Asisten Sang Idol

Asisten Sang Idol
Bab. 1 Betty La Fea


__ADS_3

"Akh....." Teriak Adit dan Tiara bersamaan saat melihat Lili masuk kamar tanpa mengetuk pintu.


Aku tertegun melihat Adit sama Tiara di atas ranjang sedang bercumbu dan baru tersadar saat ada bantal yang melayang pas mengenai muka ku.


Ternyata Adit yang melemparkannya karena melihat ku bukannya keluar malah berdiri mematung di tempat.


" Lili.... keluar, kamu aku pecat." Teriak Adit, entah untuk yang ke berapa kali nya Adit setiap marah pasti memecat ku.


Dimana - mana Asisten itu akan membantu Idol nya tapi menurut Adit, Lili itu bukannya membantu tapi malah mengganggu dan merepotkan, Adit pun tak berdaya karena Lili adalah Asisten pilihan Bunda nya sehingga Adit sama sekali tidak punya hak untuk memecat Lili.


Kadang Adit pun bingung ko bisa - bisa nya Bunda nya merekomendasikan Lili jadi Asistennya yang dari penampilan nya saja aneh rambut keriting berponi, pakai kaca mata tebal, kawat gigi plus muka berminyaknya mirip sosok di telenovela tempo dulu Betty La Fea tapi sosok Betty La Fea di telenovela itu sangat cerdas dan teliti tapi Lili itu sifat nya kepo habis dan ceroboh kalau menurut Adit ga ada bagus - bagusnya..


Sebenarnya Lili itu Anak nya Tante Mira, teman nya Bunda, aku dari dulu sudah tidak suka sama Lili.


" Kamu ga ada hak untuk memecat aku Adit karena yang menggaji aku tuh bukan kamu tapi Bunda." Jawab Lili.


Brak...


Lili keluar dari kamar dan menutup pintu nya dengan kencang.


" ****... mata ku sudah ternodai." Gumam Lili.


Adit itu aktor multitalenta selain dia seorang anggota boy band dia juga pemain film layar lebar dan model.


Aku duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Adit keluar bersama kekasihnya.


" Kamu ngapain kesini mengganggu saja?" Tegur Adit yang ternyata sudah duduk di depan ku.


"Adit kita kan ada acara hari ini, kamu bersiap - siap lah."


" Acara nya kan siang ngapain pagi - pagi dah ribut."


" Ayolah Adit kalau macet gimana acara nya jauh, belum persiapan."


" Kamu tuh rese banget sih, sana bikinin aku sama Tiara sarapan."


" Aku ga mau, aku bukan Babu mu."


" Kamu..." Adit melotot kearah Lili dan kehabisan kata - kata menghadapi Lili.


Akhirnya Adit memesan makanan on line via salah satu aplikasi, Ini... nih salah satu yang bikin Adit ga suka sama Lili tiap di suruh selalu ngelawan.


Sambil menunggu pesanan datang Adit pergi mandi meninggalkan Tiara dan Lili di ruang tamu.

__ADS_1


" Kamu ngapain pagi - pagi ada disini, kamu nginep?" Cecar Lili.


" Kamu kepo banget sih, jangan mentang - mentang kamu orang kepercayaan Bunda nya Adit terus kamu sombong ya, ingat kamu disini cuma Asisten nya ."


" Awas kamu kalau ngadu sama Bunda." Ancam Tiara sambil pergi meninggalkan Lili.


Saat mereka bertiga sedang makan handphone Adit bunyi.


" Ada apa Bunda?" Tanya Adit dengan nada lembut beda sekali saat bicara dengan Lili.


"Adit kata Lili, Tiara nginep di apartemen mu, itu benar ga? Tanya Bunda.


" Ga Bun Tiara baru datang, kenapa sih Bunda lebih percaya Lili daripada anak Bunda sendiri" Jawab Adit sambil menatap Lili dengan tajam.


Sedangkan Lili yang ditatap malah membuang pandangannya lalu pergi ke kamar mandi tanpa merasa berdosa.


" Adit ingat yah Bunda ga suka dengan gaya hidup kamu seperti itu, kalau kamu hidup bebas kaya gitu lebih baik kamu tinggal di rumah sama Bunda lagi."


" Ia Bun maaf... Adit ga akan gitu lagi."


Saat sambungan telepon sudah mati, Adit langsung pergi menyusul Lili dan menunggu di depan pintu kamar mandi.


" Ah.... sakit." Lili sangat kaget dan kesakitan saat keluar kamar mandi tangan nya di tarik dengan sangat kencang oleh Adit.


" Apa yang kamu katakan sama Bunda?"


" Aku bicara apa adanya, kamu sedang bercumbu sama Tiara dikamar mu." Ucap Lili dengan tampang polos nya.


Adit mengusap wajahnya lalu tangannya mengepal ingin rasanya mencabik - cabik Lili karena kesal.


" Kenapa...? sok kalau mau pukul... pukul nih jangan di tahan - tahan nanti mati penasaran ?" Tantang Lili sambil menyodorkan pipi nya ke arah Adit.


Tentu saja Adit sangat kesal " Kamu kalau bukan cewek udah aku ...." Ucap Adit geram.


" Kamu mau apa?" Tantang Lili lagi, karena Adit diam saja lalu Lili pergi meninggalkan Adit yang menahan amarah, Lalu Tiara datang sambil memeluk tangan nya Adit " Sabar ya sayang, memang susah kalau harus menghadapi orang yang kurang satu strip kaya dia."


Siang ini disalah satu mal di jakarta sangat ramai sekali karena ada jumpa fans boyband nya Adit dan banyak para fans yang meneriakkan nama Adit karena Adit salah satu cowok tertampan di group band nya.


Adit memang sangat sempurna sebagai laki - laki, dia sangat tampan sekali mungkin cuma Lili cewek yang ga tertarik sama Adit karena sudah tahu bagaimana sifat buruk nya Adit..


Adit memang banyak yang mengidolakannya tapi ada banyak juga para Haters pasal nya Adit mempunyai citra yang buruk gara - gara sifatnya yang playboy.


Di akhir acara tiba - tiba jadi ga kondusif dan ada salah satu penonton yang melempar telur ke arah boy band itu dan mengarah ke Adit, karena Lili melihatnya otomatis dia lari menghalangi dan alhasil telur itu telak jatuh di atas kepala Lili dan bodyguard nya langsung mengamankan Adit dan anggota band lainnya dan mengarahkan untuk turun panggung.

__ADS_1


Aku mengelap rambutku yang terkena lemparan telur sambil manyun.


" Sayang ga papa? Tanya Tiara khawatir ke Adit.


" Hei... aku yang harus nya kamu khawatir in kalau dia mah ga apa - apa kali, ga lihat apa rambut ku ada telurnya. Gumam Lili manyun.


" Ih kamu sirik aja tentu saja aku khawatir sama pacar aku ngapain juga aku harus khawatir ma kamu, toh ada telur atau ga ada telur di rambut kamu sama aja, sama - sama lepek dan bau." Ujar Tiara.


" Awas aja aku laporin kamu sama Bunda." Ancam Lili.


" Cih... bisa nya cuma ngadu." Cibir Tiara.


" Bisa diam ga kalian bikin pusing aja." Bentak Adit sambil memijit pelipisnya, Tiara dan Lili langsung diam.


" Mang Mamat kita anterin Tiara pulang ke rumah nya terus kita pulang kerumah Bunda." Ucap Adit ke mang Mamat Supirnya saat di dalam mobil mau pulang.


" Lili awas aja kalau kamu bicara macam - macam sama Bunda." Ancam Adit.


" Assalamualaikum bunda." Ucap Adit dan Lili bersamaan saat sampai rumah.


" Waalaikumsalam.. " Bunda langsung menghambur memeluk Lili.


" Ada apa sayang ko cemberut terus?"


" Ini gara - gara Adit Bun rambutku dilempar pake telor." Lili memanyunkan bibir nya.


" Ada apa ini Adit?"


" Biasa mah pas tadi acara jumpa fans ada yang melempar telur, terus dihalangi sama Lili jadi aja Lili yang kena."


Bunda Ita melepas pelukannya ke Lili sambil meraih tangan nya " Makasih ya sayang."


" Ga apa - apa Bunda itu kewajiban aku buat melindunginya." Ucap Lili dengan sombong sambil memukul dada nya.


Adit yang melihatnya hanya memutar bola matanya.


" Tadi aja ga ikhlas sekarang malah menyombongkan diri sendiri, bener - bener cari muka." Gumam Adit.


" Adit Bunda mohon berhentilah dari dunia hiburan, datang lah ke kantor Ayah mu dia sudah berkali kali bilang ke Bunda agar kamu bekerja di kantor nya."


" Bun... Adit mohon jangan hubungin Lagi Pria brengsek itu."


" Adit dia Ayah mu."

__ADS_1


" Aku ga pernah merasa punya Ayah Bun, cukup Bunda dan aku, aku pasti bisa bahagiain Bunda dengan hasil kerja keras ku." Adit pergi meninggalkan Bunda yang menangis.


__ADS_2