
~ Shenna Almayra ~
Ia di panggil Shenna, gadis desa yang cantik manis berkulit kuning langsat, meski begitu namanya tidak seindah nasibnya. Di umur 19 tahun dimana perempuan lain masih menikmati hidupnya dengan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Shenna justru merantau ke ibu kota untuk membantu ekonomi sang ayah, ia hidup bersama ayahnya, ibunya pergi dengan laki-laki lain dan membawa adik satu-satunya, namanya Aldi. Di ibu kota Jakarta, Shenna mencari pekerjaan apapun itu asalkan halal baginya, hingga akhirnya setelah susah payah melamar sana sini di beberapa perusahaan dan toko-toko yang berjejeran di pinggir jalan, Shenna diterima di salah satu toko supermarket sebagai pengelola barang.
"Baikalah, anda diterima bekerja di toko kami, setelah ini kamu akan di antar untuk mengambil seragam kerja". Ucap interviewer toko supermarket.
"Terimakasih banyak bu, terimakasih atas kesempatannya, saya akan bekerja dengan bersungguh-sungguh". Ucap Shenna dengan bahagia.
"Sama-sama, mulai besok kamu sudah bisa bekerja". sembari berjabat tangan dengan Shenna". ucap Interviewer.
"Baik, bu. Terimakasih sekali lagi". Shenna.
~ Karan Ibnu Dirgantara ~
Ia dipanggil Karan, Pria tampan berumur 23 tahun yang dikagumi banyak wanita. Namun, adapula wanita yang tidak suka dengannya karena ia adalah laki-laki pemabuk dan selalu keluyuran bersama teman-temannya. Ibunya, Norah Dirgantara adalah direktur perusahaan ternama yang bernama Dirgantara Group. Dan ayahnya, Lukman Adijaksa seorang Dokter spesialis. Orang tuanya selalu memperingatkannya untuk meninggalkan kelakuannya yang tidak berguna itu, Ia selalu diajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berfoya-foya, namun Karan yang memang sedari kecil kekurangan kasih sayang dari orang tuanya membuatnya selalu mencari kesenangan diluar sana dan tidak memikirkan masa depannya.
"Jam berapa ini karan?!, kenapa kamu pulang Malam lagi seperti ini? bukankah papa sudah bilang kemarin untuk berhenti dari sifat kamu yang tidak berguna ini!"
Karan melirik papanya dengan bola mata malas.
"Karan!, papa sedang bicara" Teriak papa Lukman.
"Berisik pa, aku ngantuk". Ucap karan sembari masuk ke kamarnya dengan langkah malas dan menutup pintu kamar dengan kasar.
"Ya Tuhan, harus dengan cara apalagi aku harus mengajari anak ini". Ucap papa Lukman sembari mengusap wajah kasar dan emosi yang naik.
"Sudah pa, ayo kita tidur, kamu harus istirahat. Besok kita akan memberi tahu anak itu lagi,aku juga sudah ingin memberi pelajaran untuk anak itu, besok kita akan mengurusnya". Ucap mama Norah yang menghampiri suaminya karena mendengar suaminya sedang marah-marah.
__ADS_1
Tanpa kata-kata, Papa Lukman mengikuti Istrinya ke kamar untuk beristirahat.
~ Hino Fernandez ~ (Atasan kerja Shenna)
Hino, sosok laki-laki berumur 23 Tahun, Ia Pria manis yang memiliki kulit coklat menawan, alisnya tebal dan senyumannya yang sempurna. Ia baru saja menyelesaikan studi S1 di Universitas ternama di ibu kota. Lulus dari jurusan yang diminatinya sejak SMA, yaitu Akuntansi. Ya, dia bekerja sebagai Assistent dari owner toko Supermarket tersebut dengan gaji yang lumayan. Ia bertugas untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran toko. Hino sangat pintar, meski begitu ia termasuk Pria humoris namun tidak langsung akrab pada semua orang, Hino hanya akrab pada rekan kerja dari divisi lain yang menurutnya baik dan nyambung untuk di ajak berbicara tentang beberapa hal, dan yang terpenting bukan dari orang-orang toxic. Ya, Shenna berhasil menjadi orang yang menjadi tipe Hino untuk menjadi temannya.
Siang hari dimana hari ke lima Shenna bekerja, Shenna masih sedikit takut dengan lingkungan kerjanya, ia takut apakah ada karyawan lain yang tidak menyukai keberadaannya dan menyakitinya. Shenna yang memang selalu berfikir berlebihan terhadap sesuatu terkadang menyiksa dirinya sendiri.
Shenna sedang menata barang-barang di rak penjualan sesuai namanya, dengan teliti dan hati-hati dan sesekali melamun memikirkan hal-hal yang menjadi beban pikirannya tentang pekerjaan barunya.
"Astaga!, Ya Tuhan. Maaf kak maaf aku tidak sengaja, aku tidak sengaja". Ucap Shenna dengan panik dan jantungnya berdegup kencang sembari duduk sambil mengibas-ngibas sepatu seorang pria yang kejatuhan susu kaleng yang tidak sengaja jatuh dari tangannya saat menata barang.
"Maafkan aku kak, sungguh aku tidak sengaja". Ucap Shenna lagi dengan tangan yang bergetar.
Hino melangkah mundur untuk dan menyuruh Shenna berdiri.
"Mm-maaf kak, ehh maaf Pak. A-aku benar-benar tidak sengaja". Ucap Shenna lagi dengan wajah cemas mengharapkan kata maaf dari atasannya itu.
"Kau sangat lucu, tidak apa-apa aku memaafkanmu, lain kali kau harus hati-hati". Ucap Hino sembari tertawa kecil
"Baik pak, aku akan berhati-hati lagi kedepannya". Shenna. Masih dengan perasaan cemas.
"Iya, ngomong-ngomong kamu anak baru ya?, hmm aku tau toko ini luas dan berlantai tiga, tapi aku sangat hafal wajah-wajah karyawan lain disini, dan sepertinya aku baru melihatmu". Hino.
"Eh Iya pak, saya mulai bekerja disini dari lima hari yang lalu". Shenna.
"Oh begitu, ya. apa kamu punya teman bekerja disini? Sudah berkenalan dengan rekanmu yang lain?". Tanya Hino.
__ADS_1
"Emm, belum pak". Jawab Shenna dengan nada rendah
"Sepertinya anak baru ini baru pertama kali bekerja, aku jadi iba melihatnya. Jadi ingat bagaimana aku dulu pertama kali bekerja dan tidak memiliki teman".Batin Hino.
"Oh iya, siapa namamu?". Tanya Hino.
"Saya Shenna Almayra, pak. Bapak bisa memanggil saya Shenna". Jawab Shenna sembari tersenyum.
"Oh, nama yang cantik, seperti orangnya. hehe, Perkenalkan saya Hino". Hino mengelurkan tangannya berniat berjabat tangan dengan Shenna.
Shenna yang terkejut dengan dengan hal itu hanya terdiam kaku sembari melihat uluran tangan itu dan kembali melihat wajah pria di hadapannya. Shenna berpikir bahwa pria dihadannya ini pasti memiliki posisi yang jauh lebih di atas dari posisinya. Ia masih terdiam.
Hino mengetahui apa yang dipikirkan oleh Shenna. Hino mengambil tangan Shenna dan langsung berjabat tangan dengan Shenna.
"Huh dasar anak baru ini. Baiklah Shenna, mulai sekarang kita berteman, jangan sungkan untuk menemuiku, jika kau butuh panduan entah dalam hal apapun kau bisa menghubungiku selagi aku bisa membantumu. Oh ya, jangan panggil aku pak, panggil saja kak. aku belum setua itu untuk dipanggil pak". Ucap Hino panjang lebar.
"Emm ba-baik pak, eh kak. Terimakasih atas tawarannya". Ucap Shenna campur aduk.
"baiklah, kemarikan ponselmu". Hino
"emm ini kak". Shenna.
Hino menulis nomor teleponnya. "Ini nomor yang bisa kau hubungi".
"Baik kak, sekali lagi terimakasih pak, saya sangat senang". Shenna.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. oh ya! Nama kontaknya saya tulis "Kakak rekan kerja tampan". Sembari melangkah pergi meninggalkan Shenna yang masih terdiam sambil memegang ponselnya.
__ADS_1