
Lili Pun lari keluar kamar dan muka nya merah menahan malu setelah keluar dia berdiri di belakang pintu memegang dadanya nya yang berdebar dan menggeleng - gelengkan kepalanya sambil berkata men sugesti diri sendiri.
" Lupa.... Lupain semuanya." Lili pun merinding saat ingat kejadian tadi sambil mengusap bulu kuduk nya.
Setelah itu Lili kembali ke kamarnya sambil bersungut - sungut " Sial mataku sudah ternodai oleh Adit untuk kesekian kalinya."
Lili sudah siap dan keluar kamar sambil membawa tas gendong karena mau pulang kerumahnya dan membawa beberapa baju.
Saat berjalan melewati ruang tengah bertemu sama Bunda dan Adit yang sedang ngobrol, aku pun berpamitan pulang sama mereka dan aku ga berani bertatapan sama Adit rasanya malu sekali saat ingat kejadian tadi pagi.
" Bun aku pulang dulu yah." Sambil mencium tangan Bunda.
" Ia hati - hati Lili."
Aku berjalan keluar tapi seperti ada yang mengikuti di belakangku ternyata pas aku menengok kebelakang Adit menyusul ku.
" Hayu aku antar." Ajak Adit.
" Kamu mau nganterin aku?" Tanyaku sambil menunjuk muka ku.
" Bawel... Hayu."
" Ga mau aku mau naik motorku sendiri." Tolak Ku, aku memang menyimpan motorku di rumah Bunda untuk pulang pergi kerumah soalnya kalau untuk keperluan bekerja selalu diantar Mang Mamat.
" Naik..." Adit memaksaku naik mobil nya, aku pun duduk di kursi belakang sedangkan Adit di depan.
" Kamu ngapain di belakang aku tuh bukan sopir mu." Ucapnya ketus, akhirnya aku pun pindah duduk di depan.
Setelah masuk mobilnya " Kamu jangan GR yah aku bukan mau nganterin kamu tapi karena searah." Ucap nya ketus dan aku memutar bola mataku " Siapa juga yang maksa - maksa aku bareng coba." Gumam ku sambil membuang nafas agar bersabar dan tidak terpancing emosi.
Selama dalam perjalanan kami diam - diaman dan aku menatap keluar jendela mobil dari pada emosi lihat muka Adit yang minta di hajar.
Akhirnya sampai depan rumah ku dan Adit pun ikut turun.
" Ngapain ikut turun." Ucap ku ketus.
__ADS_1
" Aku cuma mau ketemu Mama Mira udah lama ga ketemu." Jawab Adit cuek.
"Terserahlah..." Ujar ku sambil berjalan masuk rumah duluan.
" Assalamualaikum..."
" waalaikumsalam... " Jawab Mamaku.
" Eh... Adit." Ucap Mama kaget saat melihat Adit juga ikut dan dia berjalan di belakangku sampai aku aja yang anak nya dan sudah ada di depan Mama dilewati, dia langsung menyambut Adit dengan suka cita dan aku sangat kesal sambil ku hentakan kaki ku dilantai saking kesalnya, padahal aku sudah lama ga pulang kerumah bukannya kangen sama Lili malah heboh menyambut Adit dan Lili yang anak nya malah di cuekin.
Mama mengajak Adit untuk duduk di kursi ruang tamu dan Adikku Mawar juga langsung heboh pas tau Adit datang.
" Ka Aku ngefans banget sama Kakak, aku mau minta tanda tangan Kakak." Ucap Mawar lebay.
" Mawar kamu ga salah ngefans sama dia, dia mah ga ada bagus - bagusnya, Cakep an juga Idola aku BTS, apalagi kalau di bandingkan sama kelakuannya ga ada seujung kuku nya ."Ucapku meremehkan Adit dan Adit menatapku dengan tajam kaya yang mau menelan aku.
" Aduh maaf ya Adit memang anak tante ini kata - kata nya kadang sangat pedas dan tingkat kepedasan nya level sepuluh jadi jangan di dengerin."
Aku memanyunkan bibirku saat Mama lebih membela Adit dari pada aku dan aku langsung masuk ke kamarku, males ngeliat kelakuan Mama dan Mawar yang tampak memuja Adit.
Aku pun keluar kamar bertemu sama Mama dan Mawar " Ma kenapa sih Adit di suruh masuk ke kamar aku, Mama tuh sadar ga sih aku tuh cewek ko bisa - bisa nya nyuruh cowok masuk ke kamar aku, gimana kalau nanti anak nya di perkosa kan Mama juga yang rugi."Ucap ku ketus.
Peletak.....
" Heh... ngomong sama Mama nya ketus gitu, ga boleh tau dosa..., lagian aku ga khawatir sama sekali kamu tuh pasti bukan seleranya Adit, lagian kamu tuh dandan dikit apa, ngapain juga cari uang cape - cape ga di gunain." Jawab Mama.
" Ih.. Mama sama anak nya jahat banget." Ucap Lili cemberut.
" Aku tuh nabung buat masa depan Ma."
" Yang kamu omongin tuh, Masa depan yang mana kamu nya aja ga bisa merubah penampilan kamu menjadi lebih baik mana ada yang mau sama cewek penampilannya kaya kamu, gunakan lah uang hasil kerjamu itu untuk ke salon dan beli baju, biar kamu ga disepelekan sama orang lagi dan kamu ketemu sama jodoh kamu dan masa depan mu itu akan berubah menjadi lebih baik." Cecar Mama.
Aku pun tak bisa berkata - kata dan air mata ku pun berlinang - linang.
Eh Em ...
__ADS_1
Entah sejak kapan Adit sudah ada disini dan keluar dari kamar ku.
" Mah aku mau pamit pulang dulu." Ucap Adit.
" O... Ia Adit, Lili sana kamu antar sampe depan."
" Ia Mah."
Aku pun berjalan sambil menunduk dan Adit tiba - tiba berhenti dan otomatis aku menabrak punggung Adit.
" Kamu kenapa?"
" Ga pa - pa." Sambil ku buang pandangan ku malas bertatapan sama Adit.
" Lili aku mau pulang ke apartemen kalau kamu bosan di sini mampirlah ke apartemen ku bantuin aku berkemas, besok kan kita pergi ke Bali, kamu juga berkemas lah nanti berangkat nya bareng dari apartemen ku biar langsung ke bandara bersama."
" Nanti sore aja aku nyusul sekarang aku mau berkemas dulu."
" Ya udah aku pulang dulu."
Adit sudah pergi jauh tapi aku malah mematung melihat kepergiannya dan entah kenapa jantungku berdetak sangat kencang dan itu bikin aku ga nyaman " Ada apa dengan jantungku ini, jangan - jangan aku sakit jantung dan aku harus berobat ke spesialis jantung." Gumamku meyakinkan hatiku yang sangat tidak nyaman.
Dor....
Adik ku mawar datang mengagetkan aku, " kakak kamu kenapa melamun sambil melihat kepergian ka Adit " Jangan katakan Kakak jatuh cinta sama ka Adit."
Peletak....
Aku menjitak kepala Mawar " Kebanyakan nonton sinetron." Ejek ku ke Mawar.
" Habisnya Kakak melihat kepergian Kak Adit segitu nya kaya yang ga rela melepas kepergian kekasih tercinta nya yang mau pergi perang wek..." Cibir Mawar sambil lari meninggalkan ku.
" Mawar... awas kamu yah, aku langsung lari mengejar mawar dan Mawar langsung lari masuk kamar nya dan tertawa dengan sangat keras sambil mengunci pintu kamar nya."
" Mawar... keluar kamu." Teriak ku sambil menggedor-gedor pintu kamar nya Mawar.
__ADS_1