Apakah Dia Imamku

Apakah Dia Imamku
Resmi dungs


__ADS_3

"What beneran?"tanya Maryam kaget.


"Astagfirullah wajahmu itu lho, Iya beneran beb,masa aku boong"tutur Fatimah terkekeh.


"Wah Selamat nih,ntar lagi jadi Nyonya Ali Setiawan"ucap Maryam dengan nada mendukung.


"Hihih biasa aja kali,lagian lamarannya belum gue terima"


"Hah? wait wait wait,gimana gimana? ngga paham gua"


"Gini,aku minta waktu tiga hari untuk istikharah dulu".


"Owh gitu".


"Eh,BTW gua kan udah dilamar,lah lo kapan?"


"Uhukk"


Karena pertanyaan Fatimah tadi,Maryam pun tersedak saat menikmati makanannya.


"Astagfirullah,Fatimah cumil,boro boro dilamar,calon aja kagak punya"katanya sembari menghembuskan napas kasar.


"Eh iya ya".Final Fatimah kemudian melahap habis makanan yang dipesannya.


Setelah makanan habis,mereka memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.


"Eh Mar".


"Hmmm?"


"Hmm mm mmmmm hm mmm,lanjut nyanyi"kesal Fatimah.


"Ih paan sih?".


"Lagian ditanya jawabnya gitu".


"Iya iya,ada apa Fatimah cantik"ujarnya dengan memposisikan kedua punggung tangannya di bawah dagu.


"Bukannya,kamu pernah cerita sama aku tentang siapa tu? siapa anak santri yang dulu itu?".


"Yusuf".


"Nah itu,kenapa nggak cari dia aja siapa tahu jodoh".


"Sebenernya gua udah ketemu sama dia".


"Hah?serius lo?kapan?".


"Inget ngga,cowok yang pas itu nabrak aku di kantin kampus waktu itu".


"Hah?seriusan?yang mau gua tonjok waktu itu?".


"Iya Fat".


"Eit,aku bingung kok kamu pas itu nggak kenal dia?".


"Karena gua takut salah orang,terus pas kemaren kita ke mall,gua ketemu lagi ma dia".


"Nah,terus terus?".


"Dia minta tolong ama gua,buat cariin gamis yang cocok di tinggi badan 159 cm,terus gua bantu,setelah itu kita ngobrol bentar,dan kenalan".

__ADS_1


"Tapi kok dia nggak kenal sama kamu,padahal kan pernah ketemu?".


"Mungkin dia lupa Fat,secara kan udah empat tahun nggak ketemu".


"Terus,kenapa kamu nggak ngaku aja kalo dulu kalian kenal?".


"Gua takut Fat,soalnya kan dia pas itu cari gamis,dan gua mikir kalo dia udah punya istri,secara dia kan akhlaknya baik terus juga ganteng".


"Eh tapi kan kamu juga ngga boleh suudzon,siapa tahu itu buat ibunya,kita mana tahu".


"Eh,iya juga ya,kenapa aku ngga mikir sampai sana ya?".


"Nah kan,itu tandanya kamu mudah putus asa,belum juga tahu kebenarannya,main nyimpulin aja".


"Astagfirullah,makasih nasehatnya ya Fat"ucap Maryam lantas memeluk Fatimah.


"Sama sama sudah seharusnya begitu"balas Fatimah lalu menyunggingkan senyum manisnya.


Tiga hari kemudian🍁


Tiga hari,waktu yang cepat bagi Fatimah,namun tidak untuk Ali.


Hari ini,hari dimana Fatimah akan menjawab pertanyaan yang dikatakan Ali pada ayahnya.


"Baiklah kita mulai saja"ucap ayah Fatimah pada semua yang ada di ruang tamu namun belum termasuk putrinya.


"Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,Kedatangan kami ke sini yang pertama adalah silaturahmi"ucap Pak Zulkarnain ayahnya Ali membuka percakapan dan dibalas senyuman oleh Ustad Hasan.


"Dan yang kedua kami akan melamar putri Ustad Hasan untuk anak kami,Ali".


"Kami merasa terhormat dengan kedatangan Njenengan ke sini,kami juga bahagia karena nak Ali melamar anak kami,kami juga sudah merestuinya,namun untuk diterima atau tidaknya itu keputusan Fatimah"


"Sebentar,saya panggilkan Fatimah terlebih dahulu"ucap ustazah Halimah,ibu dari Fatimah.


"Fat"


"Iya bu"


Tanpa berlama lama,Fatimah membuka pintu dan keluar menemui keluarga Ali didampingi oleh ibunya.


"Jadi bagaimana nak Fatimah?"tanya ayah Ali.


"Mmm.. saya ingin mendengar langsung pertanyaan dari Kak Ali"ucapnya yang membuat semua orang kaget sekaligus tersenyum.


Tanpa Blablabla Ali langsung bertanya pada Fatimah.


"Ianira Fatimah Az Zahro,saya Ali Setiawan,ingin menjadikanmu bidadari duniaku dan juga wanita surgaku apakah engkau bersedia?"ucap Ali dengan ketegasan.


"Aku Ianira Fatimah Az Zahro,bersedia menjadi bidadari duniamu dan juga wanita surgamu,wahai Ali Setiawan"ucapnya penuh ketegasan namun dengan nada lebih lembut.


"Alhamdulillah"ucap mereka saat mendengar perkataan dari Fatimah.


"Baiklah,kalau begitu kapan diadakan pernikahannya?"tanya Pak Zulkarnain.


"Bagaimana kalau minggu depan?"usul Ali.


"Mm.. ngga kecepetan kak?"tanya Fatimah.


"Nduk,niat baik itu harus segera dilaksanakan,kita nggak bakal tahukan kalau ada apa apa kedepannya?"ujar Ustad Hasan.


"Ayahmu benar nduk"ucap ibu menimpali.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu,akad nikah akan diadakan minggu depan,dan resepsi diadakan keesokannya"ucap Pak Zulkarnain yang dijawab anggukan oleh orang yang berkumpul di ruang tamu.


Setelah acara tukar cincin,yang tentunya dibantu oleh mahram,keluarga Pak Zulkarnain pun pamit undur diri.


Di kamar Fatimah🍁


Maryam:


"Assalamualaikum Fat,gimana lamarannya😋?"


Fatimah:


"Waalaikumsalam Mar,Alhamdulillah lamaran aku terima juga berjalan lancar🤗"


Maryam:


"Wah Alhamdulillah,resmi dungs kalau gitu,kapan nikahnya😋?


Fatimah:


"Inshaallah minggu depan Mar,doain aja ya🤗"


Maryam:


"Kayaknya baru kemaren kita maen,eh kamunya mau nikah aja🤧"


Fatimah:


"Udahlah Mar,itu kan kehendak Yang Kuasa,semoga kamu juga cepet dapat jodoh yang kamu harapkan😇"


Maryam:


"Aamiin,makasih do'anya Fat🤗💙"


Fatimah:


"Sama sama"


.


.


.


.


.


.


.


yah to be continue🤓


maapin jarang up🙏🏻


kalau ceritanya kurang seru,maapin ya🙏🏻


karena manusia itu punya banyak kekurangan😊


makasih yang selalu dukung dan suport😊

__ADS_1


see you next episode ya dada🤗🤗


__ADS_2