Apakah Ini Benar -benar Cinta?

Apakah Ini Benar -benar Cinta?
perjalanan 7


__ADS_3

Sesuai janji semalam, hari ini aku akan ikut dengan bapak dion yang sangat terhormat dan aku diberikan izin plus gaji tambahan dari beliau, beh baik bener ternyata walaupaun ada sogokan.


sekarang aku lagi di depan rumah di tepi jalan raya lebih tepatnya menantikan jemputan yang sudah di janjikan oleh pak dion, hari ini outfit lumayan bagus soalnya di suruh oleh pak dion yaitu pakai baju serbah hitam dari kerudung sampai sepatu udah seperti orang ngelayat saja kan. Aku bingung kenapa aku harus begini orang yang lalu lalang di jalan saja memeperhatikan aku dari tadi.


sekitaran 15 menitan aku menunggu pak dion, akhirnya pak dion datang dan langsung menyuruhku masuk kedalam mobil. setelah itu kami langsung pergi dari sana,diperjalanan kami hanya diam dan fokus sama pikiran masing masing.tiba tiba pak dion memecahkan keheningan


" Senja, nanti kamu diam saja biar saya yang berbicara kamu cukup senyum dan mengiyakan saja."


" Oh oke pak. " aku langsung meng okekan saja, aku takut banyak bicara nanti salah dan membuat dia tambah tidak mood.


Setelah mengatakan itu pak dion langsung diam dan kembali fokus mengendarai mobilnya.


Sebenarnya aku bosan tapi mau bagaimana lagi semangat 45 untuk uang tambahan.

__ADS_1


Sekitaran 35 menit kami di jalan akhirnya sampai juga, kami berhenti di hotel pelangi,hotel yang paling mewah di kota ini.


aku sangat bahagia sekali akhirnya aku bisa masuk kesini ya walaupun tidak menginap setidaknya pernah lah, saat hendak turun pak dion berpesan kepada ku.


" Senja kamu ingat ucapan saya tadi, kamu hanya diam dan tersenyum saja. "


"iya pak iyaa saya ingat."


" Oke, Oh iya kalau saya mintak tolong satu lagi boleh?."


" Entar sebelum masuk,saya mintak tolong gandeng tangan saya."


" Eee maksudnya pak?."

__ADS_1


" cuma gandeng tangan saja senja, nanti saya tambah bayarannya cuma hari ini saja Yaa. " dia memohon mohon pada ku tiba tiba rasa kasihan ku datang akhirnya aku iyakan saja, tapi lumayan juga ada tambahan lagi.


" Oke pak saya bantu bapak. "


" Baik ayo kita turun. "


Setelah itu kami langsung turun dan bergandengan tangan, sebenarnya aku sangat gugup soalnya ini pertama kalinya aku gandengan tangan dengan laki laki selama 19 tahun ini, Ooo begini toh rasanya gandengan lumayan nyaman lah.


kami langsung masuk ke dalam ruangan yanh sudah di sediakan saat hendak masuk,nafasku rasanya tidak mau keluar saking gugupnya karena di dalam ruangan itu banyak para petinggi petinggi ,aku tidak habis fikir ternyata pak dion mengajak ku ke tempat ini, aku bukannya malu sama orang orang tapi aku takut salah dan bisa membuat pak dion malu, aku langsung memegang tangan pak dion kuat kuat,sepertinya pak dion tahu aku takut, dia langsung menyemangati saya dengan elusan lembut di tangan dia berusaha untuk menguatkan aku dengan mengatakan ini akan baik baik saja.


Semua mata tertuju pada kami, serasa mereka menghakimi aku tanpa ada sebab


aku berusaha untuk tersenyum untuk menutupi kegugupan yang aku rasakan

__ADS_1


kalau tau begini aku akan berusaha menolak keinginan pak dion karena ini lebih menyeramkan dari pada bekerja sampai malam hari dan pulang melewati gang sempit. tetapi beda lagi dengan pak dion dia santai dan tidak ada gugup sedikit pun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2