
Nada, Sari, Mia dan Meli disertai Mang Abdul akhirnya memutuskan pergi ke hutan Akasia,
Andini tak diajak serta karena kondisi Andini yang tak begitu baik setelah kerasukan, dia bahkan harus dilarikan ke klinik oleh teman kos lainnya agar mendapat perawatan,
"Hutan Akasia di perbatasan kota, aku tahu tempatnya,"
Kata Nada di belakang kemudi mobilnya,
Mang Abdul yang duduk di samping Nada, di kursi depan tampak masih terus melafal doa sambil tangannya tak berhenti menggerakkan biji-biji tasbih,
Di kursi belakang, Meli, Sari dan Mia tampak sibuk kasak kusuk mencari berita soal Mario dan juga Irena Kartika,
"Pasangan ideal,"
Meli mencibir tatkala melihat komen salah satu fans Irena di berita tentang Irena dan Mario,
"Tak disangka di balik kemesraan mereka, ada perempuan yang dibunuh secara keji,"
Kata Sari,
"Mario macarin Andini tanpa sepengetahuan keluarganya, karena butuh pamor naik dan juga keperluan bisnis keluarganya dia kemudian pindah ke lain hati, yaitu Irena, sungguh laki-laki tidak ada hati,"
__ADS_1
Mia begitu kesal pula, wajah-wajah para gadis itu tampak begitu penuh amarah,
Tentu saja, mereka merasa begitu iba atas nasib hantu Andini,
Meli menghela nafas,
"Kenapa nasib perempuan bernama Andini begitu menyedihkan ya? Andini yang kisahnya jadi film, lalu sekarang Andini yang secara tidak langsung juga terlibat dalam pembuatan film arwah penasaran Andini pun juga sama,"
Lirih Meli sambil mengganti pandangan matanya ke arah jalanan di luar sana,
"Semoga Andini teman kita tidak begitu, kasihan jika dia sampai mengalami hal serupa, ah tidak... tidak... semoga tidak,"
Kata Mia,
Rambut panjangnya yang terurai terlihat lusuh, ia tampak sangat sedih,
Gadis yang tak lain adalah hantu Andini itu hanya mampu mendengarkan apa yang teman-teman Andini manusia bicarakan tentang dirinya,
Ia merasa jika Andini manusia sangat beruntung memiliki teman-teman sebaik mereka,
Sungguh nasibnya jauh berbeda dengan hantu Andini, yang berjuang sendirian di kota sebesar ini, merantau jauh dari orangtua dan sama sekali tak memiliki teman baik,
__ADS_1
Satu-satunya yang ia percaya kemudian hanyalah kekasihnya, laki-laki yang ia harapkan akan membuatnya bagaikan Cinderella,
Yang akan menghujaninya dengan banyak cinta dan keberuntungan, memanjakannya dengan segala hal yang membahagiakan,
Tentu saja, hantu Andini semasa hidupnya telah banyak berkhayal dan berandai-andai,
Bisa menikah dengan Mario yang baginya seperti pangeran berkuda putih, yang bukan hanya tampan namun juga terkenal dan kaya pastinya,
Betapa pastinya ia akan sangat bangga bisa berjalan bergandengan tangan sebagai isterinya saat ia memenuhi janjinya,
Tapi, apa yang terjadi kemudian sangatlah jauh dari apa yang dibayangkan hantu Andini,
Jangankan kebahagiaan seperti Cinderella, dinikahi untuk mempertanggungjawabkan diri sebagai Ayah biologis anak yang dikandung Andini saja ternyata laki-laki itu seperti tidak ada keinginan sama sekali,
Hantu Andini menangis tersedu-sedu, air matanya yang bercampur darah terus saja turun membasahi wajahnya yang pucat pasi,
Sungguh saat ini yang inginkan hanyalah jenazahnya bisa ditemukan, dikembalikan kepada kedua orangtuanya di kampung agar bisa dimakamkan dengan layak.
Ia tidak akan melakukan hal yang sama sebagaimana hantu Andini yang ada dalam film, yang menuntut balas pada yang telah menyakitinya,
Untuknya biarlah nanti karma pasti akan datang, Mario pasti akan dihukum dengan hukuman yang setimpal saat jenazahnya ditemukan,
__ADS_1
Polisi pasti akan bisa menemukan semua bukti yang mengarah padanya, hantu Andini sangat percaya itu.
...****************...