
Setelah dari rumah sakit Lili meminta Mang Mamat mengantarkan nya pulang ke rumahnya.
" Loh Lili kamu kok pulang, emang nya kamu lagi free." Tanya Mama Mira heran.
"Aku lagi ga enak badan Ma."
" Sudah berobat belum? kata dokter nya sakit apa?" Cecar Mama Mira.
" Sudah ini baru pulang berobat makanya aku pulang mau istirahat, kata Dokternya aku sakit syndrom." Jawab Lili asal.
" Syndrom apa ?"
" Kalau aku bilang syndrom ya syndrom, aku juga ga ngerti itu sakit apa, aku mau istirahat dulu mah." Rajuk Lili sambil pergi masuk ke kamar nya.
" Dasar anak itu pemarah sekali." Gerutu Mama Mira.
" Kakak kenapa Ma?" Tanya Mawar.
Mama Mira bukannya menjawab malah pergi ninggalin Mawar sambil mengangkat bahunya.
Sampai malam pun Lili tidak keluar kamar dan membuat Mama nya cemas.
Tok...Tok...
" Lili makan malam dulu yuk." Ajak Mama Mira karena dari pulang tadi Lili ga keluar kamar.
" Nanti Ma aku ga lapar, nanti juga kalau lapar aku pasti ambil sendiri."
" Lili buka pintu nya jangan bikin Mama cemas."
" Aku ga apa - apa Ma, aku cuma lagi pengen sendiri dulu."
" Ya sudah nanti kalau lapar, makanan nya ada di dapur yah tinggal dihangatkan."
" Ia Ma."
" Heem.... ada apa dengan anak itu?." Mama Mira pergi meninggalkan kamar Lili dan kebingungan dengan sifat Lili yang menurut nya sangat aneh sekali.
Lili tidak bisa tidur semalaman hanya guling kanan dan guling kiri diatas tempat tidur.
" Benarkan aku mengidap syndrom jatuh cinta? parah ga yah ?" Batin Lili.
__ADS_1
" Ga.... ga mungkin aku jatuh cinta sama Adit, cowok brengsek itu, mau ditaruh dimana muka ku kalau aku beneran cinta sama dia, ya tuhan malang nya aku." Lili menggeleng - gelengkan kepala nya tidak percaya.
" Aneh kenapa mata ku enggan terpejam padahal sudah jam empat pagi, apa aku belajar masak saja yah gimana nanti kalau Adit nyuruh aku masak lagi kan bisa berabe aku kan ga bisa masak sendiri bisa nya cuma bantuin potong ini dan potong itu aja."
Akhirnya Lili ke dapur dan mencari resep nya melihat YouTube cara memasak.
sekarang Lili sedang sibuk di dapur dan fokus mendengarkan panduan memasak.
Heem....
" Adit... ngapain disini ?" Tanya Lili kaget sampai lupa mengatupkan mulut nya, rambut Adit acak - acakan khas bangun tidur tapi entah kenapa di mata Lili itu jauh - jauh lebih ganteng dari biasanya.
" Aku khawatir sama kamu, habisnya aku telepon handphone nya ga aktif, akhirnya pulang syuting aku kesini, karena udah malam jadi aku disuruh Mama nginep disini, tuh tidur dikamar itu." Kata Adit sambil menunjuk kamar dekat dapur.
" Kamu ngapain pagi - pagi buta sudah membuat keributan di dapur sangat berisik, bukannya kamu sakit?" Kata Adit lagi.
" Aku sudah sembuh, aku mau belajar memasak, kamu sebaik nya pergi saja sana sangat mengganggu." Usir Lili ke Adit.
" Lili, kamu itu mau memasak apa menghancurkan dapur sih? berantakan banget?"
" Sanalah pergi jangan ganggu aku." Ujar Lili kesal.
" Kamu sakit apa? Kata Mama Mira sakit Syndrom, Syndrom apa?"
Adit pun disuruh pergi, bukannya pergi malah duduk di kursi sambil memperhatikan Lili yang memasak mengikuti panduan sesuai resep.
Lili meletakan 4 butir telor ke baskom, lalu telornya di tetesi pewarna lalu diisi air dan uniknya saat air nya dimasukin ke baskom bukannya langsung dituangkan malah pakai corong merah setelah airnya penuh baru telor itu di cuci.
" Lili..."
" Jangan ganggu aku Adit, daripada ganggu lebih baik balik ke kamar kamu saja." Ucap Lili sarkas.
Akhirnya Adit diam lagi sambil menggeleng - gelengkan kepala nya.
Setelah di cuci, telornya di pecahin dan kuning sama putihnya di pisah dan kedua nya dikocok di tempat yang berbeda setelah keduanya diaduk rata, lalu putih dan kuning telor yang sudah di aduk itu pun di satukan lagi wadahnya.
Lalu Lili mencuci bumbu - bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabe dan bumbu lainnya dimasukin ke dalam kresek setelah itu di ikat ujungnya setelah itu disobek tengah kreseknya lalu ditumpahkan di cobek lalu di ulek karena lelah bumbu yang belum halus itu di pindahkan ke blender.
" Stop.... Stop Lili, aku ga sanggup ngeliatnya lagi mending bobo lagi sana biar aku yang meneruskan memasak nya." Ujar Adit frustasi.
" Kamu lihat resep masaknya dimana sih bikin orang emosi saja." Ujar Adit lagi.
__ADS_1
" Nih masak ala DEBM." Jawab Lili polos dan Adit pun menepuk dahinya.
" Pantesan saja cara masak nya aneh walaupun hasil nya enak, cara masak yang bikin orang emosi yang jargonnya Suami dari Mama mertua nya nenek aku yang paling gede dan terkenal dengan corong merah nya itu kan."
Adit berjalan mendekati Lili mau mengambil alih memasak " Ini Apa?" Tanya Adit lagi sambil menunjuk piring di depannya.
" O... itu, itu cumi yang sudah di balut pake tepung tapi kata orang yang berkata di resep itu katanya berubah pikiran jadi mau masak telor yang tadi itu." Ucap Lili manyun.
" Aku ga terusin masak yang itu karena aku bingung mau diapain lagi orang di resepnya juga sudah berubah pikiran, kamu tau kan aku ga bisa masak."
Adit pun tak bisa berkata - kata cuma bibir atas nya saja yang berkedut mendengar penjelasan Lili.
Akhirnya pagi itu Adit yang melanjutkan memasaknya dan Lili sangat kagum melihat Adit sangat lihai memasak, sampai mulutnya menganga karena terkesima.
" Jangan Lihatin aku terus nanti kamu bisa jatuh cinta padaku Lili dan sudah pasti aku akan menolaknya karena kamu itu bukan tipe ku."
" Cih kepedean, siapa juga yang akan jatuh cinta sama kamu cowok paling brengsek yang pernah aku kenal."
" Aku punya segalanya Lili, yang akan membuat mu jatuh hati padaku, aku kaya, aku ganteng, aku baik hati, aku pandai memasak.
" Ya...ya...ya kamu memang punya itu semua tapi satu yang saya yakin kamu ga akan bisa."
" Apa?"
" SETIA." Ucap Lili penuh penekanan.
" Itu karena aku belum ketemu sama orang yang benar - benar aku cintai." Ucap Adit lirih.
" Alasan..... bukannya kamu sangat mencintai Tiara, aku saja beberapa kali melihat kamu bercumbu dengannya.
" Laki - laki bisa melakukan itu walaupun tanpa cinta kecuali sama kamu, walau di bayar pun ga mau." Ujar Adit sinis.
" Cih siapa juga yang mau sama kamu, bekas banyak orang."
" Lili..." Teriak Adit, emosi mendengar kata bekas.
" Aduh apa sih yang kalian berdua lakukan berisik sekali."
Plok... Mama Mira memukul tangan Lili " kamu apa - apa an nyuruh Adit masak, tangan Adit tuh tangan bintang ga cocok untuk masak." Ujar Mama Mira lebay dan Lili pun memutar bola mata nya mendengar ucapan Mama nya.
" Mama dia sendiri yang mau masak kenapa jadi aku yang disalahin sih." gerutu Lili.
__ADS_1
" Sudah kalian berdua sana mandi, biar Mama yang lanjutin masaknya, setelah mandi kita makan bersama."
Aku dan Adit pun akhirnya masuk kamar masing - masing.