Apakah Dia Imamku

Apakah Dia Imamku
Pernah ketemu?


__ADS_3

Assalamualaikum readers,


Jumpa lagi nih,maaf author lama nggak up karena banyak tugas๐Ÿ˜‚


Oh iya di episode sebelumnya kan pada belum tahu nih nama orang yang dicintai Maryam,nah pada episode kali ini author bakal kasih tahu namanya,


Jadi ikuti terus ya kisah Maryam.


Happy Reading๐ŸŒŠ


.


.


.


.


"Mbak"


"Hah? dia panggil siapa? aku?"batin Maryam tak yakin walaupun hanya dia perempuan yang di situ.


"Mbak hijab biru,hallo?"


Tak ada yang berhijab biru selain dirinya,maka dari itu ia memutuskan untuk menoleh ke belakang.


"Nah akhirnya nengok juga".


Betapa terkejutnya dia saat menoleh,ternyata laki-laki yang memanggilnya adalah yang menabraknya di kantin tadi.


"Maaf kenapa Mas? ada masalah dengan yang tadi?" tanya Maryam.


"Ehm, ngga kok Mbak,Bisa bantu saya ngga Mbak?".


"Ouh,jadi apa yang bisa dibantu?".


"Ehm,saya ingin mencari gamis untuk wanita yang tingginya 159cm Mbak bisa tolong carikan tidak?"katanya.


"Ouh,oke saya coba carikan,kebetulan tinggi saya juga 159".


"Wah,Alhamdulillah terimakasih Mbak".ucapnya yang dibalas dengan senyuman dari Maryam.


Pilihan Maryam jatuh kepada gamis warna cokelat susu dilengkapi brokat di bagian dada sampai lengan dan kerudung pashmina warna senada.


"Sekali lagi terimakasih ya Mbak,maaf merepotkan dan saya minta maaf atas kejadian tempo lalu".


"Sama sama Mas,sudahlah,kita hidup juga harus saling tolong menolong kan?"ucap Maryam sembari tersenyum.


"Iya juga,eh ngomong ngomong kita belum kenalan,perkenalkan saya Yusuf,Muhammad Yusuf Alfin Danish"tuturnya sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.


Kalimat barusan sontak membuat Maryam terkejut,bagaimana tidak? ia bertemu kembali dengan orang yang sudah lama dicintainya meski dalam diam,namun hal itu tak membuat Maryam menjelaskan jika mereka pernah bertemu beberapa tahun yang lalu.Ia pikir untuk saat ini lebih baik menyembunyikan kenangan terindahnya di masa lalu.

__ADS_1


"Ouh iya,saya Maryam,Maryam Alina Syafiq"balasnya sambil melakukan hal yang sama dengan Yusuf.


"Ya sudah,kalau begitu saya pamit dahulu,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam".


Setelah melihat punggung Yusuf lenyap dari pandangan,Maryam pun memutuskan untuk menghampiri Fatimah yang telah selesai membayar baju yang dipilihnya.


"Udah Fat?"


"Mmmm udah kok"


"Yaudah kita pulang"


"Oke"


Di rumah๐Ÿ


Dengan langkah gontai,Maryam menaiki tangga menuju kamarnya.Ia tiba di rumah pukul setengah enam sore.Sesampai kamarnya,ia bergegas mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.Selesai mandi,ia pun mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT.


"Apakah Dia jawaban atas doa doaku selama ini Ya Rabb?jika benar semoga kita dapat dipertemukan kembali dan dengan cara yang Engkau Ridhoi Ya Allah,Aamiin"


Di rumah Fatimah๐Ÿ


Seorang perempuan berusia sembilan belas tahun mengamati layar Handphonenya sembari tersenyum bahagia.


Fatimah:


Ali:


"Kenapa emang?"


Fatimah:


"Ada deh"


Ali:


"Maaf aku ada acara"


Fatimah:


"Yah,yaudah deh,lain kali aja"


Ali:


"Maaf ya"


Dan pesan terakhir hanya dibaca oleh Fatimah


Tiba tiba...

__ADS_1


"Assalamualaikum"ucap seseorang dari luar.


"Waalaikumsalam"sahut Fatimah dari dalam sambil membuka pintu.


"Hah?Mas Ali?kenapa dia kesini?katanya ada acara? kok aku deg degan ya?"batin Fatimah bertanya tanya.


"Eh,Mas Ali ada apa?".


"Ayahnya ada?".


"Eh,ada kok,silahkan masuk Mas".


"Makasih"ucap Ali sembari tersenyum dan dibalas anggukan dengan Fatimah.


Sembari menunggu,Ali dipersilakan duduk oleh Fatimah.


Tak lama seorang lelaki paruh baya datang menghampiri Ali.


Segera Ali berdiri dan mencium tangan laki laki tersebut.


"Assalamualaikum,ustadz"


"Wa'alaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh,ada apa nak Ali?kelihatannya ada sesuatu yang penting.


Belum sempat Ali menjawab,Fatimah datang membawa dua cangkir hangat teh dan beberapa stoples berisi makanan ringan.


"Monggo,diminum tehnya Yah,Mas".


"Terimakasih Dek Fat".


"Sama sama"jawabnya dan berjalan menuju dapur.


Ayah Fatimah yang melihat tingkah laku mereka pun tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Jadi ada apa nak Ali?"


Ali pun mengambil napas dan...


.


.


.


Wah Ali mau bilang apa nih?๐Ÿ˜‚


kalau mau tau, tunggu kelanjutan kisahnya ya.


Maaf kalau ceritaku ini mungkin membosankan,tapi aku bakal berusaha yang terbaik untuk kalian semua๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Jumpa lagi di next episode ya๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2