Apakah Aku Pantas?

Apakah Aku Pantas?
Kunjungan ke pabrik (Part 2)


__ADS_3

Malam telah tiba, matahari sudah bersembunyi sejak tiga jam yang lalu di ufuk barat, jalanan di Ibu kota masih tetap padat karena masih banyak para pekerja yang mendapatkan jadwal shift malam, pemandangan Ibu kota di malam hari juga sangat menawan, siapapun yang melihatnya ia akan betah dan terkagum-kagum, termasuk Karan. Ya, Karan sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sedang duduk santai di balkon kamar miliknya, melihat pemandangan Ibu kota yang menawan ditemani dengan segelas teh hangat dan camilan kesukaannya, camilan apa? apalagi kalau bukan rokok? :D.


"Kapan aku terakhir bersantai di balkon kamar seperti ini, ya?". Gumam Karan menatap pemandangan Ibu kota sambil memutar-mutar batang rokok di jemarinya.


Karan tersadar, di bulan-bulan kemarin jika di waktu malam ia selalu menghabiskan waktunya di bar dan mabuk-mabukkan, dan sekarang ia sudah sibuk dengan urusan pekerjaan dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar, Namun ada satu hal yang menurut Karan aneh.


"Tapi kalau di pikir-pikir, kenapa aku tidak berontak saja sama Papa?. Kenapa perasaanku mengatakan bahwa aku harus tetap masuk kerja dan menjalankan tugas-tugasku di sana?".


Karan masih bergelayut dengan lamunannya, sampai ia mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat ke arahnya. Karan menoleh ke arah samping tempat seseorang itu berdiri.


"Kenapa tidak mengetuk pintu dulu, pa?". Tanya Karan sambil menghisap rokoknya.


Papa Lukman mengeryitkan alisnya.


"Wah wah wah, mentang-mentang sudah menjadi Pak Manager sudah bisa bilang seperti itu ya, Karan?".


Papa Lukman tertawa kecil dan meletakkan teh hangat yang ia bawa dari dapur, ia meletakkannya di meja kecil milik Karan, Papa Lukman ikut duduk di kursi balkon yang masih tersedia 2 lagi, ia duduk di samping putranya.


Tatapan Karan tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Papanya barusan, ia menyeruput teh miliknya.


"Apa yang ingin Papa bicarakan?". Karan memulai percakapan, meletakkan gelas teh miliknya.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu?". Papa Lukman.


"Seperti yang Papa lihat, setiap hari aku berangkat kerja tepat waktu, jadi tidak ada yang menjadi masalah". Tatapan Karan masih tertuju pada pemandangan Ibu kota.


Papa Lukman mengangguk-nganggukkan kepalanya dan kembali menyeruput teh miliknya.


"Koper di dekat kasurmu?, apa itu milikmu?" Tanya Papa Lukman.


Karan menatap Papanya, ia tidak mengerti.


"Koper apa?".


Papa Lukman memutar bola matanya malas.


"Lihat saja di kamarmu".


Karan heran dengan apa yang dikatakan oleh Papanya, ia pergi menuju ruang kamarnya, dan benar saja, disana ada Koper miliknya yang berwarna abu-abu.


"Pasti mama yang menyiapkannya".


Karan tahu bahwa mama Norah lah yang menyiapkan pakaiannya, mengingat waktu makan malam tadi ia mengatakan pada mamanya bahwa esok ia akan pergi mendapatkan tugas untuk berkunjung di pabrik saat Papa Lukman belum ada di meja makan.


Karan kembali ke balkon kamarnya dan kembali duduk di tempatnya semula.


"Besok aku akan pergi ke pabrik milik Pak Hadi di Jakarta Timur, dan Koper itu yang akan aku bawa, mama yang siapkan". Karan memperjelas.


Papa Lukman yang sedang menyeruput tehnya tersedak.

__ADS_1


"Apa?!".


Karan menoleh pada papanya.


"Apa?, kenapa Papa kaget seperti itu? Apa yang salah?". Karan Menyeryitkan alisnya melihat reaksi Papanya nampaknya sangat terkejut.


"Apa kamu menyetujuinya, Karan?". Tanya Papa Lukman kurang yakin depan putranya, ia berpikir bahwa putranya hanya sekedar bercanda.


"Buktinya mama sudah menyiapkanku Koper, pa. Di dalamnya adalah pakaian-pakaianku, bukan Koleksi minuman alkohol".


Karan menekan nada bicaranya, ia yakin bahwa Papanya tidak percaya bahwa ia akan melakukan tugas keluar kota seperti ini.


"Apa yang akan kau lakukan disana?". Papa Lukman.


Karan menarik sudut bibirnya saat mendengar kalimat tanya ayahnya.


"Tentu saja soal pekerjaan pa, memangnya apa yang papa pikirkan, apa Papa berpikir aku akan membuat hal yang tidak-tidak saat disana?, aku sangat kecewa jika papa berpikir seperti itu".


Karan menghisap rokoknya yang telah habis.


Papa Lukman tersadar akan pertanyaannya, namun ia tetap bersikap biasa-biasa saja.


"Bukan begitu, Karan. Maksud Papa pekerjaan apa saja yang akan ditugaskan untukmu disana?". Papa Lukman memperbaiki kata-katanya dan intonasi bicaranya, ia sedikit merasa bersalah.


"Mengambil data setiap kegiatan karyawan di sana". Jawab Karan datar.


.


.


"Apa kau pergi sendirian?". Papa Lukman kembali membuka obrolan.


"Tidak, aku ditemani karyawan toko, dia Merchandiser".


Papa Lukman mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda mengerti, ada rasa bahagia yang tersirat di hatinya saat melihat Putra sulungnya terlihat bersungguh-sungguh dengan pekerjaannya.


"Baiklah, Papa harap semoga kamu bisa menjalankan tugasmu dengan baik disana, jangan hancurkan harapan Pak Hadi terhadap dirimu, dia telah memlercayaimu, Karan".


"Iya Pa, aku mengerti".


Papa Lukman mengambil gelas tehnya, ia beranjak keluar dari wilayah kamar.


"Dan satu lagi, Papa harap kamu jangan terlalu sering merokok". Ucap Papa Lukman sebelum melangkah.


Karan menatap Papanya dengan malas.


"Iya, Pa".


Papa lukman pun keluar dari area balkon meninggalkan Karan.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Di tempat lain, di Kontrakan Shenna.


.


Shenna telah selesai menyiapkan pakaian-pakaian yang akan ia bawa esok, ia juga sudah membersihkan dan merapikan kamarnya.


"Huft, berarti besok aku harus bangun lebih awal". Shenna merebahkan tubuhnya di kasur.


Shenna ingat bahwa besok ia akan dijemput oleh Karan, atasannya. Ia sedikit ragu bahwa ia akan pergi keluar kota, ini adalah kali pertamanya keluar kota, Shenna sedikit senang dengan hal ini sehingga ia tidak berhenti untuk berdoa agar semua dilancarkan.


"Ayah Doain Shenna, ya". Gumam Shenna mengingat ayahnya.


Jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 10:39 malam, Shenna bergegas membersihkan wajahnya, mengisi Charger ponselnya dan segera tidur dan menjelajahi alam mimpinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


SELAMAT TIDUR YA, SHENNA. SEMOGA MIMPINYA KETEMU MAS KARAN, HIHI ><

__ADS_1


__ADS_2