
Untuk sekarang cepat di cairkan dulu ceknya. Mumpung banknya belum tutup. "
"Iya mas...., Eh... sekalian antar sama mas bambang saja ya. "
"Boleh."
Tentu saja mas bambang senang memintaku untuk meminta di antar. Bukankah sudah lama ia ingin mengajakku jalan-jalan tapi selalu ku tolak secara halus? "Dan sekarang suasananya memang lain.
\* \* \* \* \*
Uang sepuluh juta bukan uang yang sedikit, Wajar kalo aku sedikit memberi harapan padanya.
Tak lama kemudian aku pun sudah ada di dalam mobil BMW mas bambang, Hanya beberapa menit berikutnya kami sudah berada di depan sebuah bank.
" Mas bambang saja yang mengambil uangnya. Biar aku tunggu di mobil saja, "Kataku ketika mas bambang sudah turun dari mobilnya.
" Waduh, mau Terima beres semuanya ya? "Mas bambang memijat hidung ku sambil tersenyum. " Tapi ndak apalah. Demi cintaku pada dek Lastri yang cantik jelita, Aku mau melakukan apa saja, Jelas, "kata mas Bambang kali ini dengan genggaman di pergelangan tanganku.
Sebenarnya sudah sering aku mendengar ucapan seperti itu dari mulut mas Bambang. Tapi sesering itu pula aku hanya menganggapnya sebagai kelakar belaka. Hanya kali ini aku menganggapnya sesuatu yang penting. Karena sebentar lagi aku akan menggondol uang sepuluh juta rupiah darinya. Sedangkan menurut ukuran ku, uang sepuluh juta bukan uang yang jumlahnya sedikit, dan itu sangatlah banyak menurutku.
Itu pula sebabnya, ketika mas Bambang mengantarkan ku pulang kembali ke salon, dengan sepuluh juta rupiah sudah berada di dalam tas ku, tiada alasan untuk menghindari kecupan mesra nya di bibirku, toh hanya mencium bibir saja, yang di dalam pergaulan orang-orang barat itu hanya merupakan simbol persahabatan saja.
"Ah, senang nya hatiku ini, " kata mas Bambang setelah melepaskan kecupan nya di bibirku, "Terima kasih dik Tri, Peristiwa ini akan ku kenang seumur hidupku.
" Gombal ah, "kataku sambil mendelik manja, di barengi cubitan kecil di perut mas Bambang.
__ADS_1
" Aduh duh duuuuh...., cubitan ya ko malah enak, cubit lagi dong dik Lastri, "Cetus mas Bambang sambil menyodorkan perutnya ke dekat ku.
" Sudah dong, Nanti keterusan ah. Bibirnya hapus tuh ada bekas lipstik nya, ketahuan istri Bambang bisa ngamuk nantinya. "
"Lho, kan udah ku bilang berkali-kali, istriku ada di Surabaya. Masa ia bisa memantau keadaan di yogya sini? "
"Stttt...., Nina sudah pulang tuh, " Aku Menunjuk ke depan, ke arah Nina yang di suruh beli rokok oleh mas Bambang tadi.
Nina selalu mau di suruh apa saja oleh mas Bambang, karena mas Bambang selalu memberinya tips pada siapapun yang mau di suruhnya.
Kali ini pun mas Bambang tak mau mengambil uang kembaliannya dari Nina. Padahal aku melihat tadi mas Bambang memberikan uang lima puluh ribu selembar, untuk memberi rokok sebungkus. Untuk ukuran Nina tips kali ini cukup besar baginya, tapi tahukan Nina bahwa aku mendapatkan tips yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari nya, hanya untuk sekecil ciuman mesra?
Ketika mas bambang sudah pulang, dadaku terasa plong. Ternyata mas bambang jauh lebih sopan dari pada perkiraan ku. Yang di mintanya dariku hanyalah sekedar ciuman saja, padahal tadi aku sudah membayangkan, bagai mana kalo mas bambang mengajakku ke hotel sepulangnya dari bank? "Kemudian bagai mana kalo mas bambang meminta pelayanan ku sebagai imbalannya dari uang sepuluh juta tersebut? "
Tapi ternyata mas bambang puas dengan hanya sebuah ciuman di bibirku. Ah, alangkah baiknya lelaki yang satu itu.
Tadi pagi, waktu meninggalkan rumah sakit, aku masih dalam keadaan bingung. karena membayangkan biaya perawatan mas Jarot, yang pasti tidak sedikit. Sedangkan aku baru saja menghabiskan uang di Jakarta.
Tapi kini di tas kecilku sudah tersedia uang sepuluh juta. Tiada yang perlu di cemaskan lagi dalam soal biaya. Hanya keadaan mas Jarot itu yang masih membuat ku cemas. Bahkan dari sudut kecemasan ku yang terdalam, aku bertanya-tanya. Bagai mana kalo mas Jarot tidak tertolong lagi? "Lalu, seandainya mas Jarot meninggal, apa yang akan di perbuat oleh arwahnya terhadap ku nanti?
Oh, ngeri aku membayangkan itu semua.
\* \* \* \* \*
Untungnya apa yang ku cemaskan tidak menjadi kenyataan. Mas Jarot masih di berikan panjang umur. Hanya sepuluh hari di rawat di rumah sakit, Kemudian di perbolehkan pulang, tapi dalam keadaan yang harus ku terima dengan sabar. Bahwa mas Jarot mengalami Kelumpuhan, seperti yang pernah di katakan oleh dokter Sudarto.
__ADS_1
Keadaan mas Jarot sepulangnya dari rumah sakit memang menyedihkan. Ia hanya bisa terlentang di tempat tidur nya. Sementara bicara pun hanya sepatah dua patah kata saja, dan yang membuat ku bingung, Mas Jarot jadi begitu perasa. Bahkan ku anggap perasaanya begitu berlebihan kalau ada kekecewaan sedikit saja, ia langsung menangis tersedu-sedu.
Begitu pula waktu priyono datang menjenguk, sebulan setelah mas Jarot barada di rumah, kembali tangisan mas Jarot terdengar di rumah kembali, tangisan mas Jarot sampai terdengar ke luar rumah:? " Pri... pri..., bapakmu jadi begini pri... huuuu. huhuuuu.. "
Dan yang membuatku terpukul, adalah ketika mas Jarot berkata kepada Priyono: "Cepat kawin Pri....., jangan tunggu bapakmu ini mati... huu... huu... "
Sementara itu kandungan ku makin lama makin besar, walau pertama kali ku beri tahu mas Jarot tentang ke kehamilanku, juga mas Jarot menanggapi dengan tangisnya: "Kamu hamil Tri? " Huu. huuuu. "
"Tenanglah mas, " kataku saat itu. "Memang aku hamil, Tapi mas ndak usah khawatirkan aku, aku bisa mengurus diriku sendiri. Lucu ya mas? Rupanya menjelang pertemuan kita pas mas masuk ke rumah sakit itu, justru berhasil membuahi perut ku. Mas hebat ya. Masih memberikan benih kepadaku.
Sebagai jawaban, Mas Jarot hanya huuuu.. dan huu...terus, Menangis tersedu-sedu tak ubahnya dengan anak kecil yang sedang di pukuli oleh orang tuanya.
Dalam keadaan begini, sebenarnya hatiku bingung. Bukankah aku sedang hamil? " Lalu bagaimana jika aku sudah melahirkan nantinya? "
Tapi itu semua belum lengkap, Pada suatu hari ku temukan kenyataan yang sangat memukulku, Priyono datang dengan seorang gadis cantik, yang di perkenalkan sebagai calon istrinya kepada ku.
"Amelia."Demikian nama calon istri priyono itu yang dengan sopannya menyalami, ketika pri memperkenalkannya padaku. dan aku hanya ter lolong dengan sikap canggung.
Sementara Mas Jarot tampak senang. Sambil menangis, seperti biasanya. Mas Jarot berkata tergagap-gagap:? " ...Syu..syukur Pri... cee..cepat kaa... kawin, Pri... Hu.. Hu.. Hu... Hu....
*
*
*
*
*
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, semoga lulus sampai hari romadhon
Terima kasih bagi yang udah memberikan apresiasi, dukungan, memberikan like dan komentar"nya dari Sahabat-sahabat'ku semuanya 🙏🙏🙏🙏🙏