Apakah Ini Benar -benar Cinta?

Apakah Ini Benar -benar Cinta?
perjalanan ke 9


__ADS_3

Setelah beberapa menit aku mencari pintu keluar akhirnya aku dapat juga dan aku keluar sebelum keluar aku berdoa agar pak dion tidak marah, emang siapa suruh dia lama.


Beberapa meter dipersimpangan jaraknya lumayan jauh dari Hotel, sekarang aku lagi istirahat di tapak kaki lima, karena perut ku agak keroncongan sebab tadi tidak sempat makan banyak, bukannya tidak sempat sih tapo makanannya tidak membuat aku kenyang, yah mau bagaimana lagi kita mah orang biasa makanan pun biasa saja tidak bisa di samakan dengan orang uang kaya raya.


aku memutuskan memakan seblak super pedas karena ini hobi ku walaupun nanti sakit perut karena magh kambuh tapi karena mau yaudahalah masalah sakit ntar aja di pikirkan, sekali sekali gak papalah.


Beberapa menit akhirnya aku menghabiskan seblak yang super duper enak, setelah duduk sebantar aku melanjutkan perjalanan ku agaknya lumayan jauh, kalau aku naik ojek uang ku tidak cukup lagi karena barusan makan seblak. uhhh nasib nasib gajian kok masih lama lagi ya.


akhirnya aku memutuskan untuk kembali berjalan ya walaupun Capek tapi mau gimana lagi.


setiap perjalanan tidak lupa aku bernyanyi sesuka hati ku sekalian menghilangkan stres, Banyak sekali bayangan bayangan impian yang ingin gapai.Kenapa nasib ku agak sulit di lalui ya, apakah aku dulu pernah berbuat salah sampai sampai sesusah dan seribet ini.


Sedang asyik bernyanyi aku di hadang oleh beberapa preman yang ada di jalan tersebut,aku sebenarnya tidak takut sih karena aku sedikit banyak bisa silat tapi kalau mereka rame rame mana kuat aku, kalau teriak pasti orang orang tidak dengar karena di sini tempatnya lumayan sepi, kalau lari mungkin kencang larian mereka dibandingkan dengan ku.

__ADS_1


Ya tuhan Yaa allah bantu lah hamba mu ini.


" Eh ada eneng eneng, mau kemana atuu?."


" Maaf mas aku mau pulang permisi" aku berusaha untuk tenang dan berbicara selembut mungkin tapi agak menekan.


" Galak bener eneng sini dulu lah, entar kami antar, iya gak bro." salah sati dari mereka ngomong seperti itu


" Jangan pegang pegang saya mas, mas mas ini kalau macam macam saya akan tlpon polisi."


" wih ni anak nantang sekali bos yaudah kita sikat, lumayan la untuk malam ini. "


salah satu dari mereka terus menarik tangan iu, aku berusaha untuk terlepas dari mereka, tetapi itu sia sia karena tenaganya lebih besar dari pada aku yang kurus ini

__ADS_1


Ketika mereka hendak memukur leher belakang ku tiba tiba ada yanf menolong ku secara tiba tiba, awalnya aku tidak tau dia itu siapa karena mukanya ke arah belakang sambil menghajar preman itu satu persatu sampai tidak tersisa sedikit pun. setelah selesai pemuda itu langsung berbalik, eh ternyata pak dion, aku cuma bisa tersenyum lebar saja ,ini kali ke 2 dia membantu aku.


" Kenapa kamu senyum? emangnya ini lucu." berbicara sambil mengangkat alisnya satu ke atas.


" Tidak ada yang lucu pak, pak dion saya minta maaf pak. "


" Kenapa kamu minta maaf?."


" Sebab aku pergi tanpa bilang bilang sama bapak."


" Oo oke, kamu mau disini saja atau pulang bersama saya?. "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2