Apakah Aku Pantas?

Apakah Aku Pantas?
Gaji Pertama Shenna


__ADS_3

Awal bulan yang manis bagi Shenna, ia baru saja menerima gaji pertama pada pekerjaan pertamanya, semua orang pasti tau bagaimana bahagianya.


"Ya Tuhan, ini benar-benar gajiku?. Aku masih tidak percaya bahwa ini adalah uang hasil jerih payahku sendiri, aaaaa ternyata begini ya rasanya punya uang sendiri, hihihi". Ucap Shenna girang di kamar kontrakannya.


"Aku harus memberitahu ayah, hmm ayah lagi ngapain yah di kampung?". Ucap senna kembali murung, ia mengambil ponselnya dan berniat menelpon ayahnya.


Shenna dengan semangat mencari kontak ayahnya dan menekan tombol Memanggil


*Memanggil..


*panggilan tersambung..


"Hallo Assalamualaikum, ayah". Shenna.


"Wa'alaikumussalam, nak". Ayah Haris.


"Ayah Gimana kabarnya?".Tanya Shenna.


"Alhamdulillah ayah baik nak, kamu gimana kabarnya? Kamu sudah makan disana?".


Pertanyaan dari sang ayah berhasil membuat mata Shenna berkaca-kaca, ia merindukan ayahnya yang setiap malam pasti selalu menanyakan sudah makan atau belum. Shenna terisak.


"Halo, Shen? kamu nangis, nak ? kamu ada masalah?". Tanya ayah Haris khawatir mendengar putrinya terisak.


"Shenna kangen ayah, Shenna ga tega ninggalin ayah sendirian di kampung". Ucap senna, tangisnya akhirnya pecah.


"Ayah tidak apa-apa, nak. Kamu harus kuat di sana ya, disini ada om Han juga yang sering datang nemenin ayah ngopi". Ucap ayah Haris menenangkan putrinya.


"Ayah baik-baik ya disana, Shenna bakal kerja terus di sini cari uang buat ayah, Shenna udah dapat kerja bulan kemarin yah, dan Shenna nelfon Ayah buat ngasih tau kalau Shenna udah gajian hari ini". Ucap Shenna kembali tersenyum.


"Begitu kah, nak?. syukurlah anak ayah sudah besar, sudah mandiri. Simpanlah gaji pertamamu itu untuk ditabung, ayah masih punya uang di sini, nak." Ucap sang ayah.


"Kok gitu yah?, pokoknya Shenna mau ngirim separuh gaji Shenna buat ayah, aku mohon jangan menolak, yah." Ucap Shenna yang sangat ingin ayahnya menerima separuh dari gajinya.


"Dengarkan ayah, nak. Ayah tahu kamu anak yang baik, ayah bangga sama kamu. Gaji pertamamu simpanlah dulu, siapa tahu kamu butuh nantinya. Ingat! kamu sekarang ada di ibu kota, di ibu kota biaya hidup itu mahal. Jadi kamu simpan saja dulu gajinya ya, nak." Ayah Haris.


Shenna sejenak terdiam dengan kata-kata sang ayah, ada benarnya juga. Shenna terlalu bersemangat dengan gaji pertamanya sampai melupakan hal itu.Ya, hidup di ibu kota sangat beda jauh dengan kehidupan di kampung.

__ADS_1


"Ayah yakin?". tanya Shenna kembali.


"Iya, nak. Sudahlah simpan saja gajimu itu". Ayah Haris.


Shenna terdiam sejenak, ada rasa tidak enak yang dirasakan olehnya kepada sang ayah, namun yang di katakan oleh ayahnya ada benarnya juga, belum lagi dia harus membayar kontrakan yang setiap bulan harus dibayar.


"Baiklah, yah. Tapi untuk gaji bulan depan aku harus mengirimkannya pada ayah, ayah tidak boleh menolak, titik!".


"Hahaha. Dasar anak pemaksa, baiklah nak, terserah kamu saja". Tawa Ayah haris mendengar anaknya yang memang pemaksa.


"Hihihi, memang terserah Shenna, ya sudah ayah Shenna tutup dulu ya. Ayah harus istirahat, ya. Jangan terlalu banyak ngopi".


"Kamu ini, ya. Sudah pintar nyeramahin ayah sendiri, ayah tidak pernah mengaj.."


"Hahaha maaf yah, udah ya Shenna tutup dulu, Shenna sayang ayah, dah ayah Assalamualaikum, hihihi".


*Tut.. tut.. tut..


Ucap Shenna dengan girang dan sedikit takut karena ayahnya yang marah jika di ceramahi. Shenna langsung mematikan teleponnya.


"Hih, dasar anak kurang ajar". Ucap Ayah Haris di seberang sana.


Mengingat istrinya yang berkhianat dan meninggalkan dirinya dan Shenna, membuat Ayah Haris melupakan kenangan bersama sang istri, ia berpikir bahwa ia masih memiliki Shenna yang saat ini masih sangat menyayanginya di masa-masa tuanya.


*****


Sore hari, Shenna yang pada hari itu menerima gaji pertamanya tengah mengatur uangnya untuk digunakan untuk apa saja. Mulai dari bayar kontrakan, Sembako dan sebagainya, sebagiannya lagi ia tabung. Dengan gaji 1.800.000, bagi Shenna itu sudah lumayan menurutnya.


Matahari sudah terbenam, Shenna telah selesai beres-beres membersihkan ruang tamu, kamar, dan dapur kontrakannya. Shenna adalah gadis yang rajin, ia tidak suka melihat sesuatu yang berantakan dan kotor, semuanya pasti langsung di tangani olehnya. Oleh karena itu kinerja Shenna juga bagus bulan ini, dan Owner toko Supermarket akan memberikan bonus untuknya esok hari karena Shenna telah bekerja dengan giat dan tanpa alpa.


"Hutf Akhirnya selesai juga". Ucap Shenna sembari mengelap keringat di dahinya dan menjatuhkan tubuhnya di kasur tidur.


"Besok aku harus kerja lagi dan lebih semangat lagi, ayo Shenna semangat!!". Ucap Shenna dengan suara semangatnya. Shenna terdiam sejenak namun matanya sudah sangat lelah hari ini, Shenna terlelap dan berlabuh di dunia mimpinya yang indah, mimpi indah yang sudah pasti tidak akan dipercayai oleh Shenna jika itu akan menjadi kenyataan di dalam hidupnya.


Di dalam mimpi Shenna, ia sedang berlari karena dikejar oleh 3 penjahat yang tidak ia kenali, Shenna berteriak sambil meminta tolong dan Memanggil ayahnya, karena kakinya tersandung tersandung ranting kayu, Shenna terjatuh dan mengalami luka pada lututnya. Shenna panik dan berusaha berdiri lagi sambil menahan rasa sakit. Tiba-tiba, para penjahat itu datang dan mendongkan senjata padanya.


"Menyerahlah Shenna!!, kau harus berpisah dengan pria itu, dia tidak pantas dengan wanita rendahan dan kampungan sepertimu". Ucap penjahat itu dengan amarah.

__ADS_1


"A-apa maksud kalian? aku tidak berbuat kesalahan pada kalian". Ucap Shenna dengan ketakutan dan bibir bergetar.


"Katakan kalau kau akan meninggalkan pria itu!". Ucap penjahat yang lain.


"Pria siapa? Pria yang mana kalian maksud? aku hanya mempunyai ayah, tidak ada pri.."


"Ayo katakan gadis sialan, atau kami akan membunuhmu sekarang juga!!". Ucap penjahat itu dengan lantang.


*Bruk..


Tiba-tiba sesosok pria menghajar tiga penjahat tersebut dengan lincahnya. Ia menjatuhkan penjahat-penjahat itu hanya dalam hitungan detik dengan pukulan yang keras. Tiga menjahat tersebut jatuh tersungkur ke tanah.


Pria asing itu menodongkan pistol ke salah satu penjahat.


"Jika kalian mengganggu gadis ini lagi, akan aku pastikan kalian tidak akan bernyawa, sekalipun kalian melarikan diri ke ujung dunia". Ucap pria asing itu dengan suara dinginnya. Suaranya yg santai namun menakutkan itu berhasil membuat tiga penjahat tersebut melarikan diri sejauh-jauhnya.


Pandangan pria asing itu teralihkan pada Shenna yang masih terduduk di tanah. Ia mendekat, Shenna yang melihat pria asing itu mendekatinya tetap takut dan berusaha mundur.


"Tidak apa-apa, aku bukan penjahat. Pulanglah, kau aman sekarang".


"Ss-siapa kamu?". Tanya Shenna masih ketakutan.


"Masa depanmu". Jawab pria asing itu dengan santai.


Shenna masih takut dan terheran-heran dengan Pria asing yang ada di hadapannya.


"Aku akan pergi, nanti ada mobil yang akan mengantarkanmu pulang". Pria asing itu menatap Shenna sejenak sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Shenna, ia mengecup pipi Shenna dengan lama, tersenyum tipis dan melangkah pergi.


Shenna membuka matanya dengan posisi tidur yang masih sama sebelumnya. Ia terdiam sejenak, peluh di keningnya membuatnya gerah, mengingat ia bermimpi dikejar oleh penjahat. Shenna bangun dan duduk di pinggiran kasur tidurnya, ia masih merasa aneh pada mimpinya yang diselamatkan oleh Pria asing dan tampan, namun ia lupa pada rupa wajah itu.


"Ya Ampun, kenapa mimpiku aneh sekali?". Dan siapa pria itu?". Shenna.


"Tapi pria itu tampan sekali, Ya Tuhan. Aaaaa bisakah kamu hadir di dalam hidupku kak?". Shenna kembali pada sifatnya yang salah tingkah walaupun itu hanya menanggapi mimpi.


Meski masih salah tingkah karena di selamatkan oleh Pria tampan di dalam mimpinya. Shenna teralihkan oleh perutnya yang sudah kelaparan, ia lupa bahwa ia belum makan malam.


"Ah ya ampun kenapa harus lapar sih?, kan aku mau lanjutin mimpinya aaaa". Sebal Shenna.

__ADS_1


Meski masih mau melanjutkan mimpi, Shenna tetap pergi ke dapur untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


__ADS_2