Asisten Sang Idol

Asisten Sang Idol
Bab. 14 Ulang tahun Adit


__ADS_3

Adit mengantarkan Lili kerja shift siang, Lili sebenarnya tidak mau diantar cuma Adit memaksa dengan alasan dia juga mau berangkat shooting dan arahnya sama.


" Lili berhentilah kerja, aku kerepotan ga ada yang bantu aku menyiapkan keperluanku."


" Cari aja Asisten baru."


" Ga bisa gitu Lili, aku harus ngajarin dia dari nol, kalau kamu kan dah biasa dan tau aku maunya gimana?"


" Kamu mau aku gaji berapa ?" Tanya Adit.


Huh... Lili buang muka karena kesal.


Ya memang benar Adit hanya menganggap aku cuma Asisten nya bukan sebagai istri nya dan itu membuat Lili geram.


Saat aku sudah ke stand tempat aku bekerja, Ira dan Desi langsung mengintrogasi ku.


" Lili yang kemarin menjemput kamu itu siapa?"


" Teman.."


" Teman...?" Desi mengulang apa yang dikatakan Lili sambil memicingkan mata nya tak percaya.


"" Aku ga percaya cuma teman biasa, ngapain coba dia menjemput malam - malam dan memaksamu naik ke mobil nya dan mengantar kamu pulang ?" Ira menimpali.


" Ya Udah kalau ga percaya." Lili malah ngambek gara - gara di paksa dan dia g suka itu.


" Kok jadi galakan dia sih." Kata Ira berbisik di telinganya Desi.


" Benar - benar mencurigakan." Ujar Desi.


Hari ini Lili bekerja sangat ga nyaman karena Desi dan Ira seperti ngambek ke Lili gara - gara Lili tidak mau terbuka padahal mereka kan mengikrarkan diri sebagai sahabat.


Jujur Lili takut kalau kehidupan pribadinya terkuak akan menjadi kacau, apalagi kalau tahu Lili sudah menikah dan suaminya adalah Idola mereka yaitu Adit group band ABC, bisa heboh mall ini secara Desi dan Ira kan tukang gosip.


" Ayah Rangga." Ujar Lili kaget saat pulang kerja ketemu Ayahnya Adit.


Dari kejauhan Desi dan Ira mengawasi Lili, apalagi saat melihat Lili dan pria paruh baya itu memasuki sebuah mobil mewah yang beda dengan yang kemarin menjemputnya dan Pikiran mereka langsung traveling dan curiga kalau Lili adalah ****** yang melayani om - om kesepian.


" Cih... Muka aja kaya yang alim ternyata kelakuannya." Ucap Desi sinis.

__ADS_1


" Desi jangan berkata seperti itu dulu, kita belum dengar dari mulutnya Lili barangkali saja itu saudaranya."


" Cih... Kamu tuh terlalu naif Ira." Ujar Desi sebal karena Ira membela nya.


Lili ikut mobil Ayah Rangga, ternyata Ayah Rangga memang sengaja menjemput Lili karena sudah tahu Lili kerja di mall tersebut dari Adit.


Ternyata hari ini adalah pesta ulang tahunnya Adit makanya Ayah Rangga menjemput Lili dan perayaannya di lakukan di rumah Bunda Ita dan di hadiri oleh keluarga saja.


Saat sampai rumah Bunda Ita ternyata Adit belum datang dan rencana nya akan membuat surprise.


Ternyata ada Tiara juga dan itu membuat Lili menjadi ga percaya diri, untung saja Tiara tak mengenalinya


Saat orang - orang sedang sibuk ngobrol, Lili bingung mau ngapain karena tidak ada yang menegurnya diantara orang - orang itu Lili hanya kenal Ayah Rangga, Bunda Ita, Bunda Risa dan Tiara selebihnya ga kenal, akhirnya Lili pergi ke dapur orang - orang yang ada di dapur tampak sangat sibuk sekali dan Lili duduk melamun.


Sesekali dia tersenyum malu saat bertemu padang sama orang yang dia kenal, ya ART di rumah Adit dan ada beberapa orang yang baru di lihat Lili, mungkin Bunda Ita menyewa Koki untuk memasak.


Tiba - tiba ada yang menepuk bahunya, saat Lili menengok tampak Bunda Risa sedang tersenyum, Bunda Risa Adalah istri kedua Ayah Rangga.


" Bun..." Ujar Lili sambil mencium tangan nya.


" Lagi ngapain kok disini ? bukannya bergabung di depan biar lebih kenal dekat dengan saudara - saudara nya Adit."


" Kayanya nasib kita sama." Bunda Risa menghembuskan nafasnya berat.


" Kamu tahu sendiri keluarga ini sebenarnya menolak ku tapi Ayah Adit memaksaku datang kesini."


Lili pun ikut membuang nafasnya merasa senasib sama Bunda Risa, Tiba - tiba dari arah ruang keluarga terdengar terompet dan nyanyian selamat ulang tahun.


" Lili kayanya Adit sudah datang, Hayu kita lihat." Ajak Bunda Risa.


Saat mereka melihat ke ruang keluarga tampak Adit sedang meniup lilin setelah itu memotong kue nya, suapan pertama buat Bunda Ita, Kedua buat Ayah Rangga dan yang ketiga buat Tiara dan Tiara membalasnya dengan mencium pipi Adit, entah kenapa dada Lili pun terasa sakit.


Kalau akhirnya harus begini kenapa harus ada pernikahan, Lili sadar pernikahannya sama Adit bukan di dasari oleh cinta tapi terpaksa, lalu kalau sudah begini Lili bagi Adit itu siapa?


Akhirnya Acara nya bebas semuanya sibuk ngobrol.


" Adit, Lili mana?" Tanya Rangga.


" Lili...? Memang nya Lili ada disini ? Tanya Adit balik, karena Adit tak melihat Lili dari pertama dia datang.

__ADS_1


" Ia Ayah yang menjemputnya." Ucap Rangga lagi, ya Adit dan Rangga hubungan nya agak membaik sejak pernikahan Adit dan Lili.


Adit pun mengedarkan pandangannya mencari Lili tapi tak ketemu juga.


" Sayang ada apa?" Tanya Tiara yang melihat Adit seperti kebingungan tampak mencari seseorang.


" Ga apa - apa sayang, aku cuma cape mau istirahat dulu."


" Sayang tapi aku masih kangen." Ujar Tiara lagi, manja.


Tapi Adit malah pergi begitu saja meninggalkan Tiara yang kesal dan Tiara menghentakkan kaki nya karena jengkel dengan kelakuan Adit yang akhir - akhir ini sangat aneh, belum lagi menghilangnya Lili Asisten Adit dan itu bikin Tiara penasaran.


Adit langsung masuk kamar yang biasa di tempati Lili saat menginap di rumah Bunda Ita.


Tampak Lili sudah tertidur nyenyak sampai mulutnya terbuka, rasanya ingin memukul pantat nya dengan keras biar bangun benar - benar tidak mencerminkan Istri seorang bintang top.


" Lili bangun." Adit membangunkan Lili sambil mengguncang bahu Lili karena susah di bangunin.


" Apaan sih ngantuk ?" Ujar Lili sambil memejamkan matanya.


" Aku mau mandi." Ucap Adit.


Akhirnya karena kesal Lili membuka matanya " Kalau mau mandi ya sana ke kamar mandi ngapain bangunin aku, emangnya kamu mau di mandiin ?" Tanya Lili heran.


Adit menoyor jidat Lili " Maksud aku siapin air hangat, inikan sudah malam ga mungkin aku mandi air dingin nanti aku masuk angin."


" Kamu bangunin aku cuma di suruh nyiapin air hangat, Cih ngerepotin banget sih." Ujar Lili sambil manyun.


Lili masuk kamar mandi menyiapkan air hangat kayanya Adit mau berendam di bath up, Lili kaget saat Adit ikut masuk juga dan langsung membuka baju nya.


" Akh... Adit kamu mau ngapain ?" Teriak Lili panik sambil menutup matanya dan Adit malah ketawa keras karena berhasil mengerjai Lili.


Setelah Mandi Adit keluar pakai handuk saja yang diikatkan sampai batas pinggang


" Adit apa - apaan kenapa keluar ga pake baju?" Teriak Lili lagi malu.


" Sana ambilkan baju di kamarku." Suruh Adit, akhirnya Lili masuk ke kamar Adit mengambil satu stel baju piyama serta CD dan membuat muka Lili memerah karena malu.


Saat Lili keluar dari kamar Adit

__ADS_1


" Kamu siapa ? Kamu ngapain kok keluar dari kamar nya Adit ?" Cecar Tiara curiga.


__ADS_2