalanya, Eden kemudian tersenyum lalu mengambil kantung plastik yang berikian kue.


"Ini makanlah. Aku tadi membelinya di tokoh dan tanpa sengaja tadi aku bertemu Hasa, dia mencarimu. "


. Eden mengatakan semuanya kepada Arin.


"Ngomong-ngomong kenapa kak Eden membantuku? " tanya Arin.


"Aku menyukaimu, " ucap Eden terus terang.


"Apa? "


"Kenapa? Tidak percaya? "


Arin hanya terdiam akan tetapi Eden langsung mendekatkan wajahnya kepada Arin seperti ingin menciumnya. Arin kemudian menutup mulutnya.


"Tenanglah, aku tidak akan menciummu. Sekarang makanlah kue ini, " ujar Eden menyuapi Arin.


"Nyam"

__ADS_1


Sementara itu, Hasa merasa lelah mencari Arin. Hasa kemudian kembali pulang ke rumahnya untuk istirahat.


"Ibu, aku pulang. "


"Wah, selamat datang, " Ucap Ibu Hasa dengan tersenyum.


"Oh, sudah pulang? " ujar seorang pria yang tidak lain adalah Aryan.


"Kau! Disini! " teriak Hasa.


"Ada apa ini? kenapa teriak-teriak? " tanya Ibu Hasa.


"Nggak tau itu Bi, dia berteriak tidak jelas, " ujar Aryan.


"Kau! " Menahan emosi.


"Hehe, "


Ibu Hasa menyuruh Hasa untuk makan dulu, kemudian Ibu Hasa kembali bertanya.


"Kenapa hari ini kamu terlambat pulang, nak? " tanya Ibu Hasa membuat Hasa terdiam sejenak.


"Bi, dia terlambat pulang karena mencari seorang ga-"


Aryan yang ingin mengatakan semuanya kepada Ibu Hasa akan tetapi Hasa menghalanginya dengan memukul mulut Hasa.


"Eh, Hasa kau tidak boleh seperti itu kepada temanmu, " ujar Ibu Hasa.


"Baik Bu, " ucap Hasa dan Berpura-pura tersenyum.

__ADS_1


Hasa kemudian melotot kepada Aryan sementara Aryan hanya bisa menahan tawanya.


"Awas kalau memberitahu Ibu yang sebenarnya, " ujar Hasa mengancam Arya dengan cara ingin memukulnya.


"Oh yah, kau belum menjawab pertanyaan Ibu tadi. Kenapa terlambat pulang? " tanya Ibu Hasa lagi.


"Ah Ibu, aku terlambat pulang karena ada kelas tambahan tadi. Hehe,"


Hasa berbohong kepada Ibunya, d8a mengambil alasan bahwa ada kelas tambahan.


"Memangnya ada? " tanya Aryan ingin memberitahu sebenarnya kepada Ibu Hasa.


Hasa kemudian kembali melotot kepada Aryan.


"Hasa, jangan berbohong kepada Ibumu sendiri. Kau harus mengatakan sebenarnya jangan membohongi, Bibi. "


Aryan semakin memancing emosi Hasa, Aryan sangat suka memancing emosi Hasa.


"Ibu, tadi terlambat pulang karena-"


Perkataan Hasa terpiting karena Aryan menutupulut Hasa.


"Bibi, tadi Hasa terlambat pulang karena dia membantu beberapa adik kelas tadi. Lagi pula, Hasa dia adalah ketua OSIS di sekolah jadi wajar saja dia sibuk. Benarkan Hasa? " ujar Aryan kepada Ibu Hasa membuat jantung Hasa hampir copot karena Aryan yang mengira bahwa Aryan akan memberitahu semuanya kepada Ibunya.


"I.. iya Bu, yang di katakan Aryan tadi itu benar, " ujar Hasa dengan keringat yang ada di keningnya.


"Oh begitu, kalau begitu makanlah. "


Ibu Hasa menyuruh kedua anak pria itu untuk makan kembali.

__ADS_1


"Eh, Hasa kenapa kau berkeringat di suasana dingin ini? " tanya Aryan membuat Hasa tidak bisa makan dengan tenang dan membuatnya semakin emosi.


__ADS_2