Apakah Dia Imamku

Apakah Dia Imamku
Ketawa teros


__ADS_3

*DUGHH PYARR!!


Suara sebuah benda yang tertabrak sesuatu kemudian pecah.


"Masyaallah!!Azzam,Maryam!!kalian kok bisa bisanya main lari lari di dalem rumah?!Untung tadi gelasnya cuma pecah,nggak sampe ke injek.Kalo ke injek berdarah kan kakinya"ujar Jihan yang tiba-tiba muncul saat mendengar benda terjatuh.


Maryam dan Azzam yang ditegur hanya berdiri bersebelahan saling diam menunduk dan menyikut satu sama lain.


"Udah,sekarang kalian beresin ini"ujar jihan sedikit menurunkan nada suaranya dan berlalu menuruni tangga.


Tanpa pikir panjang,keduanya langsung membersihkan kepingan demi kepingan gelas kaca tersebut.


"Maafin Kakak ya Dek?"ujar Azzam.


"Iya,lagian ini juga salahnya Iam kok.Lari nggak liat liat"


"Nggak,ini gara gara Kakak"


"Kita berdua salah"tukas Maryam.


"Yaudah deh"final Azzam.


Hanya karena kata kata tersebut,keduanya langsung berpandangan dan tertawa lepas.


"Ketawa teros,Ibu kalian marah lagi baru tahu rasa"ujar Syafiq yang tiba-tiba muncul.


Bukannya berhenti tertawa,Azzam dan Maryam malah makin tertawa menjadi jadi.


"Sstt...lebih parah dari itu kalo sampe Aisha tahu Kakak yang jadi sebab gelasnya pecah bisa diamuk ntar"


Ya,gelas yang pecah merupakan pemberian dari Aisha.Karena Ayah dan Ibunya baru pulang dari wisata.


Kembali semuanya tertawa lepas.Bahkan Syafiq pun ikut tertawa.


"Oh gitu?"ujar dua orang perempuan yang datang tiba tiba.


Seketika,Azzam dan Syafiq diam sembari menahan tawa,sementara Maryam malah meneruskan tertawanya.


"Maryam nggak ikutan lah.Mau masuk kamar dulu"ujarnya sembari beranjak dan masih melanjutkan tawanya.


Kedua pasangan namun beda generasi itu pun akhirnya tertawa juga karena tingkah Maryam.


Setelah puas tertawa,akhirnya mereka menuju ke kamar masing masing.


🍁

__ADS_1


Sang surya mulai menampakkan dirinya di ufuk timur.Sinarnya menghangatkan siapa saja yang berhadapan dengannya pagi itu.


Seperti keluarga Syafiq yang pagi ini melangkahkan kaki untuk sekedar jalan jalan menikmati hamparan taman kota yang luas.


Kota ini tak terlalu panas namun juga tak terlalu dingin.Membuat siapa saja akan betah untuk sekedar melepas penat dari padatnya pekerjaan.


Gunung dan bukit menjulang tinggi mengitari kota ini.Subhaannallah,sungguh indah ciptaanMu Ya Robb.


"Ayah,Beliin Maryam itu dong"ujar Maryam dengan menunjuk kedai es krim.


"Ih masih pagi Dek,kamu kan juga belum sarapan.Masa mau beli es krim"ujar Azzam khawatir.


"Lah,kan Maryam cuma pengen beli bukan makan"ujarnya dengan polos.


"Bisa aja kamu dek"ujar sang kakak ipar dan semuanya terkekeh.


"Yaudah,ini uangnya.Kakak juga beliin ya?"


"Lah,kakak ipar?"


"Kita berdua aja"


"Okedeh.Ayah sama Ibu?"


"Berdua"


"Makanya cepet nikah.Fatimah aja udah nikah.Atau nggak laku ya?"


"Hissshh.Mulutmu Kak"ujar Maryam kesal.


"Hahaha"semua tertawa lepas.


"Oh,iya Kak.Nanti jadi jalan jalan?"


"Nah,ini kan jalan jalan"


"Ihhh,Kakak mah gitu"


"Iya iya dek.Nanti jadi kok"


"Ayah sama Ibu ikut?"


"Nggak ah.Mau istirahat aja di rumah.Ya kan Bu?"ujar Syafiq.


"Iya"

__ADS_1


"Lah,aku ntar jadi nyamuk dong?"


"Ngajak Yusuf lah"


"Lah,nggak punya nomornya"


"Emang mau ngajak beneran?kalo beneran ya Kamu yang bayarin"canda Azzam.


"Ishhh,tau ah"


"Lah ngambek"


"Siapa yang ngambek?"


"Kamu lah"


"Tau ah"ujarnya lalu berlalu pergi.


🍁


"Eh,ada Maryam.Jalan jalan juga?"


Suara seorang wanita menyapanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Wah,siapa tu?


Haha,See You Next Episode Dadada👋🏻👋🏻👋🏻.


__ADS_2