Asisten Sang Idol

Asisten Sang Idol
Bab. 6 Lili muntah mengenai baju Adit


__ADS_3

Sore harinya aku tiba di apartemen Adit dan apartemen tampak kosong mungkin Adit sedang keluar.


Selang berapa lama ada yg masuk ternyata Tiara.


" Lili... Adit mana?"


" Mungkin sedang keluar saat aku datang sudah tidak ada siapa - siapa."


" Kalian besok jadi mau ke Bali?"


" Jadi, kenapa ?" Tanya Lili sambil mengernyitkan dahinya.


" Kamu harus ingat kamu ini mata - mata aku, kamu harus awasi Adit jangan sampai lengah, kamu tahu sendiri banyak yang ingin jadi pacar nya Adit jangan sampai Adit tergoda sama salah satu cewek - cewek itu."


" Imbalannya buat aku apa?" Tanya Lili.


" kan kamu yang meminta perlindungan dariku dari Adit dan kamu mau menjadi mata - mata untuk ku, jangan katakan kamu sudah lupa ingatan." Ujar Tiara.


" Baik lah...." Ujar Lili malas, Akhirnya Tiara pun keluar lagi karena ga ada Adit.


Malam nya Adit pulang ke apartemen dan melihat Lili tertidur di sofa depan televisi dan tampak di atas meja beberapa cemilan dan gaya tidurnya pun sangat jelek sekali karena mulutnya tampak terbuka dan ileran pula.


Adit pun menggeleng - gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan cewek jorok satu ini benar - benar urat malu nya sudah putus.


" Lili bangun." Adit membangunkan Lili menggunakan kaki nya, dia menendang kecil kaki Lili.


" Adit.. udah pulang." Lili langsung bangun sedangkan Adit masih menatap wajah Lili yang masih mengantuk.


" Sana Cuci muka bantu aku berkemas." Ujar Adit sambil pergi ke kamar nya.


Sekarang Lili sudah cuci muka dan segar kembali, langsung masuk ke kamar Adit dan langsung membantu Adit yang sedang mengemas barang - barang yang akan di bawa nya.


Lili memasukan beberapa stel pakaian yang akan dipakai Adit selama di Bali ke dalam koper dan Lili terdiam sebentar saat akan memasukan beberapa celana boxer Adit dan mukanya langsung memerah membayangkan kejadian saat dia menarik handuk Adit.


" Kamu kenapa? muka nya kok merah jangan katakan kamu lagi mikir mesum sambil melihat celana boxer ku."


" Ih... apa an sih, maaf - maaf aja yah kamu itu bukan seleraku jadi walaupun aku pegang celana boxer mu atau pun lihat kamu telanjang sekalipun menurut ku biasa aja ga berpengaruh untuk ku." Ujar Lili berbohong dan Adit yang memang asli nya playboy tentu saja merasa tertantang jangankan Lili Cewek yang jauh lebih cantik dari Lili pun pasti tunduk sama pesonanya.

__ADS_1


Adit mendekatkan wajahnya hampir mencium Lili tapi Lili dengan sangat cepat mundur dan mendorong badan Adit walaupun badan Adit tidak bergeser sedikitpun.


" Tolong.... tolong ada yang mau memperkosa ku." Teriak Lili.


Adit Pun mendengarnya malah ketawa ngakak sambil berkata " Siapa yang akan mendengar suara mu kamar ini kedap suara."


Membuat Lili sangat panik dan Adit pun menjauhkan badannya dari Lili sambil menyentil dahi Lili " Otak mu ini kayanya isi nya kotoran makanya negatif thinking terus, aku ini masih normal masih bisa membedakan cewek cantik dan ga, walaupun kamu telanjang di depanku pun ga akan bikin aku nafsu sama kamu, jadi jangan ke PD an." Ujar Adit .


Lili langsung pergi ninggalin Adit dan masuk ke kamar nya dan sampai sekarang masih kesel " ya Tuhan apa yang aku pikirkan tadi bener - benar sangat memalukan."


Pagi harinya saat Lili keluar dari kamar tampak Adit sedang makan di meja makan dan Lili pun berjalan mendekat, Adit yang sedang makan pun akhirnya melihat kearah Lili sambil melambaikan tangan nya " makanlah sebelum berangkat bentar lagi mang Mamat menjemput kita."


Lili yang memang sangat lapar pun tanpa di suruh ke dua kalinya pun ikut makan dengan lahap nya.


Adit yang sudah selesai makan cuma melihat Lili yang fokus ke makanan nya dan makan dengan lahap membuat Adit tersenyum.


" Sayang... selamat pagi." Tiara berjalan sambil mendekati Adit dan Lili, Tiara memang bisa keluar masuk Apartemen Adit dengan bebas.


" Pagi."


" Sayang kapan pergi ke bandaranya, aku mau ikut mengantar." Ucap Tiara manja sambil memeluk Adit .


" Memang nya penerbangan nya jam berapa?"


" Jam tujuh pagi."


" Yang jangan genit - genit ke cewek lain yah dan kamu harus jaga kepercayaan aku."


" Em..."


Akhirnya kami berempat pun pergi ke bandara di sana sudah menunggu para member dan manager mereka , tepat jam tujuh pesawat pun lepas landas.


Belum berapa lama Pesawat take off, kayanya Lili mabuk, Lili duduk disamping Adit sambil menggenggam tangan Adit dengan erat, wajahnya pucat dan tangannya sangat dingin ternyata ini penerbangan pertama buat Lili dan pertama kali juga Adit dan Lili pergi jauh menggunakan pesawat karena Lili jadi asisten Adit memang belum lama, Adit melihat kearah Lili " Kamu kenapa Lili?"


" Ga Apa - apa." Ucap Lili bohong.


Hoek....

__ADS_1


Tiba - tiba Lili muntah dan muntahan nya kena baju Adit dan Adit pun melotot melihat kelakuan Asisten nya itu.


" Lili.." Geram Adit.


Mereka kini sudah turun dari pesawat menuju hotel dan tampak Adit masih kesal dengan Lili.


Jam makan siang mereka bertemu untuk makan siang setelah mereka beristirahat di kamar nya masing - masing karena acaranya di mulai malam hari nanti.


Muka Lili masih tampak pucat saat ketemu Adit.


" Balik ke kamar lagi aja kalau ga enak badan jangan dipaksain, pesan lewat telepon saja."


" Aku ga apa - apa, makan bareng kalian saja."


" Cih... keras kepala." Ucap Adit sambil menarik tangan Lili balik lagi ke kamar nya dan Adit memesan makan siangnya lewat telepon dari kamar Lili.


" Adit aku minta Maaf sudah mengotori baju mu dan membuat kamu malu." Ucap Lili sambil menundukkan mukanya.


Adit tak mendengarkannya Lili malah sibuk mengganti chanel televisi di kamar Lili.


" Adit kamu denger ga aku ngomong, aku minta maaf." Ucap Lili agak kesal karena tak di hiraukan oleh Adit.


" Kalau aku bilang, aku akan memaafkan mu kalau kamu tidur sama aku gimana?" Ucap Adit serius.


" Kamu jangan macam - macam Adit." bentak Lili sambil mata nya melotot.


hahaha...


" Itu baru Lili yang aku kenal dari pada tadi rasanya aneh kaya bukan Lili." Ucap Adit sambil ketawa.


Lili sangat kesal dengan kelakuan Adit dan cemberut.


" Ayolah jangan marah Lili, aku cuma bercanda." Bujuk Adit sambil menarik tangan Lili."


" Jangan pegang - pegang aku alergi di sentuh sama kamu." Ucap Lili ketus dan Adit pun Memutar bola mata nya.


Untung nya makanan pun datang sehingga perdebatan diantara mereka berhenti dan merekapun makan dengan khidmat tanpa ada yang berbicara .

__ADS_1


Satu lagi yang Lili baru sadari, Adit itu tidak menyebalkan seperti yang Lili pikir.


__ADS_2