Arwah Penasaran Andini

Arwah Penasaran Andini
24. Pengangkatan Jenazah


__ADS_3

Pihak kepolisian tiba di lokasi sekitar satu jam setelah diterimanya laporan dari Nada, Mia, Meli dan juga Sari,


Mereka tiba dengan personil cukup banyak, termasuk juga mobil ambulance,


Suara sirine terdengar memenuhi setiap sudut hutan Akasia, yang semula begitu sepi senyap, yang hanya sesekali saja terdengar suara cicit burung di dahan-dahan pohon, atau gemerisik dedaunan yang tertiup angin,


Beberapa mobil dan motor pengendara yang kebetulan lewat di jalan raya di sekitar sana pun tampak berhenti karena melihat banyaknya mobil polisi,


Ada dari mereka bahkan tak sungkan memburu ke lokasi di mana para polisi mulai melakukan proses pengangkatan jenazah Andini, make up artist yang dikabarkan hilang,


Nada, Mia, Meli dan Sari tampak tetap berada di sana, begitupun juga dengan Mang Abdul,


Polisi selain membutuhkan keterangan mereka, tentu saja mereka juga ingin melihat bagaimana jenazah hantu Andini akhirnya dikeluarkan dari tempatnya meninggal,


Ya, meninggal di dalam sumur karena tenggelam tak bisa keluar,


Wartawan tampak juga mulai berdatangan satu demi satu, mereka bak semut yang mencium aroma gula, yang langsung berdatangan dan seketika memenuhi tempat kejadian,


"Ini pasti akan jadi kasus besar,"

__ADS_1


Kata Mia pada ketiga temannya,


"Pasti, dan harus,"


Kata Nada,


"Apa perlu kita memberitahu polusi jika pembunuhnya adalah Mario?"


Tanya Meli dengan suara lirih berbisik pada ketiga temannya pula,


Mereka cepat menggeleng tidak setuju,


"Kau pikir polisi akan percaya? Tadi saja untungnya kita bilang sedang mengejar kucing kita yang lepas,"


"Lalu, bagaimana jika Mario bisa terlepas dari tanggungjawabnya sebagai pembunuh?"


Meli tampak seperti tak rela,


Mia merangkul bahu Meli, teman baiknya, lalu menepuk-nepuk lengannya,

__ADS_1


"Tenang Mel, jangan khawatir, polisi tahu apa yang harus mereka lakukan,"


Kata Mia,


Meli menatap ke arah sumur tua yang kini mulai mengeluarkan jenazah Andini yang sudah cukup hancur karena di dalam air,


Aroma yang begitu menyengat jelas langsung membuat banyak orang muntah-muntah, termasuk juga Nada, Meli, Sari dan Mia,


Sementara itu, di klinik, Andini yang duduk di atas tempat tidur perawatan tampak bersandar sambil menatap layar TV layar datar di dinding kamar perawatan,


Penayangan berita tentang ditemukannya jenazah perempuan di sumur tua yang ada di hutan Akasia karena laporan empat gadis yang tak sengaja masuk ke sekitar hutan karena kucingnya terlepas saat mobil mereka menepi seperti nyaris menabrak sesuatu, begitulah setidaknya kesaksian yang diberikan keempat gadis yang menemukan sumur tua yang di dalamnya terdapat jenazah perempuan,


"Saat ini pihak kepolisian akan melakukan autopsi untuk memastikan siapa perempuan tersebut dan juga penyebab dia meninggal,"


Wartawan salah satu stasiun TV yang berada langsung di TKP tampak menyiarkan berita,


Andini di atas tempat tidur tersenyum, meski ia bukan yang langsung terlibat, namun baginya itu sudah membuatnya ikut lega, seolah ia juga ikut mengambil peran menolong hantu Andini yang pastinya begitu menderita di dalam sumur tua itu,


Sungguh, tak terbayang rasanya, dibunuh oleh orang yang kita cintai dan kita percayai sepenuh hati,

__ADS_1


Tak terbayang pastinya betapa ia sakit, hancur dan juga ketakutan manakala sadar-sadar sudah berada di dalam sumur dan tak bisa melakukan apapun, hingga akhirnya harus pasrah meninggal begitu saja di dalam sana.


...****************...


__ADS_2