Arwah Penasaran Andini

Arwah Penasaran Andini
23. Akhirnya Ditemukan


__ADS_3

Setelah kemudian mereka menyusuri tepian sungai, ada satu jalan lagi seperti jalan setapak yang menuju ke dalam hutan,


Mang Abdul pun kemudian membawa langkah mereka menuju ke sana, berjalan di jalanan setapak menuju ke dalam hutan,


"Benar, tidak salah lagi, ini jelas pernah ada di salah satu judul film,"


Kembali Sari seolah mengingat setiap adegan film yang dibintangi Mario,


Nada dan Mia menoleh ke kanan dan ke kiri, mengawasi setiap gerak daun-daun pohon Akasia yang tertiup angin,


Tak lama mereka berjalan, terlihat sumur tua dan tak jauh dari sana ada pondok kayu yang telah lapuk,


Tampak Mang Abdul mempercepat langkahnya, sementara Meli malah berkebalikan, ia tampak memelankan langkahnya dan lebih memilih menunggu teman-temannya,


Begitu Sari, Meli dan Nada sampai, Meli cepat bergabung dengan mereka, menyelinap di antara mereka, memilih berada di tengah-tengah,


"Aku tidak mau dibisiki lagi,"


Kata Meli,


Membuat Sari dan Nada serta Mia cekikikan,


"Julid sih,"


Kata ketiganya kemudian berkomentar,

__ADS_1


Sementara itu, Mang Abdul yang telah sampai di dekat sumur tua kini tampak melongokkan kepalanya ke dalam sumur,


Sumur itu tak terlalu dalam sebetulnya, hingga air di dalamnya masih bisa terlihat dari atas,


Hanya saja, karena posisi sumur yang telah tua itu ditumbuhi banyak rumput dan lumut pula, maka ada pandangan mata yang jadi terhalang,


"Bagaimana Mang?"


Tanya Nada, Sari, Mia dan Meli nyaris bersamaan sambil mendekat ke arah Mang Abdul di dekat sumur tua,


"Tidak terlalu jelas Non, tapi memang tercium aroma tak sedap dari sini,"


Kata Mang Abdul dengan tangan yang mencoba menutupi hidung,


Tampak Nada yang langkahnya lebih cepat dari lainnya hingga bisa sampai lebih dulu melongokkan kepalanya ke arah sumur,


"Lebih baik kita lapor polisi sekarang saja,"


Kata Nada kemudian pada semuanya, Mia yang penasaran tampak mendekati sumur dan melongok pula,


Karena tak begitu jelas terlihat, ia pun mencoba melangkah ke sisi lain, dan kemudian melongok lagi, yang ternyata benar dari arah Mia saat ini, ia bisa sedikit melihat seperti ada seperti bagian sisi baju yang mengambang,


"Ah benar ada mayat,"


Pekik Mia, membuat Nada, Mang Abdul, Sari dan Meli jadi berlari ke arahnya dan kemudian ikut melongok dari sana,

__ADS_1


"Pake senter... pake senter..."


Kata Sari sambil mengambil hp dari kantong jaketnya, pun juga yang lain,


Nada yang lebih dulu bisa mengambil hp cepat menyorotkan senternya ke arah dalam sumur, mengarahkannya tepat ke benda yang terlihat seperti bagian baju yang mengambang di air sumur,


Dan...


"Ya Tuhan!"


Nada terpekik, dan begitu yang lain ikut melongok mereka pun sama terpekik,


Terlihat jelas di sana ada bagian tangan dan juga rambut,


"Jelas ini mayat!"


Kata Nada,


Mereka pun lantas dengan tangan gemetaran langsung sibuk berlomba menghubungi kantor polisi dengan hp mereka,


Tak jauh dari mereka sosok hantu Andini yang merupakan seorang make up artis yang dibunuh itupun tampak berlinang air mata,


Ia tampak begitu terharu karena akhirnya ia bisa meminta tolong pada orang-orang yang baik,


Yang meskipun mereka takut pada hantu namun mereka tetap mau membantu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2