
Lili sangat ketakutan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Adit kepada nya.
Adit dan group band nya sudah kembali lagi keruangan ini lagi, lalu Adit pamitan sama para member yang lain untuk cabut duluan.
Dia memberikan kode padaku dan Tiara untuk ikut keluar bersama nya.
" Lisa..." Ucap Adit karena di luar ruangan itu ternyata ada Lisa yang sedang menunggu nya.
" Adit kamu mau kemana?. Tanya Lisa heran saat melihat kami bertiga keluar dari ruangan yang memang di tempati oleh Adit sebelum tampil.
" Aku cabut duluan ya Lisa, aku ada perlu dulu." Jelas Adit, lalu dia berjalan meninggalkan Lisa sambil menarik tangan Tiara dan Lili ikut berjalan dibelakangnya.
Saat sampai parkiran Adit masuk mobil duduk di belakang sama Tiara sedangkan Lili di depan duduk sama sopirnya Adit.
" Sayang kamu ada hubungan apa sama Lisa yang kecentilan itu" Tanya Tiara sambil memeluk tangan Adit.
" Ga ada sayang kami kebetulan aja ketemu karena ada acara bersama."
" Kalau tidak ada hubungan apa - apa terus kenapa ada gosip kalau kamu punya hubungan sama dia sayang."
" Kamu tanya aja sama yang ngegosip nya." Ujar Adit agak sebal.
" Sayang jangan marah dong, maafin aku yah, aku tuh kemarin menghindar dari kamu biar suasana nya tuh dingin dulu, aku takut kalau nemuin kamu yang ada kita malah berantem terus." Ucap Tiara.
" Ih aneh yang salah Adit ko malah Tiara yang minta maaf." Gumam Lili.
" Jaga mulut kamu Lili ini semuanya karena kamu, kalau kamu ga ngadu domba aku sama Adit ga mungkin juga aku berantem sama Adit." Maki Tiara.
" Loh kok jadi aku yang salah aku kan begitu karena aku perhatian sama hubungan kamu sama Adit, aku kasihan aja sama kamu diselingkuhin." Bela Lili dan Adit sangat kesal mendengar ucapan Lili.
" jaga mulut kamu Lili sebenarnya kamu tuh asisten ku apa mata - mata ku sih. Ucap Adit geram.
Tak terasa kami pun sudah sampai di depan rumah nya Tiara, Adit ikut turun mengantarkan Tiara sampai teras rumah nya dan tampak mereka sedang berciuman di teras dan itu membuatku jijik.
Sekitar tiga puluh menitan Adit masuk mobil lagi " Mang pulang ke rumah Bunda yah." Perintah Adit.
Karena lelah aku pun tertidur di mobil dan saat sampai di rumah Bunda, Mang Mamat supirnya Adit membangunkan ku.
" Mba Lili Bangun "
" Eh Mang, maaf aku ketiduran, Adit mana mang?"
__ADS_1
" Udah duluan mba."
" O... ia makasih ya Mang." Aku turun menyusul Adit masuk ke rumahnya.
Saat masuk ke ruang tamu, Bunda sama Adit sedang duduk di sofa.
" Nah itu dia kesayangan Bunda baru datang si biang kerok, duduk kamu di situ." Tunjuk Adit ke sofa depan Bunda dan Adit duduk.
Perasaan ku pun jadi ga enak sepertinya aku mau di sidang.
" Bun pecat aja Lili, aku males banget punya Asisten kaya dia, tukang ngadu domba."
" Adit jangan kasar gitu dong sama Lili."
" Tapi Bun kali ini kesalahan dia tuh fatal banget ga termaafkan, aku hampir putus sama Tiara gara - gara dia."
" Memangnya apa yang Lili lakuin Adit ?" Tanya Bunda.
" Bunda ingat ga waktu malam - malam aku keluar disuruh bawa Lili, aku kan sama para member nongkrong di club malam kan Bund, aku juga ga tau ternyata para member ngajak cewek - cewek itu buat nemenin kami minum, Lili foto aku Bun sama cewek itu terus dikirimin ke Tiara jadi aja Tiara salah paham dan hubungan kami hampir saja putus."
" Tapi Bun cewek itu ga cuma nemenin minum aja tapi peluk dan cium juga aku sih takut aja Adit kebablasan terus kena Aids."
" Bagus... Adit apa yang Lili katakan itu sudah benar Bunda sangat setuju kalau Tiara ga datang bisa aja kamu kebablasan dan kena Aids, Amit - amit deh, memang benar itu sudah seharusnya apa yang dilakukan seorang Asisten. " Ujar Bunda.
" Terserah..." Akhirnya Adit pergi meninggalkan mereka dan rasanya sebal sekali.
Setelah Adit pergi Lili pun ikut pamit mau ke kamarnya karena sudah ngantuk sekali.
Pagi - pagi sekali Lili sudah bangun dan sedang sibuk di dapur sama Bunda dan Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Bunda nya Adit, kalau tidak ada kesibukan memang Lili suka ngebantuin mereka sambil bercanda kadang bergosip juga.
Adit yang baru datang habis joging pun tersenyum melihat mereka sedang bercanda sambil memasak, jujur saja ini yang Adit suka dari Lili, rumah nya menjadi hangat dan ceria, beda jauh dulu sebelum ada Lili rumah ini terasa dingin dan tidak ada suara ketawa dan ramai seperti ini.
" Eh... Adit sini duduk kebetulan masakan nya sudah matang hayu kita sarapan pagi dulu." Ujar Bunda.
Adit pun mendekat kearah dapur dan hendak mengambil minum karena aku berdiri dekat kulkas Adit pun seperti berjalan ke arahku dan tatapan nya sangat tajam seperti mengibarkan bendera perang mungkin dia masih dendam sama aku, tentu saja aku langsung membuang pandangan ku tidak mau bertatapan dengan nya.
" Bun aku hari ini mau pulang kerumah Mama yah ada perlu mumpung Adit lagi free ga ada kegiatan." Ucapan ku mengalihkan perhatian.
" Ada acara apa Lili, Bunda sangat kesepian kalau ga ada kamu." Rajuk Bunda.
" Bunda lebay deh, kan ada aku." Ucap Adit sambil memutar bola matanya.
__ADS_1
" Kamu mah bentar lagi juga udah kabur ke rumah Tiara."
" Bunda mau ikut kerumah aku ga? " Tanya Lili.
" Makasih Lili ga usah Ayah Adit bentar lagi pulang."
" Ngapain sih Bund dia kesini?"
" Adit..." Ucap Bunda memotong ucapan Adit.
Adit pergi masuk kamar dan membanting pintu.
" Adit..." Teriak Bunda.
" Bunda sabar..."
" Anak itu sangat keras kepala sekali." Gumam Bunda sedih.
" Bun aku antar sarapan ke kamar nya dulu yah." Ucap Lili untuk mengalihkan perhatian Bunda.
" Ia... Lili tolong nasehatin dia yah dan bujuk dia biar ga marah lagi ke Ayahnya."
" Ia Bun"
Aku berjalan masuk ke kamar Adit sambil membawa sarapan untuk Adit.
Tok...tok...
" Adit...." Karena tidak ada jawaban aku pun masuk ke kamarnya dan tidak tampak ada Adit mungkin dia mandi dan aku pun melihat - lihat kamar Adit yang memang bener - bener laki banget dan kamar nya pun wangi seperti bau badan Adit.
" Ah.... " Teriak Lili saat melihat Adit keluar dari kamar mandi hanya memakai Handuk saja dan muka Lili merah menahan malu.
" Berisik Lili." Bentak Adit.
" Kamu ngapain keluar dari kamar mandi pake handuk saja, ga pake baju." Teriak Lili, untung saja kamar Adit kedap suara kalau enggak mungkin orang berdatangan disangka nya Lili di apa - apa in.
" Kamu emang ga waras, ini tuh kamar aku Lili suka - suka aku mau pakai apa juga."
" O... aku tau kamu belum pernah lihat badan laki - laki telanjang kan dan kamu belum pernah pacaran kan." Goda Adit dan Lili memutar bola matanya jengah.
" Mau aku udah lihat cowok telanjang atau pacaran, Itu ga ada urusannya sama kamu." Jawab Lili ketus sambil menyimpan sarapan yang Lili bawa buat Adit diatas meja samping tempat tidur.
__ADS_1
Saat Lili mau berjalan keluar Adit menarik tangan Lili dengan keras dan Lili hendak terjatuh jadi tangan yang satunya lagi meraih sekenanya buat pegangan dan bodohnya Malah menarik Handuk Adit, posisi jatuhnya pun di depan Adit, pas dia mendongakkan kepalanya keatas otomatis melihat tubuh Adit yang telanjang bulat.
"A.... " Mereka berdua bersaman beriak karena kaget.