Apakah Dia Imamku

Apakah Dia Imamku
Terima?


__ADS_3

"Kedatangan saya kesini,yang pertama tidak lain dan tidak bukan adalah bersilaturahmi"jawabnya tegas.


"Lalu yang kedua saya ingin mengatakan sesuatu"lanjutnya.


"Apa itu?"tanya Ustad Hasan yang tak lain adalah ayah dari Fatimah.


"Sebenarnya,saya sudah lama ingin melamar anak ustad,Dek Fatimah.Dan kali ini saya meminta restu kepada ustad,bolehkah saya melamar dan menjadikan kekasih halal saya?"ujarnya.


Mendengarnya,Ustad Hasan tak serta merta memanggil putrinya untuk dimintai jawaban.Ia malah mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin mendebarkan bagi setiap lelaki,namun tidak untuk lelaki yang bernama Ali.


"Apa pekerjaanmu?,dan apa yang kau miliki untuk menikahi putriku?Apa kau bisa membahagiakannya?"tanya Ustad Hasan tegas.


"Saya bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji yang inshaallah cukup,saya mencintai putri ustad bukan karena nafsu namun karena Allah,dan saya berjanji akan membahagiakannya juga tak akan menyakitinya"ucapnya yakin.


"Apakah aku bisa memegang kata katamu?"


"Bismillah,bisa Ustad"jawabnya yakin.


"Baiklah kalau begitu,saya merestuinya,namun keputusan diterima atau tidak,itu urusan putri saya.Sebentar"ucapnya sambil meninggalkan Ali dan mendapat balasan berupa senyuman dari Ali.


Di kamar Fatimah🍁


"Ada apa ini?


katanya ada acara?


kok malah kesini?


masa iya?


arghh ngga boleh ngga boleh!


aku ngga boleh ke-geer-an!


eh tapi aku penasaran juga sih"monolog Fatimah sambil merancau.


Tok tok tok..


"Fat,Fatimah buka pintunya nak, ayah mau bicara"ucap seorang laki laki dari luar yang tak lain adalah Ustad Hasan.


"Iya yah"


Klek

__ADS_1


Suara pintu terbuka


"Ada apa yah?"tanya Fatimah setelah mempersilahkan ayahnya masuk.


"Begini,di depan ada nak Ali,dia melamarmu,apa kamu bersedia?".


Perkataan ayahnya barusan sontak membuat dirinya terkejut.


Tak heran,karena Ali adalah lelaki yang ia dambakan sejak dulu.


"Apakah ayah setuju?"


"Astagfirullah nduk,kamu itu lho ditanya kok malah balik nanya"seru ibunya yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka di depan pintu.


"Ehm,gimana ya? Fat sebenarnya menerima,tapi Fat belum siap"


"Yasudah,sebaiknya kamu istikharah dahulu"


"Kalau begitu,Fatimah minta waktu tiga hari untuk menjawabnya"


"Baiklah,akan ayah sampaikan kepada nak Ali"ucap sang ayah lalu beranjak pergi menuju riang tamu.


"Apa yang membuatmu tak yakin nduk?" tanya ibunya.


"Begini nduk,nak Ali itu baik. Walaupun sudah menikah,ibu yakin jika kamu diizinkan untuk kuliah oleh nak Ali,tapi kamu juga harus memperhatikan keluarga.Dalam arti kamu tidak boleh meninggalkan kewajibanmu sebagai istri"tutur ibu bijaksana.


"Baiklah Bu,tapi Fat minta tiga hari untuk memantapkan hati"


"Terserah kamu nduk"ucap ibu sambil tersenyum.


Di ruang tamu🍁


"Maaf sudah membuat nak Ali menunggu lama"


"Tida apa apa,Tad"


"Begini,Fatimah akan memberikan jawaban tiga hari ke depan,apa kamu tidak keberatan?".


"Inshaallah,saya tidak keberatan,saya akan menunggunya"jawab Ali mantap.


"Bagus kalau begitu,saya ada permintaan untukmu."


"Apa itu Ustad?".

__ADS_1


"Tiga hari ke depan,dihari Fatimah akan memberikan jawaban,saya minta kamu juga membawa walimu.Bagaimana?"


"Baiklah,inshaallah saya akan mengajak orang tua saya"


"Baguslah"


"Terimakasih Ustad,kalau begitu saya pamit pulang,karena sudah hampir Isya',Assalamualaikum"ucapnya sambil beranjak berdiri.


"Oh,silahkan Waalaikumsalam"balas Ustad Hasan sambil mengantarkan Ali di depan pintu.


🍁


Fatimah:


"Assalamualaikum Maryam,besok kamu ada acara?"


Maryam:


"Waalaikumsalam,nggak kok Fat,ada apa?"


Fatimah:


"Besok ke Alun alun yuk! Jogging"


Maryam:


"Oke deh"


Keesokannya🍁


.


.


.


.


Hai semua!🤗Jumpa lagi sama aku🤗


Mohon kritik dan sarannya ya🙏🏻


Maapin author kalo ceritanya agak gimana gitu ya 🙏🏻Tapi author akan berusaha yang terbaik untuk kalian🙏🏻🤗

__ADS_1


See you next episode🤗🤗👋🏻


__ADS_2