Apakah Dia Imamku

Apakah Dia Imamku
Aeshthetic


__ADS_3

*PYARRR


"ADUUHHHH"


Terdengar suara Maryam berteriak dari lantai atas rumahnya setelah terdengar suara barang jatuh.


Terkejut mendengar suara Maryam,Azzam dan Aisha pun sontak berlari ke lantai atas.


"KENAPA DEK?!"tanya Azzan dan Aisha serentak.


"HAH?! ngga papa kok kak,Maryam cuma ngga sengaja nyenggol gelas habis itu jatuh terus pecah dan yaaa alhasil ini deh"ujarnya santai sembari menunjukkan telapak kaki kanannya yang tertancap pecahan kaca dan berdarah.


"Mashaallah.Kaya gitu kok ngga papa sih dek"ujar Aisha.


"Biasa.Kurang anteng gitu deh"


Sementara yang dinasehati malah tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Malah senyam-senyum. Ayo ke dokter"ajak Azzam.


"Yang baik ngapa sih bang"


"Yaudah.Maryam yang cantik,kita ke dokter ya?biar lukanya nggak infeksi,biar cepet sembuh juga kakinya.Terus kita nanti ke Magelang nyusul Yusuf"


"Idih.Ngapain nyusul dia bang? kurang kerjaan"


"Tapi abang ada kerjaan sama dia"


"Hiilih"


"Udah ayo cepetan"


"Gendong ya bang? ga bisa jalan nih"


"Lama deh adiknya abang"


Tanpa basa basi,Azzam pun langsung menggendong Maryam menuju ke halaman rumah tenpat mobil terparkir.Sementara Aisha,dia hanya menyimak percakapan saudara sekandung itu dengan tersenyum kemudian melangkahkan kaki mengikuti suami dan adik iparnya.

__ADS_1


🍁


Mereka telah sampai di sebuah klinik dan sesegera mungkin dokter mengobati luka Maryam yang darahnya hampir kering tersebut.


Tak lama,luka di kaki Maryam pun sudah terbalut perban dengan rapi.Pecahan kaca yang awalnya menancap sudah berpindah ke tempat sampah setelah sebelumnya dicuci karena ada bekas darah di sana.


Mereka kembali ke rumah dengan perasaan yang sepenuhnya lega karena kaki Maryam keadaannya tidak terlalu buruk.


Di rumah,ayah dan ibu sudah menunggu di ruang keluarga.Setelah masuk dan mengucapkan salam,Azzam,Aisha,dan Maryam pun ikut bergabung dengan Syafiq juga Jihan.


Awalnya suasana biasa saja.Namun setelah orang tua mereka melihat ada perban di kaki Maryam,suasana menjadi sedikit tegang.


"Loh,kakinya kenapa?kok diperban?"tanya Jihan.


"Biasa bu,pecicilan. Habis mecahin gelas tuh.Gatau deh jalannya gimana"


"Lain kali hati hatilah"


"Iya Bu,hehe"


Memang ceroboh sih. Karena melihat usianya yang hampir menginjak kepala dua,Maryam masih saja bertingkah layaknya anak kecil yang baru saja mendapat mainan kesukaan sampai sampai karena dia terlalu semangat, bisa memecahkan gelas yang bahkan letaknya berada di tengah meja.


Maryam sedang duduk bersantai menikmati cahaya matahari pagi di balkon kamarnya. Bersama secangkir teh melati dengan sedikit butiran gula juga dengan sepiring brownis yang ia beli bersama Aisha tadi malam.


Ia mulai mengangkat cangkir berisi teh lalu meminum isinya.


"Adeeeekkkkk!"


*BYURRRR


Teh yang sudah masuk ke mulutnya kembali menyembur kekuar karena Ia terkejut.


"Mashaallah,Bang! kaget nih"


"Mashaallah dek,abang ngga sengaja"ujar Azzam sambil tertawa renyah melihat Maryam.


"Lagi aeshthetic aeshthetic-nya loh ini"

__ADS_1


"Gayamu dek!"ucap Azzam dengan logat Jawa.


"Hih.Serahlah"


"Cieee marah"


"Serah sampeyan-lah Mas"


"Ikut yok?"


"Nang ndi?"


"Nang griyane Yusuf"


"HA?!"


"Wes cepetan siap-siap kana!"


"Bawa apa?"


"Baju dua setel,nek ndak yo serahmu tapi aja akih-akih,sama peralatanmu selama dua hari satu malem"


"OTW"


"Jam sembilan berangkat"ujar Azzam sembari meninggalkan Maryam.


"YOI!"


.


.


.


Waah gais. Maaf banget nih. Ceritanya Author gantung lagi ya.


Staysafe ya,jaga kesehatan,jangan telat makan,selalu berdoa.

__ADS_1


Semoga pandemi ini cepet berakhir .


See you next episode DADAAAAA.


__ADS_2