API CINTA

API CINTA
5. Mengkhianati suamiku


__ADS_3

Selamat berpuasa bagi yang menjalankan


🙏🙏🙏🙏🙏



Apa yang akan di lakukannya padaku? "Apakah mimpi kemarin akan menjadi kenyataan? "Oh tahukah dia bahwa, tadi seharian aku berusaha melupakan mimpi gila itu? "Tetapi kenapa dia memiliki dengan hangat, menciummu dengan hangat, menghembuskan napasnya di leherku dengan hangat..... O, kenapa aku hanya membiarkan saja apa yang terjadi?.



"Kamu ndak ingat bapakmu, pri?"



"Justru aku akan mewakilinya malam ini,"



"Kamu gendeng, pri, " kataku. Bapakmu lagi sakit, kamu malah begini."



"Memang betul, aku sudah gendeng. Sejak ketemu lagi denganmu dia tahun lalu, aku mulai gendeng ujar, "Priyono.



Batinku mulai bergetar ketika tangan Priyono mulai mengelus ku.



Oh, sungguh aku tak tau lagi apa yang harus ku lakukan. Kecuali memejamkan mata dengan perasaan malu.



Kemudian semua reda di kegelapan malam.



\* \* \* \* \*



Ketika aku sudah berada di salon keesokan siangnya, Nina menegurku, "Mbak Tri ko melamun saja? "Ingat sama mas bambang ya?"



"Ngawur kamu, "sahut ku. "Dia kan hanya langganan tetap kita saja ?...



"Tapi keliatannya dia tuh kasmaran sama Mbak Tri."



"Biar saja...!



"Duitnya banyak lho, Sekali nyewa kan sound system jutaan rupiah langsung masuk ke dompetnya."



"Kenapa ndak kamu rayu saja? "Biar duitnya mengalir ke kantongmu."



"Wong kasmaran nya sama Mbak Tri. Malah saya yang di suruh merayu."



Aku mau menyahut, tetapi keburu datang seorang wanita tiga puluh lima tahunan. Ia salah seorang langganan tetap ku, yang biasa ku panggil Mbak Yul.



"Waduh, Mbak Yul, kemana saja? "ko lama sekali ndak kesini? "sahut ku ramah.

__ADS_1



"Sibuk terus, jeng. Meski ikut rapat ini rapat itu. Sekarang juga mau ikut nyambut kedatangan, ibu menteri. Makanya tolong rias saya serpih mungkin, jeng."



"Mbak Yul kan langganan lama, Tentu saya akan melakukan hal yang terbaik buat Mbak Yul? "sahut ku dengan senyuman semanis mungkin.



Mbak Yul memang selalu ku layani sebaik-baiknya, soalnya ia tak pernah sayang uang, asalkan aku berhasil menyulap wajahnya secantik-cantiknya, Menurut pengakuan Mbak Yul sendiri hanya salon ku yang cocok baginya.



Tapi tahukah Mbak Yul, bahwa ketika aku mulai merias wajahnya, ingatanku di kuasai oleh apa yang baru ku alami beberapa jam yang lalu? "Tapi aku tak mau langganan ku merajuk gara-gara kesalahan ku. Maka ku suruh Nina untuk mencuci wajah Mbak Yul, Supaya aku punya kesempatan untuk memusatkan pikiranku dulu.



Tapi meski Nina mulai mengerjakan perintah ku, sementara aku duduk dulu di sofa, ingatanku tetap tertuju pada apa yang telah terjadi itu.



O, memang terlalu segar dalam ingatanku, bahkan ketika hari hampir pagi, ketika aku masih nyenyak tidur di kasur Priyono, tiba-tiba saja lampu di kamar itu di nyalakan.



Dengan nakal Priyono memandang diriku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.



Nakal kamu ah, "proyek sambil mencubit perutnya.



Sebagai jawaban, Priyono memelukmu lagi, sungguh di luar dugaan bahwa Priyono sudah berhasrat kembali.



"Sudah cuci wajahnya, Mbak. "Lapor nina membuyarkan terawangan ku.




Sekuatnya ku kumpulkan pikiranku, benar-benar ku pusatkan perhatianku ke wajah mbak Yul. Dan mulailah aku bekerja, merias wajah mbak Yul sedemikian rupa, sehingga tampak secantik mungkin.



Pada dasarnya mbak Yul, memiliki wajah yang mudah di atur, sehingga aku tak perlu terlalu banyak memoles nya, langsung saja kelihatan ayu.



Di lihat dari senyumnya, mbak Yul tampak puas dengan hasil pekerjaan ku, tentu ia tidak tahu bahwa pada waktu merias wajahnya tadi, aku hampir-hampir gagal mengerjakannya, karena berkali-kali aku di goda oleh kejadian yang baru ku alami.



Tapi ketika sore harinya, ketika sedang menjenguk mas Jarot di rumah sakit, lain lagi suasana perasaanku.



Ada rasa iba membaur dengan perasaan berdosa kepda lelaki yang telah mengangkat derajat ku dalam curahan kasih sayangnya itu.



Setelah sekian lama aku menjadi seorang istri yang setia, kini aku sudah mulai mengkhianati suamiku. Ah, entah bagaimana perasaan mas Jarot kalau mengetahui apa yang telah terjadi di rumahnya, Dan aku lebih tidak tau lagi bagaimana perasaan mas Jarot seandainya mengetahui bahwa yang telah melakukan semua itu, adakah putra tunggalnya sendiri. Putra yang sangat di sayanginya itu.



Sementara sipat Priyono di depan mas Jarot biasa-biasa saja, seolah tidak ada kejadian apa pun dibelakang ayahnya itu.


Dan sepulang nuansa dari rumah sakit, ketika aku sedang memilih daster yang akan ku kenakan di dalam kamarku, tiba-tiba saja Priyono nyelonong ke dalam, Dan langsung memelukku dari belakang.


"Pri....., nanti si tinah tau, ah. "Kataku sambil berusaha melepaskan pelukan Priyono.


__ADS_1


"Si tinah baru saja masuk ke kamarnya, "sahut priyono sambil menggigit-gigit lembut telingaku. "paling juga langsung tidur."



"pri...., "apa kamu ndak kasihan melihat bapakmu tadi?"



"Memangnya kenapa? "Aku Kan ndak nyakitin hati bapak."



"Tapi kalau dia tahu apa jadinya?"



"Jangan sampai tahu dong, kita kan bisa menyimpan rahasia ini."



"Ah, pri..., "kamu jahat, pri."



"Jahat apa? "Aku belum pernah membunuh mau pun merampok, cuma pernah mencuri hatimu."



"Ah,.... pri."



\* \* \* \* \*



Aku tak mau di salahkan sepenuhnya, Karena aku tak pernah merencanakan semuanya itu, dan segala yang ku alami terjadi begitu saja, sedikit pun tidak ku rencanakan dahulu.



Memang aku tak pernah mengalami mimpi memalukan itu, Tapi aku tak pernah merasa memancing-mancing gairah Priyono. prakarsa itu datang dari Priyono sendiri, bukan dariku.



Tapi kenapa setelah Priyono pulang ke Jakarta, aku merasa kehilangan? "Apakah aku telah jatuh cinta kepadanya? "Ataukah karna selama seminggu Priyono di yogya terlalu banyak yang telah di lakukannya atas diriku.



Entahlah setelah Priyono Meninggalkan yogya, wajahku senantiasa menghiasi lamunanku. Dan jika kerinduanku muncak, ingin rasanya aku pergi ke Jakarta, khusus untuk bertemu Priyono. Tapi bagai mana dengan mas Jarot kalau ku tinggalkan sendirian di rumah?



Mas jari memang sudah berada di rumah kembali. Nun keadaannya belum menggembirakan, tubuhnya seperti mati sebelah, mulutnya pun jadi miring, seperti di tarik sebelah. Sementara makanannya pun tidak boleh sembarangan, banyak pantangannya.



Perasaan berdosa ku kepada mas Jarot, membuat sikap ku berubah. sikapku jauh lebih baik dari pada sebelum ia di rawat di rumah sakit, Dahulu aku sering memperlihatkan kemanjaan ku. Sehingga terkadang permintaan mas Jarot ku tolak. Tapi kini, apa pun yang di minta olehnya, selalu ku kabulkan. Karna aku ingin melakukan yang terbaik baginya, hitung-hitungan penebusan dosa ku kepadanya.



Tampaknya mas Jarot mengira bahwa sikap baik ku ini, adalah wujud dari perasaan sayangku padanya. Tapi tahukah dia bahwa di balik sikap baik ku ini terselip perasaan berdosa, yang ingin ku tebus dengan pengabdian sebaik-baiknya?


*


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2