
Dalam hal ini aku patut berterima kasih kepada mas jarot, yang selalu mengijinkan untuk mengikuti beraneka kursus sampai memiliki ijazah ijazahnya. Mungkin mas jarot menyadari bahwa pendidikan ku hanya sampai Kelas dua SMP, sehingga dengan mudahnya aku mendapatkan ijin darinya untuk menambah pengetahuan lewat kursus kursus itu.
kebetulan aku sendiri termasuk manusia yang haus ilmu pengetahuan. Dahulu pun aku keluar dari bangku kelas dua smp, karena orang tua ku tak mampu membiayai sekolah ku, bukan karna aku yang tak mau melanjutkan sekolah. Dan setelah menjadi istri mas jarot, aku justru mendapatkan kesempatan untuk menambah aneka pengetahuan lewat kursus- kursus, meski bukan melalui sekolah formal.
Maka dalam usia dua puluh tahun aku bisa bergaul dengan kaum intelek sekali pun,
Karna aku sudah tau bagai mana cara bergaul dengan luwes, bagai mana bercakap- cakap dalam bahasa Inggris dan sebagainya, padahal ijazah formal ku cuma SD.
Ambisi ku cukup besar, meski sudah menamatkan bermacam- macan kursus, aku selalu merasa haus ilmu pengetahuan, lewat bacaan- bacaan yang berbobot, aku bisa menambah wawasan ku.
Kurasa pada jaman sekarang ini mudah saja menimba ilmu pengetahuan, asalkan aku mau, dengan membaca saja, pengetahuan ku bisa bertambah dan bertambah terus dari hari ke hari, bukan kah buku- buku pengetahuan bisa dengan mudah di beli di toko- toko buku?
Bahkan majalah yang mengandung ilmu pengetahuan pun mudah di dapatkan di kaki lima.
\* \* \* \* \*
Datangnya kedewasaan dan bertambahnya wawasan, dengan sendirinya memperluas pergaulanmu.
Apalagi di tambah dengan sebuah sedang kecil yang selalu ku kemudikan sendiri, rasanya penampilan ku tak kalah dengan istri- istri pejabat.
Rumah yang ku beli di pinggir kota Yogyakarta pun ku kembangkan, di bagian depannya telah ku pasang untuk salon, sementara bagian belakangnya ku jadikan rumah kost, setelah ki bangun kamar- kamar baru. Walau pun letaknya bukan di tengah kota, tapi rumah ini mendapatkan rezeki yang lumayan juga, begitu kamar- kamar baru selesai ku bangun, langsung berdatangan mahasiswa- mahasiswa yang mencari pondokan, dan pada bulan berikutnya kamar- kamar itu sudah terisi penuh.
Mas jarot sendiri memasrahkan semuanya itu kepadaku, seperti yang telah dikatakannya pada suatu hari, "Aku kan sudah tua, mustinya sudah istirahat dari urusan- urusan yang begituan, silahkan saja sampean tangani semuanya, karna sampeyan masih muda, masih penuh dengan semangat dan energi, "
Mas jarot memang selalu menyerahkan segala sesuatunya pada ku, Ia begitu yakin bahwa aku sudah di gembleng oleh kursus- kursus dan lingkungan pergaulan ku, sehingga tiap langkahku akan berhasil.
Secara kebetulan bintangku sering cerah dalam bidang usaha, aku hampir tak pernah mengalami kegagalan, perhitungan ku selalu matang sebelum melangkah, sehingga tipis sekali untuk gagal.
__ADS_1
Salon ku makin lama makin terkenal, bukan sekedar menerima mereka yang akan di rias di salonku, tapi juga mulai bergerak merias calon pengantin, sekaligus menyewakan peralatan pestanya, hasilnya memang lumayan, karna aku sering menerima uang dari mereka yang sedang senang hatinya, bukan kah pada pesta- pesta pernikahan, penyelenggaranya takkan terlalu perhitungan soal uang, karna hatinya sedang senang?
Tetapi pada waktu merias calon- calon pengantin, sering juga hati ku tersentuh, karna pada umumnya aku merias sepasang pengantin yang seimbang dalam usianya, dalam arti pengantin prianya hanya beberapa tahun lebih tua dari pengantin wanitanya, pada saat seperti itulah diam- diam aku sering membandingkan dengan diriku sendiri, bukankah perbedaan usiaku dengan mas jarot terlalu jauh?
Mengenai hal itu, Mbak rini bahkan pernah mengatakannya secara terang- terangan, Aku masih ingat betul percakapan ku dengan wanita yang sepuluh tahun lebih tua dari ku itu.
"Memang sekarang belum begitu terasa, tapi nanti, kalau umur jeng Tri sudah umur tiga puluh tahun, misalnya usia suami jeng Tri sudah usia tujuh puluh tahun kan?
"Memang betul usia kami berbeda empat puluh tahun mbak,"
"Itulah, sedangkan yang saya alami, pada usia tiga puluh ini kita sedang hot- hotnya, jeng?
"Akh, jeng Tri ini kaya ngga ngerti aja, hot dalam soal itu lo, hi Hi hi...!!!!
"Masa sih! '
Mbak rini selalu bercerita panjang lebar, mengenai matangnya pengalaman wanita pada usia tertentu, yang lalu mulai menghayati nikmatnya sentuhan lelaki.
Gilanya, Mbak rini selalu membisiki telingaku, tentang hangat dan segarnya lelaki muda, mau tak kau jiwaku seperti di bangkitkan, meski masih terselubung, ada rasa semacam penasaran di dalam diriku.
Dan jika gejolak penasaran ini mulai mengganggu, masih saja ku usahakan merendamnya dengan berbagai cara, antara lain dengan menyibukkan diri dalam kegiatan sehari- hari.
__ADS_1
Memang kalau ucapan mbak rini itu terlalu di pikirkan, bisa frustasi juga aku di buatnya, karena kalau aku memusatkan perhatian ke arah yang satu itu tentu saja aku sangat ketinggalan, bahkan bisa di katakan tak memperoleh apa pun, kecuali perasaan ingin menyenangkan hati sangat suami saja.
Usia mas jarot yang sudah lanjut, jelas bukan usia yang bisa di bawa hura- hura dalam kebutuhan hal biologis, Semua harus di lakukan dengan sabar dan telaten, bahkan bukan sekali dua kali kami menemui kegagalan, bahkan pada saat darah ku mulai menghangat, mas jarot tak berhasil membangkitkan dirinya sendiri, jika menemui kejadian seperti itu aku hanya bisa mengurut dada sambil berkata dalam hati, "biarlah ini sudah nasibku, toh hidupku bukan hanya untuk yang satu itu."
Tapi teman- temanku justru menganggap yang satu itu sebagai hal yang terpenting dalam hidupnya. ida misalnya, bahkan bicara lebih blak-blakan dari pada mbak rini, pada suatu saat ida berkata, "Aku sih kalau ndak nemu seminggu saja, wah puyeng rasanya, tri.
Makanya waktu suamiku di tugaskan di manado dulu, terus terang saja...
"aku terpaksa nyari gantinya."
Aku merinding ketika ida mengaku bahwa selama suaminya di tugaskan di manado, ia pun melakukan skandal dengan bekas teman kuliahnya,
kata ida, "aku ngga nyesel ko, soalnya aku yakin suami ku juga macam-macam di manado sana, aku kan tahu di manado sana sangat mudah mendapatkan cewek."
Ida lalu bercerita tentang aneka pengalamannya bersama bekas teman kuliahnya itu. Sementara aku cuma bengong, tak ubahnya anak bodoh yang mendapatkan pelajaran baru di kelasnya.
Begitulah, bukan hanya mbak rini dan ida yang seolah-olah memanasi ku dengan cerita-cerita hebatnya, bahkan lagi teman lain berbicara tentang hal serupa, mengenai bln yang satu itu,
Tapi aku tetep menjadi istri yang setia, sampai usiaku sampai dua puluh satu tahun, mendadak mas jarot jatuh sakit, hingga harus dirawat di rumah sakit.....
*
*
*
*
__ADS_1
*
...BERSAMBUNG...