
Empat tahun sudah dia meninggalkan desa tersebut,menyisakan Maryam yang selalu mendoakannya di sepertiga malam.
Hari ini tepat 1 tahun setelah kelulusan Maryam dari jenjang MA. Maryam berkuliah di salah satu Universitas di Semarang dengan beasiswa karena kecerdasannya.Tak hanya Maryam,sahabatnya Fatimah pun juga mendapat beasiswa di sana.
"Assalamualaikum,Maryam"
"Waalaikumsalam,eh kamu Fat,tunggu sebentar ya,aku mau ambil tas sama pake sepatu"
"Oke oke"
Di kampus๐
"Assalamualaikum" Ucap Maryam dan Fatimah bersamaan,dengan senyum saat memasuki kelas.
"Waalaikumsalam"jawab satu kelas serempak dan juga memperlihatkan senyuman mereka.
Maryam dan Fatimah lalu menuju ke tempat duduk mereka masing masing.
SKIP๐ธ
Kelas sudah selesai,dosen pun memberi salam sebagai penutup pertemuan.
"Maryam,ke kanti bentar yuk! laper nih"ucap Fatimah dengan senyum sok manisnya (emang manis sih๐).
"Yaudah ayo!,eit tapi traktir ya?"ucap Maryam sambil menaik turunkan alisnya.
"Lah kok gitu, uang Fat kan cuma cukup untuk beli bakso seporsi sama es teh segelas"ucap Fatimah dengan suara anak kecil sambil menunjukkan wajah cemberutnya dan hal tersebut membuat Maryam terkekeh geli.
"Aduh Fat,aku cuma bercanda kali"final Maryam dengan masih terkekeh.
"Tapi aku juga bercanda kok"ucap Fatimah lalu berlari meninggalkan Maryam.
"Hmmm..sudah ku duga"ucap Maryam pelan.
Di kantin๐
DUGHH!!(anggep aja suara tabrakan) PYAARR!(anggep aja suara gelas dan mangkuk pecah ya gais๐)
"Allahu akbar!"pekik Maryam saat badannya tertabrak dan kaget saat nampan berisi semangkuk bakso dan segelas es teh jatuh.
"Eh,maaf maaf mbak, saya nggak sengaja"ucap seorang laki laki yang ternyata menabraknya.
__ADS_1
"kok suaranya kayak familiar ya?"batin Maryam.
Maryam pun mendongak untuk melihat siapa yang menabraknya.Sekilas lalu ia kembali menunduk.
"Eh nggapapa kok"
"Ini saya ganti uangnya"ucap lelaki itu sambil memberikan beberapa lembar uang kepadanya.
"Eh, ngga usah ngga usah"tolak Maryam.
"Ngga usah gimana sih Mar?,jelas jelas dia buat kamu nggak bisa makan,terus kamu biarin aja?"ucap Fatimah yang memang agak sensi bila bertemu lelaki tak dikenal.
"Udah udah nggapapa kok,urusan mangkuk sama gelasnya biar aku yang ganti"jelas Maryam.
"Eh,mana tu duitnya buat ganti mangkuk sama gelasnya?"tanya Fatimah pada lelaki itu.
"Udahlah Fat ngga usah,biar aku yang ganti"ucapnya mencegah Fatimah.
"Biar aku aja yang ganti,lagian ini juga salahku karena tadi nggak fokus"tutur lelaki itu.
"Nah siip,yaudah sono gih ganti mangkuk sama gelasnya"ucap Fatimah.
"Nggakpapa kok"jawab lelaki itu sembari menunjukkan senyumannya yang membuat kaum hawa meleleh,tapi tidak bagi Maryam,ia hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi dengan Fatimah menuju meja makan.
"Huhh! untung ada kamu Mar,kalo nggak udah aku bikin ungu deh wajahnya"
"Astagfirullah Fat,jangan gitu lah,nggak baik"
"Abisnya ngeselin sih"
"Udahlah,lagian dia juga udah tanggung jawab kok"kata Maryam sembari tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya.
Setelah Fatimah menghabiskan makanannya dan menyedot habis minumannya,mereka pun melangkahkan kaki menuju parkiran.
Di parkiran๐
"Main dulu yuk Mar!"ajak Fatimah
"Kemana?"
"Mall aja gimana? aku pengen beli baju buat Mas Ali"
__ADS_1
"Elahh,cie cie Fatimah"goda Maryam yang membuat pipi Fatimah bak kepiting rebus.
"Gimana? mau ngga?".
"Yaudah ayo,lagian weekend juga,sekalian refreshing hwhw"final Maryam.
Di mall๐
"Eh Mar,ini bagus nggak?,cocok nggak sama Mas Ali?"
"Ngga tau ah,ngga pernah beliin baju orang,tanya aja kenapa sih?"
"Nggak surprise dong"
"Yaudah terserah kamu,aku mau liat liat gamis dulu di sana dada Fatimah"
"Ihh,kok ditinggal sih"
Tanpa menjawab,Maryam meninggalkan Fatimah sembari tersenyum ke arahnya.
Saat melihat lihat gamis,tiba tiba......
"Mbak"
.
.
.
.
.
.
.
Maaf baru up๐๐ป๐๐ป๐๐ป,soalnya banyak tugas๐๐๐
minta dukungan dah sarannya ya temen temen,kakak kakak dan semuanya.Jumpa lagi di episode selanjutnya dada๐๐ป๐๐ป๐๐ป
__ADS_1