
Hari sudah malam,kejadian tadi sore itu benar benar membuat ku sangat syok, apakah ibu telah mengetahui sifat saudari perempuan selama ini atau belum sama sekali?. Yaallah bagaimana ini, kenapa ini terjadi dikeluarga kami.
Mata ku sama sekali tidak mau di ajak kompromi, niat hati mau tidur karena besok harus bangun lebih awal lagi, tetapi kepala ku seakan akan menolak untuk tidur. Apa yang harus aku lakukan, jadi bingung sendiri.
Karena mata ku tidak mau tidur,sekarang aku lagi duduk dibalkon kamar sambil meminum secangkir kopi panas dan 1 bungkus popmie dan ditemani dengan angin sepoi sepoi, saat sedang asyik meniup kopi tiba tiba hp ku berbunyi spertinya ada yang menelpon, sebelum aku angkat aku melihat jam dulu ternyata sudah jam 11 malam tumben jam segini masih ada yang nelpon, sebenarnya aku malas mengangkat apalagi dengan nomor telepon yang baru tetapi takutnya nanti ada urusan penting pula.
( percakapan didalam telpon )
" Halo, assalamualaikum maaf sebelumnya ini dengan siapa?." tanya ku sopan.
" Waalaikumsalam, saya bos mu."
Owalah pak dion ternyata tumben dia nelpon, eh kok dia tau nomor aku sih aduh kenapa ini apa jangan jangan aku akan dipecat dengan beberapa hari kerja? yatuhann masalah belum kelar ini orang tiba tiba datang pula ya allah jangan aku di PHK.
" heloo, masih ada orang kah?."dia bertanya lagi
" aduh aduh maaf pak, iya masih ada disini sebelumnya saya mau bertanya pak ada hal apa ya pak sampai sampai bapak menelpon saya jam segini pak? apa jangan jangan bapak mau pecat saya?, jangan pak jangan saya gak mau di pecat pak nanti kalau saya dipecat bagaimana hutang saya sama bapak, belum lagi dengan kehidupan saya yang sangat membutuhkan uang pak, pak..... "
__ADS_1
belum sampai omongan ku tiba tiba dia langsung memotong ucapan ku
"Siapa juga yang mau memecat kamu, saya belum selesai ngomong kamu langsung saja nyerudup. "
" Heheh maaf pak, namanya juga orang takut Kenapa kenapa dengan pekerjaannya soalnya saya butuh kali pak e."
" Makanya dengerin dulu saya ngomong."
" Oke pak saya diam. "
" Loh loh, kenapa pak?."
" Entar kamu saya bayar. "
" tunggu tunggu pak ini ada sebenarnya pak?."
" Pokoknya kamu ikut dengan saya,tidak boleh protes. "
__ADS_1
" Ah gak mau pak saya perempuan baik baik pak saya pakai pakaian yang sopan selama ini, kok bapak menyeramkan? umur saya masih belia pak."
" Ikut saja senja permata."
" Bapak tidak macam macam kan pak."
"Saya tidak akan macam macam sama kamu."
" OH oke pak kalau begitu."
" Yaudahh sana tidur senja, angin malam tidak baik untuk kesehatan, dan satu lagi jangan pikirkan sesuatu hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kamu sebab itu bukan urusan kamu lagi, jadi stop untuk membantu orang orang yang tidak mau di bantu senja, cukup urusan dan tujuan kamu kedapan saja yang kamu pikirkan."
Setelah mengucapkan seperti itu dia mematikan secara sepihak saja, aku sedikit bingung dengan dia siapa sebenarnya dia kenapa dia seakan akan tau seluk beluk kehidupan ku. Aneh ini orang dia sok jadi pahlawan dalam kehidupan ku.
Dan besok pagi apa alasannya kenapa harus ikut dengan dia?.
Enak saja nyuruh nyuruh orang tidur,orang mah mau makan mie sambil ngopi dulu sibuk bener jadi orang. buat mood orang hilang saja
__ADS_1