Asisten Sang Idol

Asisten Sang Idol
Bab. 2 Kamu itu Asistenku bukan istriku.


__ADS_3

Adit memang tidak akur dengan Ayah nya tepat nya setelah Ayah nya menikah lagi, Adit sangat membenci Ayah nya.


Pernikahan Ayah Adit dengan istri kedua nya tidak mempunyai anak makanya Ayahnya selalu berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Adit.


Tapi Adit sangat keras kepala, dia menolak Kehadiran Ayah nya karena dia tahu betul bagaimana perasaan Bunda nya yang hancur saat Ayahnya meminta ijin untuk menikah lagi, bahkan Awalnya Bunda sampai depresi walaupun sekarang keadaan membaik dan hubungan orang tua nya rukun tapi Adit sampai sekarang pun masih ga menerima kehadiran istri kedua Ayah nya.


Adit pergi masuk kamar tidak mendengarkan Bunda nya, tinggallah Lili dan Bunda Ita di ruang tamu.


" Yang sabar ya Bun memang Adit tuh kekanakan entah kapan dewasa nya nanti suatu saat dia juga akan mengerti."


" Makasih Lili, Bunda bingung harus bagaimana lagi cara nya biar Adit baikan sama Ayah nya."


" Nanti pelan - pelan aku bujuk ya Bun." Bunda Ita memeluk Lili.


" Ga salah Bunda mengangkat mu menjadi Asisten nya Adit." Puji Bunda Ita.


"Ah... Bunda bisa aja." Jawab Lili sambil tersenyum malu.


" Ya sudah sana mandi dulu, bau..." Goda bunda Ita sambil menutup hidung nya.


" Lili tinggal dulu ya Bun." Pamit Lili sambil pergi ke kamar nya.


Lili melewati kamar Adit karena memang kamar mereka bersebelahan, mau masuk menasehati Adit tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat.


Setelah mandi Adit keluar dari kamar sudah berpakaian rapi.


" Mau kemana Adit." Tanya Bunda.


" Mau keluar dulu sebentar Bunda."


" Lili kemana Bun?"


" Masih dikamar nya." Ucap Bunda.

__ADS_1


" Panggil Lili, suruh makan dulu Adit."


" Bunda aja yang panggil aku buru - buru Bun, sudah di tunggu teman - teman ku."


" Adit... kamu juga harus makan dulu kalau ga makan, Bunda ga akan izinkan kamu keluar rumah, jadi panggil dulu Lili." Ucap Bunda Ita agak memaksa.


Lili sering menginap di rumah Bunda Ita karena Bunda Ita sering kesepian di rumahnya, selain itu juga tidur di rumah Adit untuk mempermudah pekerjaannya tapi kadang juga dia pulang kerumah nya sendiri Kalau Ayah Adit pulang ke rumah Bunda Ita dan Lili mempunyai kamar sendiri di rumah Bunda Ita karena sudah dianggap anak sendiri.


Adit pergi meninggalkan Bunda berjalan ke kamar nya Lili.


Tok...Tok...


Saat pintu terbuka Adit malah bengong melihat Lili, dia ga habis pikir Lili ini mahluk dari mana karena baik di dalam rumah maupun diluar rumah penampilannya selalu konsisten ga berubah sama sekali, sama - sama kampungannya.


Adit menatap Lili dari atas sampai bawah sambil menggeleng -- gelengkan kepalanya dan tersenyum sinis, melihat penampilan Lili sekarang, Lili pakai baju tidur lengan dan kaki panjang, sambil pakai sweater, poni nya pakai rol plus kaca mata minusnya yg sangat tebal, rambutnya yang keriting digerai dan pakai kaos kaki.


" Ada apa lihat - lihat ?" Tanya Lili jutek.


" Dih siapa juga yang mau lihat kamu malesin banget jangan GR kamu, kalau ga di paksa Bunda ga mau aku, tuh kamu di panggil sama Bunda makan malam ." Ujar Adit.


" Aku ada perlu sebentar, kepo banget sih."


" Kamu mau nemuin Tiara yah awas aja kalau macam - macam. "


" Kamu itu jangan terlalu ikut campur sama urusan ku karena kamu itu Asisten ku bukan istriku ingat itu." Bisik Adit di telinga Lili.


Lili kaget karena tindakan Adit yang terlalu dekat hampir berbisik di telinga nya sehingga spontan mendorong Adit sampai kebentur pintu cukup keras.


" Aduh sakit, dasar cewek gila." Gerutu Adit mengusap kepala nya yang sakit sambil pergi meninggalkan Lili.


Saat selesai makan malam.


" Adit nanti ajak Lili pergi yah, Bunda khawatir kalau kamu pergi sendiri."

__ADS_1


" Bun ayolah aku juga butuh privasi ga mungkin kemana - mana sama Lili."


" Lagian aku juga mau ketemuan sama para member Bun, masa harus bawa Lili." Member adalah sebutan untuk anggota group bandnya Adit, yang terdiri dari Adit, Budi, Ridho, Bima dan Surya.


" Kalau Bunda bilang bawa Lili ya bawa Adit, titik ga bisa di tawar lagi ini semua demi kebaikanmu." Ucap Bunda Ita tegas.


Akhir nya disinilah sekarang Adit sedang berkumpul bersama para member boy band nya, mereka sedang mengadakan pesta di salah satu club malam ternama dan ada perempuan yang menemani mereka tapi sepertinya mereka bukan pasangannya karena Adit tampak sedang duduk dengan cewek yang Lili ga kenal, kalau di bandingkan Tiara pacarnya Adit sih cantikan juga Tiara kalah jauh tapi cewek itu body nya sangat seksi dan bajunya sangat terbuka.


Sesekali mereka tampak berciuman dan itu membuat Lili sangat jijik, kehidupan mereka memang sangat bebas sepertinya melakukan maksiat biasa saja buat mereka.


" Adit... kamu ga salah, bawa Asisten mu kesini ga bisa enak - enak dong, ada yang ngeliatin terus." Ucap Surya sedangkan Adit cuek tak menanggapi ucapan Surya.


" Nanti kepengen lagi secara kan yah pasti hidup nya gersang, mana mungkin ada yang mau sama dia, aku yakin seratus persen dia pasti masih perawan." Timpal temannya Adit lagi kaya nya mereka sengaja mengejekku biar aku pergi.


Cih... jangan Harap." Gumam ku.


" Itu sih bukan Asisten, kalau menurut aku dari pada Asisten dia mah lebih mirip penguntit cabul hahaha..." Budi menimpali dan semuanya tertawa mendengar ucapan Budi dan tampak mengejek Lili.


" Sudah hiraukan saja dia, anggap aja dia ga ada disini." Adit Pun menanggapi ucapan temannya dengan sangat santai nya.


Lili sangat geram mendengar nya, dasar GGG ( ganteng ganteng gila), awas aja kamu Adit rasakan pembalasan dari ku." Batin Lili sambil tersenyum sinis.


Tanpa sepengetahuan mereka Lili mengambil foto saat Adit sedang berpelukan dengan pasangan nya di pesta itu lalu dikirimkan ke Tiara .


Tiba - tiba Adit berjalan mendekat ke arah Lili, meninggalkan pasangannya " Ngapain senyum - senyum sendiri ?" Tanya Adit.


" Kamu ngagetin aku aja." Gerutu Lili.


" kamu iri kan butuh belaian juga." Goda Adit sambil mengedipkan matanya.


" Dih... Ngapain juga aku butuh belaian dari kamu bekas banyak orang, dikasih gratisan juga ogah." Cibir Lili.


Adit sangat geram mendengar ucapan Lili " kepedean siapa juga yang mau membelai kamu, kamu tuh bukan level aku, maksud aku itu kalau kamu ingin di belai tuh ada aki - aki nganggur di sana." Ucap Adit sambil menunjuk Bapak - Bapak yang tampak sedang minum sendirian di dekat bartender.

__ADS_1


Saking keselnya Lili langsung berdiri dan menginjak kaki Adit sambil berlalu pergi sedangkan Adit tertawa terbahak sambil melihat Lili yang pergi sambil manyun karena kesal ke Adit.


__ADS_2