API CINTA

API CINTA
6. KE JAKARTA


__ADS_3

Aku tak mungkin menghabiskan waktu ku untuk melayani kebutuhan-kebutuhan mas Jarot. Karena aku tak mungkin meninggalkan salon dan anak-anak kost itu. Maka ku gaji seorang perawat, Miranti namanya. Khusus untuk merawat dan meladeni mas Jarot. Gaji yang ku berikan untuk Miranti memang cukup besar. Tapi sebagai lulusan SPK, ia jauh lebih tahu bagai mana merawat mas Jarot, sehingga kalau aku meninggalkan nya di rumah pun, hatiku tetap tenang, karena mas Jarot di jaga dan di rawat olehnya.



Tampaknya mas Jarot sangat berterima kasih, atas perhatianku yang begitu besar kepadanya, ia juga berkata, "Salonmu menang jangan di lalaikan. Hasilnya kan lumayan, malahan kalo sudah ada modalnya, ya jangan bimbang lagi, cepat saja dan buka cabang dan cari orang yang di anggap tepat untuk mengurus nya."



Memang setelah ada Miranti, aku makin sering meninggalkan rumah yang di kampung itu, Lebih baik waktuku di habiskan dalam rumah yang di batas kota ini, karena film sini ada kegiatan yang bisa sedikit melipur kerinduanku terhadap sering yang jauh nun di Jakarta sana.



Tapi bagai mana pun kegiatan aku di salon, tetap saja wajah Priyono Melintas-lintas dalan khayalanku. Sehingga pada suatu hari aku nekat Meng interlokal ke kantornya.



"Kapan mau ke yogya, pri?"


"Belum tahu nih, Soalnya gara-gara cuti seminggu itu, pekerjaanku pekerjaan ku jadi menumpuk terus. memangnya kenapa kangen ya?"


"Kalau ia bagaimana? "Tapi sekar abg kan ada bapak di rumah, ndak akan bebas seperti dulu lagi."



"Ah, soal itu sih gampang di atur."



"Bagai mana ngaturnya?"



"Losmen banyak, hotel banyak, kenapa kita tidak, ketemu di sana?"



"Lantas kapan kita datang?"



"Kalau malam minggu mungkin bisa, tapi minggu sorenya aku harus pulang ke Jakarta lagu."



Ko, buru-buru sekali ya?"



"Kalau kepingin leluasa waktunya, ya situ aja datang ke Jakarta, tapi bagai mana kalo bapak di tinggalkan?"



"Bapak sih ndak ada masalah, sekarangkan udah ada perawat yang ngurus bapak. tidurnya juga di rumah kita."



"O, ya? "bagus itu."


__ADS_1


"Terus bagai mana baiknya? "Aku saja yang datang ke Jakarta? "soalnya aku kepengen sekalian belum alat-alat salon untuk di tempat lain, karna sudah ada mau buka cabang."



"Kalau gitu kau saja yang datang ke Jakarta, alamat ku sudah cukup jelas kan? "Tapi jangan bawa mobil sendiri, naik kereta api saja biar aman."



\* \* \* \* \*



Aku tak mau pertama-tama ingin di cengkraman kerinduan, malam hari nya aku sudah ada di dalam kereta api yang menuju Jakarta, tentu saja keberangkatan ku dengan seijin Jarot, Alasanku ke pada mas Jarot, adalah ingin membeli alat-alat salon untuk persiapan persiapan pembukaan cabang salon, di jakarta lebih lengkap dan murah, kataku.



Waktu memberikan ijin, mas Jarot malah menambahkan, "Nginap nya di rumah pri saja, sekalian tengok keadaan dia sekarang."



Dalam hati aku tertawa, karena tanpa di suruh pun aku memang akan menuju rumah pri, tapi mas Jarot memberikan kan embel-embel yang bertentangan dengan hati kecilku, kata mas Jarot, "kalau d kesempatan ngobrol yang leluasa, sekalian dorong dia supaya cepat-cepat kawin, umurnya kan sudah dua puluh lima lebih, masa mau membujang terus.



Kata-katanya itu selalu terngiang terus di telinga ku ketika kereta api yang ku tumpangi meluncur dengan pesatnya di kegelapan Malam...., "Dorong dia supaya cepat-cepat kawin...., "Masa mau membujang terus......"



Jelas aku tak akan mau menyampaikan kata-kata itu, karena jika Priyono bener-bener kawin, bagai mana dengan diriku? "Oh. Tidak, Jelas aku tidak akan rela kalau pri tiba-tiba sja kawin dengan seseorang, kemudian aku di lupakan begitu saja.




Lalu apa yang harus aku lakukan jika hal itu menjadi kenyataan? "Haruskah aku terbengong-bengong menyaksikan tersenyum nya pri di samping istri tercintanya?, "Oh, aku tak berani membayangkan, tapi di pikiran itu menghantui ku terus menerus dalam perjalanan ku yang melelahkan ini.



\* \* \* \* \*



Ketika aku turun dari taksi di depan rumah Priyono, hari masih pagi, kudapatkan rumah itu dalam keadaan masih tertutup dan terkunci pintu-pintunya. Aku memang tidak memberi tahu bahwa keberangkatan ku ke jakarta akan secepat ini, soalnya aku ingin membuat semacam kejutan. Tapi aku tiba di jakarta tiba pada pagi hari, lalu apakah aku harus menunggu sampai Pri pulang dari kantornya nanti sore?"



Pandanganku tertumbuk ke telepon umum di seberang jalan sana, Maka seketika itu juga aku menelpon ke kantor priyono, tapi sebelum niat itu terlaksana, sebuah Jeep membelok ke pekarangan, Priyono!.



"Lho, jam berapa dari Yogya? "tanya Priyono setelah turun dari Jeep.



"Buka dulu pintu rumahmu, baru ngobrol nanti. sudah tiga jam aku menunggumu di sini, "kataku berbohong. Padahal belum sampai lime menit aku berdasarkan di teras rumah Priyono ini.



"Pantesan hatiku mendadak ndak karuan di kantor tadi, Rupanya orang yang ku rindukan sedang menungguku. Ada getaran batin ya? "Priyono mencolek hidungku sambil tersenyum, kemudian mengeluarkan anak kuncinya dari saku celananya.

__ADS_1



"Kenapa jam segini sudah pulang kerja? "tanyaku sambil masuki rumah Priyono yang pintunya sudah di buka kan.



"Tadinya mau main golf sama atasan ku.



"Lalu sekarang mau pergi lagi?"



Ndak akh, Nanti ku telepon saja atasanku, mau bilang sakit kepala saja.



"Jangan pakai alasan sakit, nanti bener-bener sakit gimana? "Bilang aja terang-terangan ada keluarga datang dari kampung, begitu!...."



"Ndak enak kalo bolos dengan alasan keluarga terus, Kan belum lama aku cuti dengan alasan ayah sakit.



"Aduh, pri..., pri...., Rumahmu ko berantakan sekali sih? "pandanganku menyapu kesemua ruangan tengah, Hanya ruangan depan yang keliatan rapi, sementara ruangan depan keliatan berantakan, di sana sini banyak tumpukan kertas, koran dan majalah, kursi-kursi pun tidak di letakan di tempat yang benar.



Memang beginilah keadaan nya, "keluh Priyono sambil melingkarkan tangan nya ke pinggang ku.



kalau di antara pri dan aku belum terjadi sesuatunya,


mungkin aku akan menganjurkan agar ia cepat kawin, supaya ada yang merapikan segala sesuatunya di rumah ini. tapi kini sudah telanjur pada kisah di antara kami. maka yang ku katakan adalah, carilah pembantu yang bisa membereskan rumah, nyuci pakaian, masak dan nyuci piring.


"Sudah aku coba ngambil orang dari yayasan. tapi hanya bertahan selama dua minggu. lalu nyari alasan minta pulang, kawan-kawan ku malah sudah kapok ngambil orang dari yayasan."


*


*


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG.......


SELAMAT BERPUASA BAGI YANG SEDANG MENJALANKANNYA,


TERIMA KASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2